Tawuran di Kendal, Ini Identitas Korban yang Meninggal dan Sempat Terkapar di Jalur Pantura Jambiarum

JATENG.AKURAT.CO, Aksi tawuran antar kelompok remaja di Kendal berakhir tragis.
Satu orang dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Soewondo Kendal.
Video korban seusai tawuran pun viral di media sosial pada Minggu kemarin (19/1/2025).
Dalam video yang beredar, nampak korban terkapar bersimbah darah di tengah jalan Pantura depan SPBU Jambiarum Kendal.
Korban yang mengenakan celana panjang, jaket dan helm sesekali berusaha bangun namun tak berdaya.
Sementara itu, di sebelah kaki korban terdapat celurit panjang yang diduga dilakukan untuk tawuran.
Informasi yang dihimpun, aksi tawuran terjadi di jalan Pantura Bugangin sampai Jambearum Kendal pada Minggu (19/1/2025) dini hari.
Peristiwa tawuran ini bermula di sekitar daerah Bugangin, tepatnya di dekat makam.
Kelompok remaja yang terlibat dalam tawuran saling mengejar dan berhamburan.
Sebagian melarikan diri ke arah barat, sementara sebagian lainnya berlari ke arah utara melewati samping makam Bugangin.
Warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut menyebutkan, tawuran itu dimulai sekitar pukul 03.30 WIB, ditandai dengan suara petasan dan teriakan para pelaku.
Aksi kejar-kejaran ini berlanjut hingga ke depan Ruko Aqiqoh Nurul Hayat, Desa Jambearum Patebon, di mana salah satu pelaku akhirnya tersungkur setelah terkena sabetan senjata tajam.
Dari lokasi kejadian, polisi menemukan sebilah celurit sepanjang sekitar 150 cm dan sepeda motor dengan nomor polisi H-6657-BLD yang diduga milik salah satu pelaku tawuran.
"Njih benar, tadi malam ada tawuran di Jambearum," kata Kasi Humas Polres Kendal, AKP Rasban saat dikonfirmasi, Minggu malam (19/1/2025).
Rasban menerangkan, korban berinisial S (18) yang merupakan remaja dari Desa Korowelang Anyar, Kecamatan Cepiring.
Korban akhirnya meninggal setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Ia mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam di bagian paha, dan tidak bisa diselamatkan karena mengalami pendarahan hebat.
Saat ini, polisi masih memburu pelaku tawuran tersebut.
"Iya korban meninggal setelah dirawat di rumah sakit. Pelaku lain masih dicari," ungkapnya.
Warga Perumda Kendal, Adang mengungkapkan tawuran dan balap liar kerap terjadi di sepanjang jalan Pantura Bugangin hingga Jambearum.
"Biasanya kalau tidak tawuran, ya ada balap liar antara Bugangin sampai Jambearum, terutama pada malam Jumat dan Sabtu," katanya.
Meski petugas kepolisian telah sering melakukan patroli, kelompok remaja tersebut tampaknya selalu mencari waktu yang tepat saat tidak ada patroli untuk melancarkan aksinya.
"Saya sebenarnya sudah sering laporkan ke polisi, tapi kadang remajanya yang suka menghindar pas ada razia, terus kemudian balik lagi di lain waktu," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










