Jateng

Stok Beras Masih Aman, Cabai Dalam Pantauan, BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan terhadap Harga Pangan

Arixc Ardana | 14 Agustus 2026, 14:41 WIB
Stok Beras Masih Aman, Cabai Dalam Pantauan, BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan terhadap Harga Pangan

JATENG.AKURAT.CO, Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan beras di wilayahnya masih dalam kondisi aman meski sejumlah daerah mulai menghadapi dampak musim kemarau.

Namun demikian, BI tetap mewaspadai potensi tekanan harga pangan akibat berkurangnya produksi di beberapa daerah yang terdampak kekeringan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, mengatakan hasil koordinasi terbaru dengan Perum Bulog menunjukkan stok beras masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

"Cadangannya masih cukup. Berdasarkan koordinasi terakhir kami dengan Bulog, stok untuk sekitar tiga bulan ke depan masih aman," kata Noor Nugroho.

Meski stok beras terjaga, BI terus memantau perkembangan kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi produksi pangan.

Menurut Noor, kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah memang dapat menekan hasil panen, namun kondisi tersebut masih dapat diimbangi oleh daerah lain yang saat ini memasuki masa panen.

Ia menjelaskan, sejumlah sentra produksi padi di Jawa Tengah masih menunjukkan hasil panen yang baik sehingga pasokan beras relatif stabil.

"Kemarin sepanjang jalur Pantura juga masih banyak daerah yang panen padi. Mudah-mudahan persediaan pangan tetap aman dan antar daerah bisa saling menutupi kebutuhan," ujarnya.

BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan agar dampak kemarau tidak memicu lonjakan inflasi yang berlebihan.

Targetnya, inflasi kelompok bahan pangan bergejolak atau volatile food tetap berada di bawah 5 persen.

"Kami mengupayakan agar inflasi volatile food tetap di bawah 5 persen, sedangkan inflasi IHK secara keseluruhan berada di kisaran target 2,5 persen plus minus 1 persen. Mudah-mudahan tidak melampaui target tersebut," kata Noor.

Harga Cabai Masih Menjadi Perhatian

Selain beras, BI Jawa Tengah juga memberi perhatian khusus terhadap perkembangan harga cabai merah dan cabai rawit yang masih relatif tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk menjaga pasokan dan mengurangi risiko gejolak harga, BI bersama pemerintah daerah telah menjalankan berbagai program dukungan kepada petani, mulai dari penyediaan sarana distribusi hingga pengembangan budidaya cabai melalui greenhouse.

"Harga cabai merah dan cabai rawit masih menjadi perhatian. Kami sudah memberikan dukungan alat transportasi untuk kelompok tani di Wonosobo dan juga membangun greenhouse, termasuk greenhouse komunal di lingkungan pondok pesantren," jelas Noor Nugroho.

Menurutnya, program pengembangan cabai yang dijalankan selama ini cukup efektif dalam membantu menjaga pasokan. Bahkan sebagian hasil produksi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di Jawa Tengah.

"Minimal sekitar 20 persen hasil produksinya diperuntukkan bagi pasar lokal Jawa Tengah," ujarnya.

Ke depan, BI Jawa Tengah akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota untuk memetakan wilayah yang membutuhkan dukungan pengairan.

Langkah ini juga mencakup optimalisasi sekitar 12 ribu pompa air yang tersebar di berbagai daerah guna menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan pangan tetap aman, menekan risiko kenaikan harga, serta memastikan inflasi Jawa Tengah tetap berada dalam sasaran yang telah ditetapkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.