Jateng

80+ Film yang Akan Hilang dari Netflix Edisi Maret 2026: Cek Daftarnya!

Theo Adi Pratama | 1 Maret 2026, 21:28 WIB
80+ Film yang Akan Hilang dari Netflix Edisi Maret 2026: Cek Daftarnya!
Netflix

JATENG.AKURAT.CO, Setiap bulan, Netflix memperbarui katalognya dengan menambahkan judul baru sekaligus menghapus yang lama. Dan Maret 2026 adalah bulan yang sangat sibuk untuk bagian yang terakhir itu. Lebih dari 80 film akan meninggalkan platform — termasuk sejumlah karya ikonik yang mungkin sudah lama ada di watchlist-mu tapi belum sempat kamu tonton.

Bayangkan: Pulp Fiction karya Quentin Tarantino, Titanic milik James Cameron yang bahkan pernah menjadi film terlaris sepanjang sejarah, Braveheart yang memenangkan lima Oscar termasuk Best Picture, The Wolf of Wall Street, The Hurt Locker, hingga The Wild Robot yang baru saja rilis tahun lalu — semuanya akan lenyap dalam satu bulan. Ditambah puluhan film Bollywood klasik, film horor, komedi, dan beberapa konten eksklusif Netflix Original yang juga turut dihapus dari platform.

Artikel ini merangkum seluruh daftar lengkap film yang keluar dari Netflix bulan Maret 2026, terurut berdasarkan tanggal penghapusan, dilengkapi dengan rekomendasi film mana yang paling sayang untuk dilewatkan.

Mengapa Film Bisa Keluar dari Netflix?

Banyak yang tidak menyadari bahwa film-film di Netflix tidak selamanya tersedia. Platform streaming ini beroperasi dengan sistem lisensi — artinya, hak untuk menayangkan sebuah film hanya berlaku untuk periode tertentu yang sudah disepakati dalam kontrak antara Netflix dan studio pemilik hak cipta.

Ketika kontrak lisensi tersebut berakhir, Netflix harus memilih: memperpanjang lisensi dengan membayar harga baru, atau membiarkan judul tersebut pergi. Jika biaya perpanjangan dianggap tidak sebanding dengan jumlah penonton yang menonton film tersebut, Netflix biasanya memutuskan untuk tidak memperpanjangnya.

Inilah yang terjadi pada ratusan film setiap bulannya. Dan untuk bulan Maret 2026, jumlahnya sangat besar — termasuk beberapa title paling populer yang pernah ada di platform.

Tips: Kamu bisa mengecek apakah sebuah film masih tersedia di Netflix dengan mencarinya langsung di aplikasi atau melalui situs pihak ketiga seperti JustWatch yang melacak ketersediaan konten di berbagai platform streaming.

Film Paling Sayang Dilewatkan Sebelum Dihapus dari Netflix

Dari lebih dari 80 judul yang akan pergi, tidak semuanya harus diprioritaskan. Tapi ada beberapa yang benar-benar sayang sekali untuk dilewatkan — baik karena kualitasnya yang sudah teruji waktu, penghargaan yang diraihnya, maupun karena sulit ditemukan di platform lain setelah ini.

Film

Keluar

Mengapa Harus Ditonton Sekarang

Pulp Fiction (1994)

1 Maret

Karya ikonik Tarantino — salah satu film terbaik sepanjang masa

The Wolf of Wall Street (2013)

1 Maret

DiCaprio & Scorsese di puncak kemampuan mereka, 3 jam yang tidak terasa

Braveheart (1995)

1 Maret

Pemenang 5 Oscar termasuk Best Picture, epik perang yang memukau

Bram Stoker's Dracula (1992)

1 Maret

Adaptasi paling sinematik dari karakter Dracula klasik

Still Alice (2014)

1 Maret

Julianne Moore memenangkan Oscar untuk perannya di sini

Titanic (1997)

16 Maret

Film terlaris sepanjang masa sebelum Avatar, tontonan wajib

Moulin Rouge! (2001)

13 Maret

Musikal visual yang memukau, Nicole Kidman dan Ewan McGregor

The Talented Mr. Ripley (1999)

13 Maret

Thriller psikologis dengan cast yang luar biasa — Matt Damon, Jude Law

The Wild Robot (2024)

26 Maret

Animasi terbaru yang sangat direkomendasikan kritikus di seluruh dunia

The Hurt Locker (2008)

31 Maret

Memenangkan 6 Oscar, film perang terbaik generasinya

House of Gucci (2021)

12 Maret

Drama fashion mewah dengan Lady Gaga yang memukau

Daftar di atas adalah rekomendasi subyektif berdasarkan rating kritikus, penghargaan film, dan popularitas jangka panjang.

