Gagalkan Tawuran di PG Rendeng Kudus, Polisi Amankan 20 Remaja dan Senjata Tajam

JATENG.AKURAT.CO, Personel Polsek Kudus Kota bergerak cepat mengamankan puluhan remaja yang diduga kuat terlibat dalam aksi tawuran di kawasan Pabrik Gula (PG) Rendeng, Kudus.
Dalam operasi penyisiran tersebut, sebanyak 20 anak berhasil dibawa ke markas kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, mengungkapkan bahwa para remaja tersebut terindikasi sedang merencanakan aksi tawuran dengan membawa senjata tajam.
Saat ini, Unit Reskrim dan Intelkam masih melakukan pengembangan untuk melacak pelaku lain yang identitasnya sudah masuk dalam radar petugas.
"Nama-nama pelaku lainnya sudah kami kantongi dan saat ini sedang dalam pengejaran," ujar AKP Subkhan pada Selasa (3/3).
Dipicu Balas Dendam Perang Air
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, rencana tawuran yang terjadi pada Minggu (1/3) tersebut ternyata dipicu oleh masalah sepele. Kejadian bermula dari aksi "perang air" di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, sehari sebelumnya.
Salah satu kelompok merasa tidak terima karena kalah dalam permainan tersebut dan berniat melakukan aksi balas dendam di kawasan PG Rendeng.
Keterlibatan Komunitas 'Tongker'
Dari puluhan remaja yang diamankan, polisi menemukan adanya keterlibatan anggota komunitas remaja bernama Tongker. Kelompok ini terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar hingga pekerja.
Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan tindak pidana tersebut.
"Kami berhasil menyita sejumlah senjata tajam serta 12 unit sepeda motor yang digunakan oleh para pelaku," tambah AKP Subkhan.
Imbauan Kamtibmas untuk Orang Tua
Pihak Kepolisian menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya guna mencegah munculnya komunitas serupa yang berpotensi memicu keresahan masyarakat.
Polsek Kudus berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah dari segala bentuk gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
AKP Subkhan juga mengimbau kepada para orang tua di Kabupaten Kudus agar lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama pada jam-jam rawan di malam hari.
"Kami tidak akan mentoleransi aksi apa pun yang dapat mengganggu ketertiban umum. Pengawasan orang tua sangat penting agar anak-anak tidak terjerumus ke dalam tindakan negatif seperti tawuran ini," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat






