Jateng

Terungkap! 11 Superhero Marvel & DC yang Dijadikan Parodi Kocak di Serial Gen V, Ada Professor X Hingga Hulk!

Theo Adi Pratama | 21 September 2025, 17:31 WIB
Terungkap! 11 Superhero Marvel & DC yang Dijadikan Parodi Kocak di Serial Gen V, Ada Professor X Hingga Hulk!

JATENG.AKURAT.CO, Dunia superhero tidak selalu seindah yang digambarkan Marvel dan DC. Di alam semesta The Boys dan Gen V, realitas distopian lebih menonjol, penuh sisi gelap yang menyeramkan.

Serial Gen V musim kedua yang sedang tayang, tidak hanya menyajikan kekacauan di Godolkin University, tetapi juga parodi-parodi superhero yang cerdas dan bikin ngakak!

Mari kita bedah 11 superhero Marvel dan DC yang dengan cermat dijadikan parodi dalam serial ini!

Baca Juga: Waktunya Kulineran! Asian Food Festival DP Mall Semarang Kembali, Hadirkan Ratusan Menu Viral hingga Chef MasterChef!

1. Dogknott: Gabungan Sabertooth dan Beast Boy

Penampilan Dogknott adalah parodi tak terduga. Ia digambarkan sebagai supe bertema anjing dengan kualitas hewan yang buas.

Ia melacak orang dengan indra penciuman yang tajam dan bertarung seperti anjing ganas.

Dogknott impulsif dan kurang memiliki ambisi heroik atau kendali moral. Ciri-ciri ini mengingatkan kita pada Sabertooth dari Marvel, dengan indra yang tajam dan gaya bertarung yang buas.

Selain itu, Dogknott juga memiliki kemiripan dengan Beast Boy dari DC, terutama aspek mirip anjingnya. Dogknott adalah bagian dari Teenage Kicks, sebuah parodi langsung dari Teen Titans DC.

Namun, tidak seperti Beast Boy yang bisa berubah menjadi hewan apa pun, aspek kehewanan Dogknott bersifat tetap.

Bulu, taring, dan cakarnya juga mengacu pada Beast dari X-Men, meskipun Dogknott tidak memiliki kecerdasan seperti Beast.

2. Dean Cipher: Professor X Versi Gelap

Dean Cipher, dekan baru Godolkin University di Gen V musim kedua, adalah parodi dari Professor X dari X-Men.

Ia adalah pemimpin yang sangat cerdas dan punya kendali penuh, serta menaruh minat pribadi pada pelatihan siswa bertenaga super muda.

Namun, perbedaannya terletak pada metode dan motivasi. Professor X bertindak demi kebaikan umat manusia, sementara Dean Cipher adalah alat di tangan Vought dan Homelander, melatih supe muda untuk menjadi prajurit dalam pertempuran melawan umat manusia.

Ia tidak memiliki moralitas Professor X, dan ini tercermin dalam tindakannya yang dingin terhadap siswa-siswanya.

3. Harper: Nightcrawler dan Beast Boy Versi Kocak

Harper mengingatkan kita pada Nightcrawler dari X-Men, tapi dalam versi yang lebih lucu dan parodi.

Aksinya, aksen Jerman, kekuatan teleportasi, dan simbolisme agama, semuanya mengacu pada Nightcrawler.

Namun, Harper mengeksekusi kekuatannya dengan kurang baik, seringkali mengalami kecelakaan teleportasi yang canggung dan menggunakan kemampuannya untuk tujuan egois.

Kostumnya, kulit birunya, dan pintu masuk yang dipenuhi asap juga merujuk pada penggambaran Nightcrawler di komik dan film.

Aspek perubahan bentuk hewannya juga mengingatkan pada Beast Boy.

Baca Juga: Heboh! Misteri Dexter: Resurrection Season 2 Terbongkar, Dexter Bakal Berburu Pembunuh Berantai Lain?

4. Dusty: Wolverine dan Deadpool yang Lambat Menua

Dusty adalah tambahan menarik di Gen V. Meskipun penampilannya minor, ia menarik perhatian fans.

Kekuatan utamanya adalah penuaan yang lambat. Ia berusia 28 tahun tetapi terlihat jauh lebih muda.

Kemampuan ini mengingatkan pada Wolverine dan Deadpool dari Marvel, yang memiliki rentang hidup yang panjang dan penampilan awet muda berkat kemampuan penyembuhan dan regeneratif mereka.

Dusty terlihat seperti remaja 15 tahun, menambah sentuhan komedi pada cerita Gen V.

5. Justine: Regenerasi Wolverine dan Tanpa Rasa Sakit ala Deadpool

Justine memiliki faktor penyembuhan regeneratif yang luar biasa, memungkinkannya pulih dari cedera yang akan membunuh manusia biasa atau bahkan supe lainnya.

Ini adalah referensi langsung ke kemampuan mutan khas Wolverine. Ia juga bisa memodifikasi ambang rasa sakitnya, membuatnya hampir kebal terhadap rasa sakit, mirip dengan Wolverine dan Deadpool yang terus bangkit meski terluka parah.

Namun, Justine tidak menggunakan kekuatannya untuk kepahlawanan.

Ia egosentris dan hanya menggunakan kemampuannya untuk melayani kepentingannya sendiri, mengisi persona influencer-nya.

Dalam hal ini, ia sedikit mirip Deadpool yang seringkali menjadi pengganggu komedi.

6. Marie Moreau: Jean Grey dan Beban Kekuatan Psikis

Marie Moreau, salah satu karakter sentral Gen V, adalah parodi dari Jean Grey dari X-Men.

Pengaturan pelatihan supe muda di Godolkin University adalah sindiran jelas terhadap Professor X dan sekolahnya.

Mirip dengan Jean Grey, terutama dalam avatar Dark Phoenix, Marie memiliki potensi untuk kehilangan kendali atas kekuatan manipulasi darahnya, yang bisa melukai atau membunuh orang yang dicintai secara tidak sengaja, seperti yang terjadi pada orang tuanya saat ia masih kecil.

Status Marie sebagai outsider dan beban ekspektasi yang ditempatkan padanya juga mengingatkan pada posisi Jean Grey di X-Men.

Baca Juga: Bikin Geger! 6 Fakta Gelap Charlie Sheen yang Coba Disembunyikan Dokumenter Netflix, Nomor 4 Bikin Merinding!

7. Jordan Li: Mystique dan Transformasi Gender

Jordan Li adalah parodi atau alegori yang jelas dari karakter Marvel, Mystique. Jordan memiliki kemampuan perubahan gender yang memungkinkan ia beralih antara versi pria dan wanita sesuka hati.

Seperti Mystique yang merupakan shape-shifter ulung dan penipu, Jordan juga bisa melakukan hal serupa, meskipun perubahannya lebih terbatas pada dua bentuknya.

Karakternya diciptakan sebagai metafora untuk pengalaman transgender dan perjuangan untuk penerimaan.

Bentuk prianya sangat kuat dan tahan lama, sementara bentuk wanitanya bisa memancarkan ledakan energi, mirip dengan kemampuan Mystique mengadopsi identitas fisik yang berbeda untuk tujuan berbeda.

8. Andre Anderson: Magneto dan Kontrol Logam

Andre Anderson, meskipun mungkin meninggal di season 2, perannya di season 1 Gen V tak terlupakan.

Ia dirancang sebagai parodi dari villain ikonik Marvel, Magneto, tercermin dalam kemampuannya mengendalikan dan memanipulasi logam secara magnetis.

Ayah Andre, Polarity, juga memiliki kekuatan serupa, dan dalam komik Marvel, Magneto memiliki seorang putri bernama Polaris.

Andre, tidak seperti Magneto yang sangat kecewa, umumnya heroik dan bahkan mengorbankan dirinya di saat-saat terakhir untuk membantu orang lain.

Ia selalu berusaha menggunakan kekuatannya secara bertanggung jawab.

9. Emma (Little Cricket): Ant-Man dan Wasp yang Bisa Menyusut

Emma, alias Little Cricket, adalah supe kecil yang lucu, parodi dari Ant-Man dan Wasp dari Marvel.