=====

Sorotan: Film-Film Ikonik yang Wajib Kamu Tonton Sebelum 1 Maret

Pulp Fiction (1994) — Karya Terbaik Tarantino yang Mendefinisikan Sebuah Era

Kalau ada satu film dalam daftar ini yang paling mendesak untuk ditonton sebelum 1 Maret, banyak penggemar film akan menjawab Pulp Fiction. Film yang memenangkan Palme d'Or di Cannes ini adalah titik balik dalam sejarah sinema Hollywood — dengan struktur naratif non-linear yang inovatif, dialog yang brilian, dan ensemble cast yang tidak tertandingi: John Travolta, Samuel L. Jackson, Uma Thurman, dan Bruce Willis.

Hampir tiga dekade setelah dirilis, Pulp Fiction masih sering masuk dalam daftar film terbaik sepanjang masa versi berbagai institusi film. Menontonnya di Netflix mungkin menjadi kesempatan terakhir yang mudah untuk mengaksesnya di platform streaming sebelum hak tayangnya berpindah ke platform lain atau membutuhkan penyewaan berbayar.

Titanic (1997) — Simfoni Cinta dan Tragedi yang Tidak Pernah Usang

Titanic adalah film yang hampir semua orang pernah tonton, tapi selalu layak untuk ditonton ulang. Film berdurasi lebih dari tiga jam karya James Cameron ini memenangkan 11 Oscar termasuk Best Picture dan Best Director — dan ketika pertama kali rilis, ia menjadi film terlaris sepanjang sejarah, sebuah rekor yang baru akhirnya pecah oleh Avatar lebih dari satu dekade kemudian.

Yang membuat Titanic tetap relevan bukan hanya kisah cinta Jack dan Rose, tapi bagaimana Cameron berhasil menyeimbangkan drama personal dengan skala epik bencana historis. Film ini keluar dari Netflix pada 16 Maret — jadi masih ada waktu, tapi tidak banyak.

The Wild Robot (2024) — Animasi Terbaru yang Sudah Jadi Klasik Instan

Di antara semua judul yang akan pergi, The Wild Robot mungkin yang paling mengejutkan. Film animasi DreamWorks yang baru rilis tahun 2024 ini — berdasarkan novel karya Peter Brown — sudah mendapat sambutan luar biasa dari kritikus dan penonton di seluruh dunia.

Dengan visual yang memukau dan cerita yang menyentuh tentang robot yang belajar menjadi ibu angkat bagi seekor anak angsa, The Wild Robot adalah tontonan yang cocok untuk semua usia dan langka dalam kemampuannya untuk menggerakkan emosi penonton dari berbagai latar belakang. Ia keluar pada 26 Maret — memanfaatkan akhir bulan yang tersisa.

The Hurt Locker (2008) — Film Perang yang Memenangkan Segalanya

The Hurt Locker adalah film yang membuktikan bahwa sutradara perempuan bisa membuat film perang yang tidak hanya lebih baik dari yang kebanyakan dibuat pria, tapi juga memenangkan Oscar untuk itu. Sutradara Kathryn Bigelow memenangkan Best Director di ajang Academy Awards 2010 — sebuah sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk seorang perempuan.

Film ini mengikuti sebuah unit penjinak bom di Irak dengan gaya yang sangat realistis dan menegangkan. Dengan enam kemenangan Oscar termasuk Best Picture, The Hurt Locker adalah salah satu film terbaik dekade 2000-an dan sebelum pergi dari Netflix pada 31 Maret, ada baiknya masuk ke dalam watchlist prioritasmu.

Perhatian untuk Penggemar Bollywood: Banyak Judul Klasik Ikut Pergi

Salah satu kelompok yang mungkin paling merasakan kehilangan besar bulan ini adalah penggemar film Bollywood. Maret 2026 akan melihat kepergian sejumlah besar judul Bollywood — dari yang klasik hingga yang modern — dari katalog Netflix Indonesia.

• Kuch Kuch Hota Hai (1998): Salah satu film Bollywood paling ikonik, debut sutradara Karan Johar yang masih ditonton dan dicintai hingga hari ini.

• Kabhi Khushi Kabhie Gham (2001): Film drama keluarga yang megah dengan Amitabh Bachchan, Shah Rukh Khan, dan Kareena Kapoor.

• Kal Ho Naa Ho (2003): Kisah cinta segitiga yang mengharukan dengan latar kota New York, dibintangi Shah Rukh Khan.

• Kapoor & Sons (2016): Drama keluarga kontemporer yang mendapat pujian kritis, salah satu film Bollywood terbaik dekade 2010-an.

• Hasee Toh Phasee (2014): Komedi romantis dengan Sidharth Malhotra dan Parineeti Chopra yang ringan dan menghibur.

Catatan: Kepergian massal judul Bollywood ini kemungkinan berkaitan dengan perubahan hak lisensi. Beberapa judul mungkin bisa ditemukan di platform streaming lain seperti Prime Video atau Disney+ Hotstar setelah tidak lagi tersedia di Netflix.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.