Jateng

Bikin Geger! 6 Fakta Gelap Charlie Sheen yang Coba Disembunyikan Dokumenter Netflix, Nomor 4 Bikin Merinding!

Theo Adi Pratama | 21 September 2025, 11:00 WIB
Bikin Geger! 6 Fakta Gelap Charlie Sheen yang Coba Disembunyikan Dokumenter Netflix, Nomor 4 Bikin Merinding!

JATENG.AKURAT.CO, Bangun, para girly pops! Netflix baru saja merilis serial dokumenter terbarunya, dan kali ini, Charlie Sheen menjadi bintang utama dalam kampanye "katakan tidak pada narkoba" yang diglorifikasi.

Namun, benarkah dokumenter ini jujur mengungkap semua sisi gelap sang aktor?

Sebuah analisis tajam mengungkap 6 fakta kelam yang sangat coba disembunyikan, bahkan diabaikan, oleh dokumenter tersebut.

Retrospeksi dangkal yang Whitewashed

Dokumenter berjudul "AKA Charlie Sheen" ini memang mengupas perjuangan Sheen selama puluhan tahun melawan pil, alkohol, dan kokain.

Namun, menurut para kritikus, dokumenter ini minim penyesalan atau refleksi diri yang tulus.

Alih-alih bersimpati pada Sheen, penonton justru akan merasa kasihan pada orang-orang yang harus menghadapi segala perlakuannya.

Banyak peristiwa penting dalam kehidupan Charlie Sheen yang bergejolak seolah terlupakan atau sengaja disingkirkan dalam dokumenter tersebut.

Mari kita bahas enam fakta gelap yang dengan santainya disapu bersih di bawah karpet oleh bintang Two and a Half Men ini.

Baca Juga: Terungkap! Pertarungan Sengit Man Thing vs Swamp Thing: Siapa Raja Monster Rawa Sejati dari Marvel dan DC?

1. Kehidupan Seksual yang Penuh Misteri dan Tuduhan

Dokumenter ini sempat menyinggung bagaimana Charlie Sheen, yang dikenal hetero, terkadang tidur dengan pria.

Detail ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bagi mereka yang mengikuti berita Hollywood.

Namun, sorotan pada fakta ini justru lebih menunjukkan kurangnya fresh revelations daripada hal lainnya.

Seluruh kehidupan dewasanya, yang ia sebut sebagai "pesta, pesta dengan masalah, dan hanya masalah", sudah tuntas diberitakan media secara real-time.

2. Absennya Sosok Penting: Martin Sheen dan Emilio Estevez

Meskipun ayah dan saudara laki-lakinya, Martin Sheen dan Emilio Estevez, adalah pendukung setia yang seringkali "menariknya keluar dari lubang neraka", keduanya memilih tidak tampil dalam dokumenter. Ketiadaan mereka menjadi salah satu aspek yang paling banyak diperbincangkan.

Keputusan ini bukan karena jarak atau keretakan hubungan. Justru sebaliknya, Martin dan Emilio tetap menjaga kontak dekat dengan Charlie.

Alasan mereka adalah kombinasi dari privasi, kelelahan, dan perspektif. Martin Sheen, di usianya yang ke-85, merasa dokumenter seharusnya fokus pada perkataan Charlie sendiri, bukan komentar keluarga.

Ia percaya akuntabilitas harus datang dari pusat cerita, bukan dari kerabat.

Sementara Emilio, yang selalu memilih jalur karier yang lebih tenang dan jauh dari skandal tabloid, hanya tidak ingin terlibat dalam "tontonan" itu.

Charlie sendiri memahami keputusan mereka, mengatakan bahwa ayah dan saudaranya sudah cukup menderita menghadapi masalahnya secara langsung, dan tidak perlu mengalaminya lagi di depan kamera.

3. Pesta Porn Star yang Gila-gilaan dan Rumah Sakit Misterius

Dokumenter ini dengan sengaja mengecilkan insiden pesta porn star yang melibatkan Cassie Jordan.

Padahal, pada Februari 2010, Charlie Sheen mengundang aktris film dewasa Cassie Jordan dan beberapa wanita lain ke mansion-nya di Los Angeles.

Sheen dilaporkan membayar Jordan 30.000 dolar AS hanya untuk hadir.

Pesta itu, tentu saja, melibatkan kokain, alkohol, dan aktivitas tanpa henti.

Cassie Jordan secara terbuka mengatakan bahwa Sheen menghisap kokain sepanjang malam dan menghabiskan puluhan ribu dolar untuk narkoba dalam satu waktu.

Ia menggambarkan malam itu sebagai salah satu malam paling gila dalam hidupnya.

Pesta itu berakhir tragis. Setelah berjam-jam berpesta, Sheen mulai menderita sakit perut parah dan dilarikan ke rumah sakit Cedar Sinai.

Secara resmi, insiden itu digambarkan sebagai hernia atau masalah perut, tetapi secara luas dikaitkan dengan penggunaan narkoba malam itu.

Charlie sendiri dalam dokumenter mengakui ia pernah menderita stroke pada 1998 yang tidak diketahui publik.

Mengingat semua ini, kritikus berasumsi bahwa "hernia" mungkin adalah kode untuk sesuatu yang jauh lebih buruk.

Insiden ini meledak di media, dan Cassie Jordan beralih dari aktris film dewasa yang tidak dikenal menjadi pusat badai tabloid.