Seperti Ant-Man, ia memiliki kemampuan untuk menyusut menjadi ukuran kecil dan juga tumbuh lebih besar.

Namun, kekuatan Emma aktif melalui metode yang unik dan tidak menyenangkan: ia harus "membersihkan" atau muntah untuk menyusut, dan makan untuk tumbuh kembali.

Emma dianggap sebagai parodi Ant-Man yang lebih baik daripada karakter Termite sebelumnya karena ia bisa menyusut dan tumbuh, mencerminkan manipulasi ukuran Ant-Man secara lebih penuh.

Kepribadiannya juga selaras dengan Scott Lang (Ant-Man versi MCU), karena ia tidak menganggap dirinya superhero klasik, melainkan lebih suka pertempuran pribadi yang lebih kecil.

Baca Juga: Terungkap! Pertarungan Sengit Man Thing vs Swamp Thing: Siapa Raja Monster Rawa Sejati dari Marvel dan DC?

10. Kate Dunlap: Professor X dan Emma Frost dengan Kendali Pikiran

Bagi banyak orang, Kate Dunlap adalah karakter yang tricky karena sifatnya yang tidak terduga.

Sebagai siswa terkemuka di Godolkin University, ia dikenal karena kemampuan kendali pikirannya yang luar biasa.

Kekuatan telepati ini mencerminkan Emma Frost dari X-Men, dan keduanya dikenal memiliki ambiguitas moral dalam menggunakan kekuatan mereka.

Baik Kate maupun Emma Frost menggunakan kekuatan kendali pikiran mereka tidak hanya untuk komunikasi, tetapi juga untuk manipulasi dan dominasi.

Mereka rela menghapus ingatan, menginduksi halusinasi, dan membengkokkan orang sesuai kehendak mereka.

Kate juga membangkitkan sosok Professor X dengan kemampuannya mengendalikan pikiran dan memanipulasi ingatan dengan cara yang lebih predator dan dipertanyakan secara etis.

11. Sam Riordan: Hulk dan Superboy dengan Kekuatan Super

Dari semua supe muda di Gen V, Sam Riordan adalah karakter yang paling menarik dan tidak terduga arahnya.

Ia dikenal karena kekuatan super manusianya, tetapi amukannya yang didorong oleh kemarahan selalu membuat semua orang tegang.

Sam bukanlah supe yang paling stabil secara mental, dan dengan sejarah panjang sering kehilangan akal, jelas ia terinspirasi oleh Hulk dari Marvel Universe.

Keduanya memiliki ciri kekuatan super dan ketidakstabilan mental yang membuat mereka tidak dapat diprediksi.

Selain kekuatannya, Sam juga bisa melompat jauh dan sangat tangguh, karakteristik yang diasosiasikan dengan Hulk.

Seperti Hulk, Sam terkadang mengalami kemarahan yang tidak terkendali yang dipicu oleh emosi ekstrem.

Dinamika hubungan antara Sam dan Emma juga sangat mirip dengan Hulk dan Black Widow di MCU, di mana ia membutuhkan pengaruh yang menenangkan untuk berfungsi lebih baik.

Sam juga memiliki kemiripan dengan karakter DC, Superboy, yang juga memiliki kekuatan super dan daya tahan.

Status Sam sebagai supe muda hasil eksperimen yang dibesarkan dalam kurungan juga mirip dengan tema rekayasa genetika dan persenjataan yang terlihat di beberapa alur cerita Superboy.

Sastra dan Parodi: Bumbu Penyedap Alam Semesta Bizarre

Tidak perlu ahli sinematik untuk mengatakan bahwa alam semesta The Boys atau Gen V dimaksudkan untuk dinikmati dengan sedikit garam.

Pendekatan yang tanpa basa-basi, karakter yang aneh, dan parodi fan semacam ini menjaga suasana tetap ringan di tengah semua kekerasan, gore, dan hal-hal serius.

Season 2 Gen V menjanjikan kelanjutan yang luar biasa, dan kita pasti akan menantikan lebih banyak lagi parodi superhero baru di episode-episode mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.