91 Persen di Rotten Tomatoes, Serial Spider-Noir Sabet Skor Lebih Tinggi dari The Amazing Spider-Man

JATENG.AKURAT.CO, Di tengah banjir tayangan superhero yang terkesan itu-itu saja, hadir sebuah serial yang berani mengambil risiko besar.
Spider-Noir, tayangan live-action terbaru dari Amazon Prime Video yang seluruh delapan episodenya telah dirilis pada 27 Mei 2026, mendapat sambutan hangat dari para kritikus dan penonton.
Serial yang dibintangi oleh Nicolas Cage sebagai detektif swasta Ben Reilly alias The Spider ini berhasil memukau dengan atmosfer tahun 1930-an yang kelam, visual sinematik yang apik, dan cerita yang dewasa.
Secara keseluruhan, serial yang diproduseri oleh Phil Lord, Christopher Miller, dan Amy Pascal (tim di balik trilogi Spider-Verse) ini mendapatkan skor 91 di Rotten Tomatoes, dan dinobatkan sebagai "salah satu proyek adaptasi Spider-Man terbaik dari Sony."
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah ulasan lengkap tentang kelebihan dan kekurangan serial yang wajib ditonton ini, terutama bagi para penggemar setia komik klasik.
Karakter dan Akting Nicolas Cage: Sang Jiwa yang Menghidupkan Cerita
Jika ada satu alasan utama mengapa Anda harus menonton serial ini, itu adalah penampilan Nicolas Cage.
Pemeran yang dikenal dengan gaya akting eksentriknya ini berhasil memerankan dualitas karakter Ben Reilly dengan sempurna.
Dua Sisi Mata Uang: Ben Reilly vs The Spider
Serial ini mengambil latar lima tahun setelah The Spider pensiun akibat trauma kehilangan tunangannya.
Di masa pensiunnya, Ben Reilly menjalani kehidupan sebagai detektif swasta yang cuek, sinis, dan terlihat lelah.
Namun, saat dia kembali menyamar menjadi The Spider, kita melihat sisi lain dari karakternya: seorang pahlawan yang sangat peduli dan rela berkorban untuk orang lain.
Jurnal IGN memuji penampilan Cage sebagai "70% Humphrey Bogart, dan 30% Bugs Bunny" yang penuh gaya dan sangat menghibur.
Sementara itu, Times of India menggambarkan perannya sebagai "penggambaran yang fantastis" yang berhasil membawa serial ini dengan gaya unik yang energik sekaligus jenaka.
Spider-Man Versi Dewasa yang Lebih Realistis
Berbeda dengan adaptasi Spider-Man pada umumnya yang menampilkan pahlawan remaja penuh masalah, Spider-Noir menghadirkan pahlawan super yang sudah berumur, rentan, dan sarat dengan penyesalan.
Ini adalah Spider-Man versi dewasa yang belum pernah kita lihat sebelumnya.
Pilihan untuk membuat karakter ini lebih matang dan kompleks adalah sebuah keberanian yang membuahkan hasil.
Kritikus dari Empire Magazine bahkan memberikan ulasan bintang lima, menyebutnya sebagai "ramuan yang sangat gila namun terasa sangat masuk akal."
Kehadiran Cage yang total dalam mendalami karakternya layak diapresiasi dan bisa dibilang merupakan salah satu kandidat kuat untuk penghargaan akting di berbagai ajang nanti.
Dunia, Latar, dan Penghormatan pada Komik
Salah satu daya tarik utama Spider-Noir adalah kemampuannya untuk membawa penonton menyelami suasana New York di era 1930-an, tepatnya saat masa Depresi Besar, yang digambarkan secara sangat meyakinkan.
Mulai dari properti telein kuno, mobil-mobil antik, hingga adegan anak kecil yang berperan sebagai mata-mata Ben Reilly, semua detail kecil ini membuat dunia serial ini terasa hidup.
Sangat Akurat dengan Komik Klasik
Bagi penggemar komik, serial ini adalah suguhan yang memanjakan.
Penghormatan terhadap materi sumber (seperti komik The Order dan Spider-Man No More) dilakukan dengan sangat detail.
Hubungan persahabatan antara Ben Reilly dengan jurnalis Daily Bugle, Robbie Robertson (Lamorne Morris), serta konfliknya dengan Tombstone (Abraham Popoola) diadaptasi langsung dari komik klasik era noir.
Hal ini menunjukkan bahwa tim kreatif benar-benar memahami dan menghormati warisan karakter yang mereka bawa ke layar kaca.
Asal-usul Kekuatan yang Lebih Masuk Akal
Serial ini juga memberikan sentuhan segar pada asal-usul kekuatan sang pahlawan.
