Jateng

BI Jateng Perkuat Literasi dan Halal Value Chain, Sinergi Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah

Arixc Ardana | 7 Agustus 2026, 14:23 WIB
BI Jateng Perkuat Literasi dan Halal Value Chain, Sinergi Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho

JATENG.AKURAT.CO, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah resmi menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 pada 6–9 Agustus 2026 di Queen City Mall Semarang.

Mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Sinergi Penguatan Literasi dan Halal Value Chain", kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Tengah.

FAJAR 2026 merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Kegiatan ini menghadirkan pemerintah, regulator, akademisi, pondok pesantren, pelaku usaha, perbankan syariah, lembaga zakat dan wakaf, hingga media massa dalam satu wadah kolaborasi.

Opening Ceremony FAJAR 2026 yang digelar di The Suri Ballroom Queen City Mall Semarang dihadiri sekitar 400 tamu undangan, di antaranya perwakilan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), LPPOM MUI, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), organisasi perangkat daerah, pelaku usaha syariah, hingga kalangan akademisi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.

Menurutnya, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, regulator, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga masyarakat agar potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah dapat berkembang lebih cepat.

"Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan sinergi seluruh stakeholder. Karena itu kami terus memperkuat literasi masyarakat sekaligus membangun Halal Value Chain agar ekosistem ekonomi syariah di Jawa Tengah semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan," ujar M. Noor Nugroho.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama Bank Indonesia adalah meningkatkan literasi ekonomi syariah sejak dini melalui dunia pendidikan.

Sebagai langkah konkret, BI Jateng telah menyelenggarakan workshop bagi para guru sebagai Key Opinion Leader (KOL) sekaligus mendorong pembentukan Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES) di Jawa Tengah.

"Melalui Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah, kami ingin nilai-nilai ekonomi syariah tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam budaya sekolah, mulai dari pembelajaran, pengelolaan kantin halal dan sehat, koperasi siswa, hingga pembentukan Unit Pengumpul Zakat," kata Noor.

Program tersebut melibatkan sekitar 450 guru dan kepala SMA se-Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Selain penguatan literasi, BI Jateng juga terus memperkuat Halal Value Chain (HVC) melalui berbagai program, seperti edukasi ekonomi syariah, pelatihan dan sertifikasi penyelia serta auditor halal, pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha, hingga pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

Menurut Noor, penguatan Halal Value Chain menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan daya saing produk halal Jawa Tengah sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.

"Kami ingin ekosistem halal di Jawa Tengah tumbuh secara menyeluruh, mulai dari proses produksi, sertifikasi, pembiayaan, hingga pemasaran. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki daya saing yang lebih tinggi baik di pasar nasional maupun internasional," ungkapnya.

Sebagai bagian dari Road to FESyar dan ISEF 2026, BI Jateng juga menggelar berbagai kegiatan pendukung, antara lain implementasi digitalisasi keuangan sosial syariah, business matching pembiayaan, Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026, hingga Forum Silaturahmi Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN).

Pada pelaksanaan FAJAR 2026, Bank Indonesia juga menghadirkan Halal Experience yang diikuti 18 tenant kuliner halal dan sembilan booth edukasi.

Tahun ini terdapat sejumlah inovasi baru berupa Halal Value Chain Hub sebagai pusat konsultasi dan sertifikasi halal, Business & Financial Hub yang menyediakan layanan konsultasi produk dan jasa keuangan syariah serta aplikasi pariwisata Jasirah, serta Sustainability Hub yang menghadirkan edukasi gaya hidup berkelanjutan melalui fesyen ramah lingkungan, praktik daur ulang, hingga workshop kreatif.

Bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, BI Jateng juga menggelar edukasi pembentukan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di lingkungan sekolah menengah pertama sebagai upaya memperkuat budaya halal sejak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut turut diserahkan penghargaan Halal Chef Competition kategori profesional kepada Mohamad Rozikin dari F&B Consultant Jepara sebagai juara pertama, Wahyu Bagas Widiyanto dari Gumaya Tower Hotel Semarang sebagai juara kedua, dan Dhani Ardiansyah dari Bodega at Somerset Queen City Semarang sebagai juara ketiga.

FAJAR 2026 juga menjadi bagian dari dukungan Bank Indonesia terhadap target pembangunan Provinsi Jawa Tengah tahun 2027, khususnya pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pada hari pertama penyelenggaraan digelar sesi berbagi pengalaman mengenai pengembangan pariwisata ramah muslim.

M. Noor Nugroho berharap seluruh rangkaian kegiatan FAJAR 2026 mampu memperkuat literasi ekonomi dan keuangan syariah, memperluas akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku usaha syariah, serta mempererat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"FAJAR bukan sekadar festival, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Jawa Tengah. Melalui sinergi yang semakin erat, kami optimistis ekonomi syariah dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," pungkasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.