Jateng

Kaum Elit Lakukan Kanibalisme Demi Langgengnya Status Quo, Begini Ngerinya Film Horor Labinak: Mereka Ada di Sini

Theo Adi Pratama | 19 Agustus 2025, 15:39 WIB
Kaum Elit Lakukan Kanibalisme Demi Langgengnya Status Quo, Begini Ngerinya Film Horor Labinak: Mereka Ada di Sini

JATENG.AKURAT.CO, Demi langgengnya status quo, sekelompok kaum elit melakukan kanibalisme. 

Kisah itu terpampang menegrikan dal film Labinak: Mereka Ada di Sini. 

Dikisahkan, Najwa yang bekerja sebagai guru honorer tinggal di kampung bersama anak semata wayangnya, Yanti. 

Ibu dan anak itu hidup dengan kondisi ekonomi yang tidak layak. Suatu ketika, keduanya didatangi oleh Diana dari Yayasan Payung Emas yang ingin memindahkan mereka ke kota. 

Najwa ditawari menjadi guru di sekolah milik yayasan tersebut, dan Yanti bisa bersekolah dengan berbagai fasilitas yang lebih baik.

Semula, situasi berjalan manis. Namun, perlahan ada yang janggal di rumah dan sekolah yang kini menjadi kehidupan baru Najwa.

Najwa kerap dihantui oleh berbagai makhluk menyeramkan baik saat di rumah, maupun di sekolah.

Sementara itu, keluarga pemilik yayasan, Lucius tengah merencanakan hal yang tak pernah terbayangkan oleh Najwa sebelumnya. 

Najwa dan anaknya dipersiapkan oleh Lucius sebagai tumbal dari praktik kanibalisme keluarganya yang menganut sekte Bhairawa. 

Sebuah sekte yang menganut kepercayaan memakan daging manusia agar hidup mereka abadi.

Jumpa Media

Dalam sesi jumpa pers di Cinema XXI Mall The Park Semarang, Selasa (19/8/2025), berkumpul para aktor seperti Raihaanun (Najwa) yang menjelaskan tentang film Labinak: Mereka Ada di Sini, sangat berbeda dengan kebanyakan film horor. Sosok menakutkan justru ada pada diri manusia bukan hantu yang diwujudkan.

Raihaanun menyebut film Labinak adalah horor psikologis. Di mana kanibalisme memakan daging manusia terjadi di tengah masyarakat dan sudah jadi rahasia umum sebagai tumbal demi melanggengkan sesuatu yang dipertahankan.

"Film ini lebih ke keserakahan manusia itu digambarkan dan dibungkus dengan kanibalisme yang menurut saya sih belum pernah ada di film sebelumnya," kata Raihaanun. 

Raihaanun merasa tertantang dengan tema kanibalisme yang disodorkan ceritanya oleh sutradara Azhar Kinoi Lubis. Bagaimana kengerian berdarah-darah para korban kanibalisme yang jadi tumbal harus dimunculkan.

"Challengenya saya harus berinteraksi secara langsung setiap harinya terhadap organ-organ tubuh manusia yang jadi santapan kaum elit secara nyata," katanya.

Film Labinak: Mereka Ada di Sini, menjadi kritik bagi kaum elit dimana orang kelas bawah selalu jadi korban akibat janji dan bujuk rayu manis untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.

"Secara sosial statusnya kelas bawah dijadikan tumbal. Pelakunya kelas elit dengan janji manis," katanya.

Aktris lainnya, Jenny Zhang (Diana) menyebut film Labinak: Mereka Ada di Sini, merupakan urban story tentang kanibalisme yang sudah ada sejak jaman dulu dan diangkat menjadi film kekinian.

Penonton kata dia, akan dibawa secara emosional dengan adegan-adegan horor dari sisi kejamnya manusia terhadap sesamanya hanya karena keserakahan dunia dengan menjadikan tumbal.

"Saya berperan sebagai Bu Diana dari Yayasan yang mana sebuah sekte hitam dalam menghubungkan mencari korban tumbal, ngerinya ini manusianya bukan sosok horor hantunya," katanya.

Pemeran

Selain Raihaanun dan Jenny Zhang, film ini juga dibintangi oleh Arifin Putra, Giulio Parengkuan, Nayla Purnama, Chantiq Schagerl, Jenny Zhang, Aimee Saras, dan Ivanka Suwandi, Labinak: Mereka Ada di Sini akan mengeksplorasi tema kanibalisme yang berkelindan dengan kritik sosial tentang ketimpangan yang melanggengkan status quo kaum elite.

Film Labinak: Mereka Ada di Sini, jika sesuai jadwal akan tayang di seluruh bioskop Tanah Air mulai 21 Agustus 2025. Sepanjang film, penonton akan disuguhi kengerian berdarah. Mulai dari penampakan potongan-potongan tubuh, hingga wujud hantu baru yang dihadirkan Azhar Kinoi Lubis. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.