Alih-alih digigit laba-laba laboratorium yang radioaktif, The Spider mendapatkan kekuatannya dari mutasi akibat sisa eksperimen gagal tentara Jerman pada Perang Dunia I.
Kekuatan Ben Reilly sendiri bukan berasal dari gigitan laba-laba, melainkan karena digigit oleh manusia lain yang telah bermutasi menjadi monster laba-laba (man-spider).
Penjelasan ini terasa lebih grounded dan sesuai dengan nuansa fiksi ilmiah era tahun 30-an.
Karakter Pendukung dan Para Penjahat: Lebih dari Sekadar Figuran
Spider-Noir tidak hanya bergantung pada tokoh utamanya. Para karakter pendukung dan penjahat di serial ini juga memiliki porsi cerita yang kuat dan tidak terasa seperti figuran belaka.
Cat Hardy: Bukan Black Cat Biasa
Karakter sentral wanita dalam serial ini adalah Cat Hardy, yang merupakan adaptasi dari Black Cat.
Namun, berbeda dengan versi di komik atau game, Cat Hardy di sini digambarkan sebagai penyanyi kelab malam misterius yang menjadi pusat intrik dan membantu membangkitkan kembali gairah kepahlawanan Ben Reilly.
Alih-alih menjadi love interest yang tipikal, ia adalah sosok independen dengan agenda dan masa lalunya sendiri, yang berhasil mencuri perhatian di setiap adegan.
The Sinister Six Versi 1930-an: Realistis dan Mengerikan
Para penjahat di serial ini merupakan satu angkatan mutasi dengan Ben Reilly dari eksperimen Nazi yang gagal.
Kita diperkenalkan pada versi klasik dari Molten Man, Megawatt, Sandman, dan Tombstone.
Versi Sandman di sini dipuji karena lebih realistis, digambarkan sebagai manusia pasir (dengan efek CGI yang minim dan lebih mengandalkan prostetik dan animatronik) tanpa monster CGI yang berlebihan.
Penjahat-penjahat ini terasa mengancam dan menjadi tantangan fisik serta mental yang nyata bagi The Spider.
Silvermane: Antiklimaks di Akhir Cerita
Sayangnya, karakter Silvermane (diubah dari mafia Italia menjadi mafia Irlandia bernama Finburn) yang diperankan oleh Brendan Gleeson, menjadi sorotan negatif.
Meskipun sepanjang cerita ia dibangun sebagai dalang utama yang kejam, klimaksnya justru terasa mengecewakan.
Karakter ini mati begitu saja ditembak oleh Cat Hardy tanpa sempat bertarung secara langsung dengan The Spider.
Hal ini membuat konflik puncak terasa kurang greget dan menjadi salah satu titik lemah utama dalam narasi serial ini.
Aspek Teknis, Nostalgia, dan Pilihan Visual
Spider-Noir menawarkan pengalaman menonton yang unik tidak hanya dari segi cerita, tetapi juga dari segi teknis dan visual.
Homage ke Universe Lain dan Pilihan Visual Unik
Serial ini tidak malu-malu untuk memberikan kode-kode (callbacks) yang menyenangkan bagi para penggemar berat.
Ada sebuah adegan di mana Cat Hardy melompat dari jendela dan ditangkap dengan jaring, yang secara jelas menjadi sentilan terhadap kegagalan versi Andrew Garfield dalam menyelamatkan Gwen Stacy di The Amazing Spider-Man 2.
Selain itu, jaring laba-laba yang keluar di serial ini bersifat organik, mirip seperti Spider-Man versi Tobey Maguire di trilogi awal, berbeda dengan versi web-shooter buatan sendiri yang lebih umum.
Salah satu fitur paling menarik dari Spider-Noir adalah tersedianya dua versi visual: Authentic Black & White (hitam-putih otentik) dan True-Hue Full Color (warna penuh).
Banyak kritikus menyarankan untuk menontonnya dalam versi hitam-putih untuk merasakan atmosfer film noir klasik yang sesungguhnya, karena sinematografinya memang didesain untuk format tersebut. Ini adalah nilai tambah besar yang menunjukkan dedikasi tim kreatif.
Hemat CGI, Namun Dimaklumi
Beberapa kritikus mencatat bahwa serial ini terkesan "hemat" dalam penggunaan efek CGI, terutama untuk adegan-adegan aksi para penjahat bermutasi (misalnya, tangan Sandman yang berubah menjadi pasir hanya di beberapa bagian).
Hal ini mungkin karena serial ini adalah musim pertama dan anggarannya tidak selangit film layar lebar.
