Jateng

Jateng Kembali Tarik Investasi Asing, Perusahaan Australia Siapkan Pabrik Bahan Baterai di Batang

Muhammad Husni Mushonifi | 4 Agustus 2026, 14:50 WIB
Jateng Kembali Tarik Investasi Asing, Perusahaan Australia Siapkan Pabrik Bahan Baterai di Batang

JATENG.AKURAT.CO, Jawa Tengah kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan utama investasi asing di Indonesia. Perusahaan asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), memastikan komitmennya untuk menanamkan investasi senilai sekitar US$350 juta di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang guna membangun fasilitas produksi precursor cathode active material (PCAM), bahan baku penting industri baterai kendaraan listrik.

Proyek tersebut dijadwalkan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2027 dan diperkirakan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja selama proses pembangunan. Setelah beroperasi, fasilitas itu akan mempekerjakan sekitar 200 karyawan tetap, di luar peluang kerja yang muncul pada sektor pendukung seperti logistik, transportasi, dan distribusi.

Ketua PBT, Stephen Wilmot, mengatakan perusahaan saat ini sedang menyelesaikan tahap rekayasa teknik sebagai persiapan pembangunan pabrik.

"Kami berharap pembangunan dapat dimulai tahun depan," ujar Wilmot usai bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (3/8/2026).

Ia menegaskan, perusahaan akan mengutamakan perekrutan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Untuk mendukung kebutuhan industri, PBT juga akan menyediakan program pendidikan dan pelatihan agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang dibutuhkan.

"Kami tidak berencana mendatangkan pekerja dari luar negeri. Fokus kami adalah melatih masyarakat lokal agar siap bekerja di fasilitas ini," katanya.

Menurut Wilmot, proyek di Batang merupakan investasi terbesar yang pernah dilakukan PBT. Kapasitas pabrik tersebut bahkan diperkirakan lebih dari empat kali lebih besar dibanding fasilitas pemurnian yang dimiliki perusahaan di Jerman.

Apabila telah beroperasi penuh, pabrik diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan hingga US$900 juta per tahun, meski capaian tersebut tetap dipengaruhi perkembangan harga nikel di pasar global.

Dalam operasionalnya, PBT akan memanfaatkan bahan baku nikel dari Indonesia untuk mendukung pengembangan rantai pasok industri baterai kendaraan listrik secara menyeluruh. Produk yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai komponen baterai kendaraan listrik, bus, hingga sistem penyimpanan energi.

Selain memproduksi material baterai, perusahaan juga berencana mengembangkan sistem daur ulang baterai yang telah habis masa pakainya guna mengurangi dampak lingkungan.

Wilmot mengungkapkan, meski memiliki opsi membangun fasilitas di wilayah yang lebih dekat dengan sumber tambang nikel, perusahaan akhirnya memilih Jawa Tengah karena dinilai memiliki lokasi strategis, ketersediaan tenaga kerja, serta prospek kuat sebagai kawasan industri manufaktur.

"Kami menghabiskan waktu cukup lama sebelum memutuskan berinvestasi di Jawa Tengah. Ini merupakan proyek yang sangat penting bagi perusahaan kami," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif komitmen investasi tersebut. Menurutnya, kehadiran industri bahan baku baterai akan mendukung percepatan pengembangan energi baru terbarukan sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Ia berharap hasil produksi pabrik tidak hanya ditujukan untuk pasar ekspor, tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, termasuk mendukung pemanfaatan panel surya dan kendaraan listrik di Jawa Tengah.

"Kalau memungkinkan, produk energi terbarukan tidak hanya diarahkan untuk ekspor, tetapi juga dimanfaatkan di dalam negeri, khususnya di Jawa Tengah," kata Luthfi.

Ia menambahkan, dengan jumlah penduduk sekitar 38 juta jiwa di 35 kabupaten/kota, Jawa Tengah memiliki pasar yang besar bagi pengembangan energi bersih dan kendaraan listrik. Pemerintah provinsi juga terus mendorong penggunaan panel surya di gedung-gedung pemerintah, kawasan waduk, hingga pengembangan transportasi umum berbasis kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi energi di daerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.