Film Dokumenter Netflix Evil Influencer Geser Spider-Man di Top 10: Skandal Jodi Hildebrandt yang Bikin Heboh!

JATENG.AKURAT.CO, Awal tahun 2026 dibuka dengan kejutan besar di jagat streaming. Sebuah film dokumenter true crime terbaru dari Netflix berhasil memuncaki daftar film paling banyak ditonton di Amerika Serikat, mengalahkan film pahlawan super legendaris Spider-Man: Into the Spider-Verse.
Padahal, secara kualitas, film animasi Spider-Man tersebut mengantongi skor nyaris sempurna, yakni 97% di Rotten Tomatoes.
Lantas, apa yang membuat penonton justru beralih ke kisah gelap seorang influencer? Simak ulasan lengkap tren penayangan Netflix periode akhir 2025 hingga awal 2026 berikut ini!
Evil Influencer Kuasai Peringkat #1 Netflix
Dokumenter berjudul "Evil Influencer: The Jodi Hildebrandt Story" resmi menempati posisi nomor satu dalam daftar Netflix Top 10 Movies di Amerika Serikat untuk periode 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Dirilis tepat pada 30 Desember 2025, film ini hanya butuh waktu singkat untuk menggeser Spider-Verse ke posisi kedua.
Fenomena ini membuktikan bahwa minat penonton global terhadap konten true crime—terutama yang melibatkan sosok viral di media sosial—masih sangatlah tinggi.
Mengupas Skandal Kelam Jodi Hildebrandt dan Ruby Franke
Disutradarai oleh Skye Borgman dan diproduseri oleh Leslie Mattingly, dokumenter berdurasi 1 jam 40 menit ini menyoroti kasus hukum yang sempat mengguncang Utah, Amerika Serikat.
Film ini mengulas secara mendalam sosok Jodi Hildebrandt, seorang terapis yang ditangkap bersama YouTuber parenting terkenal, Ruby Franke.
Keduanya terjerat tuduhan pelecehan dan kekerasan terhadap anak yang sangat mengerikan. Netflix mengategorikan film ini ke dalam tiga genre utama:
- Documentary Films
- Crime Movies
- True Crime Documentaries
Dengan menggabungkan rekaman polisi, cuplikan arsip, dan wawancara eksklusif, film ini mencoba menyusun teka-teki bagaimana seorang "guru parenting" bisa berubah menjadi sosok yang sangat berbahaya.
Kritik Pedas: Apakah Layak Ditonton?
Meskipun sukses secara angka penayangan (viewership), Evil Influencer justru banjir kritik dari para pengamat film dan penonton.
Banyak yang menilai dokumenter ini kurang memberikan informasi baru dan hanya mengulang-ulang narasi yang sudah ada di internet.
Berikut adalah beberapa ulasan dari kritikus ternama:
- Common Sense Media: Menyebutkan bahwa rekaman kerja kepolisian jauh lebih menarik daripada wawancara repetitif dengan para korban.
- Culture Mix: Menilai film ini diedit secara serampangan (sloppy) dan malas karena menggunakan cuplikan yang sama berulang kali.
- Decider: Memberikan kritik paling tajam dengan menyebut film ini gagal membuktikan eksistensinya sebagai karya jurnalistik yang berharga.
Bahkan, di kolom review pengguna, banyak yang merasa kecewa. "Film ini hanya mengulang hal-hal yang sudah kita ketahui dari berita.
Saya berharap ada pembahasan yang lebih mendalam, tapi ternyata tidak ada," tulis salah satu penonton.
Status di Rotten Tomatoes
Hingga saat artikel ini ditulis, Evil Influencer belum mendapatkan skor resmi Tomatometer maupun skor audiens di Rotten Tomatoes.
Hal ini disebabkan oleh jumlah ulasan yang masih sangat minim (di bawah 50 rating pengguna) dan baru ada enam ulasan dari kritikus profesional yang terbit.
Tren Kepo Lebih Kuat dari Kualitas?
Naiknya Evil Influencer ke posisi puncak membuktikan satu hal: Rasa penasaran audiens terhadap skandal dunia nyata sering kali mengalahkan keinginan untuk menonton film berkualitas tinggi secara artistik.
Meskipun Spider-Man menawarkan visual yang memukau, kisah "jahat" dari dunia influencer terbukti lebih mampu menarik jempol pengguna untuk menekan tombol play.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










