Jateng

Bubur Ayam Brewok Tembalang Makin Praktis dengan QRIS BRI, Ajak UMKM Beralih ke Transaksi Digital

Arixc Ardana | 15 Mei 2026, 17:10 WIB
Bubur Ayam Brewok Tembalang Makin Praktis dengan QRIS BRI, Ajak UMKM Beralih ke Transaksi Digital
Pelanggan cukup memindai kode QRIS menggunakan aplikasi pembayaran di ponsel, lalu transaksi langsung selesai dalam hitungan detik.

JATENG.AKURAT.CO, Ramainya pembeli sudah menjadi pemandangan biasa di lapak Bubur Ayam Brewok kawasan Tembalang, Kota Semarang, terutama saat pagi hari.

Antrean pelanggan yang datang silih berganti membuat kecepatan pelayanan menjadi hal penting agar pembeli tidak menunggu terlalu lama.

Di tengah tingginya aktivitas usaha tersebut, penggunaan QRIS BRI menjadi solusi pembayaran yang dirasakan sangat membantu.

Selain mempermudah transaksi, layanan pembayaran digital itu membuat proses pelayanan pelanggan menjadi lebih cepat, aman, dan praktis.

Pegawai Bubur Ayam Brewok Tembalang Wahyudi, mengaku sejak menggunakan QRIS BRI, dirinya tidak lagi kerepotan menyiapkan uang kembalian saat jam sibuk.

Pelanggan cukup memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran di ponsel, lalu transaksi langsung selesai dalam hitungan detik.

“Kalau pagi itu ramai sekali. Kadang pembeli antre dan dulu sering repot cari uang kembalian. Sekarang jauh lebih mudah karena tinggal scan QRIS, pembayaran langsung masuk,” ujarnya.

Menurutnya, kemudahan transaksi tersebut membuat pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif.

Pembeli tidak perlu membawa uang tunai, sementara pedagang bisa melayani lebih cepat tanpa harus menghitung uang secara manual.

Tak hanya soal kecepatan, dirinya juga merasakan manfaat dari sisi keamanan dan pencatatan transaksi.

Seluruh pembayaran yang masuk melalui QRIS otomatis tercatat, sehingga memudahkan pengelolaan pemasukan usaha setiap hari.

“Lebih aman juga karena uang langsung masuk ke rekening. Semua transaksi tercatat otomatis, jadi gampang mengecek pemasukan harian,” katanya.

Transaksi lebih mudah praktis dan aman dengan QRIS BRI. FOTO AI/Arixc Ardana

Ia menilai penggunaan QRIS sangat cocok diterapkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pedagang kuliner seperti dirinya.

Bahkan, proses pembuatan QRIS BRI disebut tidak rumit dan dapat dilakukan dengan mudah.

Karena pengalaman positif tersebut, dirinya mengajak sesama pedagang untuk mulai menggunakan QRIS dalam aktivitas usaha mereka.

“Menurut saya pedagang sekarang sebaiknya sudah punya QRIS. Buatnya mudah, transaksi cepat, aman, dan semua pembayaran otomatis tercatat. Jadi usaha juga lebih tertata,” tambahnya.

QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code yang dikembangkan oleh Bank Indonesia.

Kehadiran QRIS bertujuan membuat proses transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan aman baik bagi pembeli maupun pelaku usaha.

Dengan satu kode QRIS, merchant dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi perbankan digital maupun dompet elektronik (e-wallet).

Sistem ini juga mendukung interoperabilitas antarbank dan penyelenggara jasa pembayaran, sehingga transaksi menjadi lebih fleksibel.

QRIS memiliki beberapa jenis layanan, di antaranya QRIS Statis dan QRIS Dinamis. QRIS Statis menggunakan kode tetap yang dapat dipasang di tempat usaha untuk dipindai pelanggan.

Sementara QRIS Dinamis menghasilkan kode unik pada setiap transaksi melalui sistem kasir, aplikasi POS, atau perangkat merchant.

Selain itu terdapat QRIS Merchant Presented Mode (MPM), yaitu sistem pembayaran di mana kode QR disediakan merchant untuk dipindai pelanggan menggunakan telepon seluler.

Ada pula QRIS Customer Presented Mode (CPM), yakni pelanggan menunjukkan QRIS untuk dipindai kasir.

Kini juga tersedia QRIS Tap berbasis NFC, di mana pengguna cukup mendekatkan ponsel ke alat pembaca agar transaksi terselesaikan otomatis.

Regional Micro Banking Head BRI Region Semarang, Hery Nofriady, mengatakan BRI terus mendorong pelaku usaha memanfaatkan layanan QRIS sebagai bagian dari transformasi digital UMKM.

“QRIS BRI hadir untuk memberikan kemudahan transaksi bagi merchant. Selain cepat, mudah, dan aman, seluruh pembayaran juga tercatat dengan baik sehingga membantu pelaku usaha dalam pengelolaan keuangan serta mendukung pengembangan usaha,” ujarnya.

Menurutnya, QRIS juga menjadi solusi transaksi modern yang semakin dibutuhkan masyarakat karena mampu memangkas waktu antrean serta memberikan kenyamanan pembayaran tanpa uang tunai.

“BRI terus memperluas akses layanan QRIS agar semakin banyak UMKM bisa naik kelas melalui digitalisasi transaksi,” tambahnya.

Untuk menjadi merchant QRIS BRI, proses pengajuannya relatif mudah.

Pelaku usaha cukup memiliki rekening BRI aktif sebagai rekening penampungan dana transaksi.

Selain itu, calon merchant perlu menyiapkan KTP yang masih berlaku, data usaha seperti nama usaha, alamat, jenis usaha, nomor telepon aktif, serta alamat email valid.

Pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi BRIMerchant yang tersedia di Play Store maupun App Store, atau dengan datang langsung ke kantor BRI terdekat.

Melalui aplikasi BRIMerchant, calon merchant cukup memasukkan nomor rekening BRI, memilih nomor telepon yang terdaftar, lalu melakukan verifikasi menggunakan kode OTP.

Setelah itu, merchant diminta melakukan foto scan KTP dan proses verifikasi identitas atau Know Your Customer (KYC).

Selanjutnya, calon merchant dapat memilih jenis layanan QRIS, baik QRIS Statis maupun QRIS Dinamis, kemudian mengisi data usaha secara lengkap mulai dari nama usaha, alamat, bentuk usaha, jenis usaha, pendapatan usaha, jam operasional, hingga mengunggah foto tempat usaha.

Setelah seluruh data lengkap, merchant dapat membuat akun BRIMerchant dengan melengkapi nomor telepon, email, serta kata sandi, kemudian menyetujui syarat dan ketentuan serta melakukan tanda tangan digital.

Apabila pengajuan disetujui, merchant akan menerima notifikasi melalui WhatsApp.

Bagi pelaku usaha yang memilih datang langsung ke kantor BRI, proses pendaftaran juga cukup sederhana.

Merchant hanya perlu mengisi formulir pendaftaran, menyerahkan dokumen persyaratan, menjalani proses verifikasi, dan menandatangani perjanjian kerja sama.

Setelah disetujui, merchant akan memperoleh Merchant ID serta kode QRIS yang siap digunakan untuk transaksi usaha.

Melalui kemudahan tersebut, QRIS BRI diharapkan dapat semakin mendorong pelaku UMKM memanfaatkan transaksi digital, memperluas akses pembayaran, sekaligus meningkatkan efisiensi usaha di tengah perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi non-tunai.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.