Bagi Charlie, ini memperkuat reputasinya sebagai orang yang out of control.

Dalam beberapa bulan setelahnya, ia mengalami public meltdown yang terkenal dengan wawancara "Darah Harimau" dan dipecat dari Two and a Half Men.

4. Rivalitas Kakak-Adik yang Pedas

Dokumenter ini juga hampir tidak menyinggung rivalitas antara Charlie Sheen dan Emilio Estevez.

Meskipun tumbuh di rumah tangga yang sama, jalan karier mereka berbeda drastis.

Charlie tak pernah ragu mengejek kakaknya, bahkan saat tur "My Violent Torpedo of Truth" di New York, ia secara acak meneriakkan nama Emilio, dan kerumunan bersorak, mengacu pada peran Estevez di Mighty Ducks.

Rivalitas ini berakar dari perbedaan fundamental: Emilio menginginkan rasa hormat sebagai seniman serius, sementara Charlie cenderung pada selebriti, kekayaan, dan ketenaran mainstream.

Gaji Charlie yang lebih besar, peran yang lebih menonjol, dan popularitasnya di tabloid membayangi karier sutradara Emilio yang lebih tenang.

Ada yang mengatakan Emilio merasa frustrasi karena kerja kerasnya di belakang layar tidak pernah mendapat perhatian yang sama dengan kekacauan Charlie di depan kamera.

5. Perceraian Super Skandal: Charlie Sheen dan Denise Richards

Dokumenter ini tidak membahas detail perceraian skandal antara Charlie Sheen dan Denise Richards.

Setelah menikah pada 2002 dan memiliki dua putri, hubungan mereka berubah menjadi kekacauan.

Pada 2005, Richards, yang sedang hamil anak kedua, mengajukan gugatan cerai. Yang terjadi kemudian adalah salah satu perpisahan paling sengit dan skandal dalam sejarah Hollywood.

Tuduhan Richards terhadap Sheen sangat mengejutkan: ia bukan hanya menuduh suaminya bermasalah, tetapi juga berbahaya.

Richards menuduh Sheen sebagai penjudi kompulsif, menghamburkan uang untuk taruhan dan prostitusi.

Yang lebih gelap, Denise mengklaim Sheen memiliki obsesi terhadap pornografi anak.

Penggunaan narkoba, perilaku yang tidak menentu, dan temperamen keras Sheen membuatnya takut akan keselamatan dirinya dan putri-putri mereka. Ia bahkan menuduh Sheen mencoba memaksanya untuk melakukan aborsi.

Charlie Sheen, tentu saja, tidak tinggal diam. Ia menyerang Richards dengan penghinaan yang kejam, menyebutnya sebagai "ibu yang buruk" dan "wanita jahat yang menyedihkan tanpa bakat dan pekerjaan".

Pertarungan hak asuh anak juga berlangsung brutal. Richards ingin hak asuh tunggal, mengklaim gaya hidup Sheen yang penuh narkoba, pekerja seks, dan pesta liar membuatnya tidak layak menjadi ayah.

Richards bahkan mendapatkan perintah penahanan setelah bersaksi bahwa Sheen mengancam akan membunuhnya.

6. Insiden Penembakan Misterius Kelly Preston

Salah satu cerita paling liar yang terkait dengan Charlie Sheen adalah klaim bahwa ia menembak tunangannya, aktris Kelly Preston, di akhir tahun 80-an.

Selama bertahun-tahun, tabloid tak henti-hentinya mengangkat berita utama "Charlie Sheen Menembak Tunangannya, Kelly Preston."

Pada 1989, Sheen dan Preston bertunangan. Namun, hubungan mereka berakhir tiba-tiba setelah sebuah insiden di rumah Sheen di Los Angeles yang menyebabkan Preston terluka tembak.

Cerita yang beredar di tabloid adalah Sheen menembaknya saat bertengkar. Namun, menurut Sheen dan Preston sendiri, kebenarannya berbeda.

Preston dilaporkan sedang bersiap-siap di rumah Sheen suatu pagi. Ia mengambil celana Sheen dari lantai yang kebetulan ada revolver kecil terselip di saku.

Sayangnya, senjata itu meledak, dan peluru memantul dari ubin kamar mandi sebelum menyerempet lengan Preston.

Lukanya tidak mengancam jiwa, tetapi cukup untuk mengirimnya ke rumah sakit. Insiden itu mengakhiri pertunangan mereka.

Sheen telah berulang kali membahas insiden itu di masa lalu, seringkali dengan campuran penyesalan dan humor, namun ia tidak pernah membicarakannya dalam dokumenter. Ia selalu menyebutnya sebagai "kecelakaan aneh".

Meskipun Preston sendiri bertahun-tahun kemudian secara terbuka membenarkan bahwa itu adalah kecelakaan, headline "Charlie Sheen Menembak Kelly Preston" telah menjadi legenda urban yang menolak mati.

Refleksi di Balik Cahaya Bintang

Dokumenter Netflix ini, menurut kritikus, terlalu fokus pada efek kecanduan narkoba pada kesehatan Charlie Sheen, dan tidak cukup mendalami akun-akun berulang tentang perilakunya yang kasar terhadap banyak orang dalam hidupnya.

Dokumenter ini menyisakan banyak pertanyaan tentang tanggung jawab, penyesalan, dan dampak nyata dari tindakan Charlie Sheen pada orang-orang di sekitarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.