Meski begitu, kreativitas dan gaya penyutradaraan yang kuat berhasil menutupi kekurangan tersebut.
Selain itu, serial ini juga memiliki beberapa adegan yang cukup sadis (gore), seperti saat Silvermane memotong leher seorang detektif, yang semakin memperkuat nuansa dewasa yang diusung.
Tabel Skor dan Peringkat Spider-Noir
Berikut adalah ringkasan skor dari berbagai agregator ulasan ternama untuk serial Spider-Noir.
Agregator | Skor Kritikus | Skor Penonton | Keterangan |
|---|---|---|---|
Rotten Tomatoes | 91% (Fresh) | 93% (Audience Score) | Termasuk adaptasi Spider-Man dengan rating tertinggi |
Metacritic | 78/100 (Generally Favorable) | 8.2/10 | Skor dari 38 ulasan kritikus. |
IMDb | 8.4/10 | (Belum tersedia) | Rating pengguna berdasarkan lebih dari 4.000 ulasan. |
IGN | 8/10 (Great) | (Belum tersedia) | "Spider-Noir adalah tontonan yang sangat menghibur." |
Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Meskipun menuai banyak pujian, Spider-Noir bukan tanpa cela. Berikut beberapa kekurangan yang disorot oleh para kritikus:
Kehilangan Momentum di Tengah Jalan (Middle Act): Beberapa kritikus, termasuk dari Times of India, menyebut bahwa alur cerita di episode-episode tengah terasa melambat dan kehilangan fokus. Hal ini membuat penonton harus sedikit bersabar untuk kembali ke inti konflik.
Antiklimaks di Akhir Cerita: Kematian Silvermane (penjahat utama) yang terlalu mudah dan kurang dramatis menjadi kekecewaan terbesar. Konflik yang dibangun sepanjang musim terasa berakhir dengan cara yang terlalu sederhana.
Efek CGI yang Minim: Bagi penonton yang terbiasa dengan tontonan superhero dengan efek visual super canggih, serial ini mungkin terasa sedikit "murahan" di beberapa bagian.
Gaya Bukan untuk Semua Orang: Seperti yang diungkap oleh NDTV Profit, gaya pengisahan cerita yang lambat dan bernuansa old-Hollywood mungkin tidak akan cocok untuk semua selera. Ini adalah serial yang membutuhkan kesabaran dan apresiasi terhadap genre film noir klasik.
Beragam Pendapat dari Para Kritikus
Tidak semua kritikus memberikan pujian setinggi langit untuk serial ini.
Majalah Variety menyebutnya sebagai "beautiful bore" (membosankan walau indah), sementara The Hollywood Reporter mencapnya sebagai "inconsistent disappointment" (kekecewaan yang tidak konsisten).
AV Club bahkan memberikan nilai C- dengan komentar bahwa serial ini adalah eksperimen yang gagal.
Meskipun demikian, mayoritas besar kritikus dan penonton di Rotten Tomatoes tetap memberikan penilaian positif, membuktikan bahwa Spider-Noir berhasil menyentuh khalayak yang lebih luas.
Penutup dan Rekomendasi
Secara keseluruhan, Spider-Noir adalah sebuah pencapaian yang luar biasa.
Serial ini berhasil melakukan sesuatu yang jarang dilakukan oleh tontonan superhero modern: berani mengambil risiko dan keluar dari formula yang sudah mapan.
Dengan nilai akhir 91, serial ini layak untuk mendapatkan apresiasi yang tinggi.
Serial ini sangat direkomendasikan untuk:
Penggemar berat (nerd) komik Spider-Man, terutama yang menyukai cerita-cerita klasik dan alternatif.
Penggemar film noir yang mengapresiasi sinematografi hitam-putih, dialog tajam, dan atmosfer kelam.
Penggemar Nicolas Cage, yang ingin melihat aktor legendaris ini berakting total dan tidak terduga dalam sebuah serial televisi.
Untuk pengalaman terbaik, penulis menyarankan untuk menonton kedua versi (hitam-putih dan warna penuh).
Nikmati versi warna untuk melihat detail kostum dan properti era 1930-an, lalu ulangi dengan hitam-putih untuk merasakan atmosfer film klasik yang lebih orisinal.
Siapkan camilan, redupkan lampu, dan nikmati petualangan The Spider di New York tahun 1933.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Tanda Bansos Kamu Sudah Diterima dan Siap Diambil! Lakukan Cek dengan 3 Cara Mudah Ini
- 5Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 6Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 7Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 8Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 9Gagal Move On, Manchester United Siap Bajak Elliot Anderson dari Bawah Hidung City
- 10Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'





