Jateng

Jelang Lebaran, Harga Cabai Meroket! Wali Kota Semarang Turun Langsung Cek Stok dan Stabilitas Bapokting

Muhammad Husni Mushonifi | 4 Maret 2026, 18:56 WIB
Jelang Lebaran, Harga Cabai Meroket! Wali Kota Semarang Turun Langsung Cek Stok dan Stabilitas Bapokting
Wali Kota Semarang saat memperhatikan harga kebutuhan pokok

JATENG.AKURAT.CO, Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat memastikan ketersediaan dan stabilitas harga Barang Kebutuhan Pokok dan Penting (Bapokting). 

Dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, jajaran pemkot melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah titik strategis pada Rabu (4/3/2026).

Tiga lokasi menjadi fokus pemantauan, yakni Pasar Peterongan, Superindo Sriwijaya, dan Pasar Karangayu. 

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung dinamika harga, baik di pasar tradisional maupun ritel modern, sekaligus menyerap informasi dari pedagang dan konsumen.

Di Pasar Peterongan dan Superindo Sriwijaya, Agustina memastikan harga beras masih dalam kondisi relatif stabil. 

“Dua pusat perbelanjaan ya. Satu di Pasar Peterongan, dan sekarang kita di Superindo. Kalau harga beras, rata-rata masih normal ya,” ujarnya di sela-sela pantauan.

Stabilnya harga beras menjadi kabar baik bagi masyarakat, mengingat komoditas ini merupakan kebutuhan pokok utama menjelang lebaran. 

Namun, kondisi berbeda terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura. Cabai tercatat mengalami lonjakan harga cukup signifikan, sementara harga telur menunjukkan fluktuasi.

Lonjakan harga cabai disinyalir dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idul Fitri, di tengah pasokan yang belum sepenuhnya mampu mengimbangi kebutuhan pasar. Situasi ini menjadi perhatian khusus Wali Kota.

“Yang masih tinggi sekali adalah cabai. Cabai, ini tadi ada Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Saya minta supaya melakukan hal yang diperlukan untuk intervensi menurunkan harga cabai,” tegasnya.

Pemerintah Kota Semarang menyadari bahwa kenaikan harga di pasar tradisional berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Karena itu, langkah antisipatif disiapkan melalui penguatan program intervensi pasar.

Salah satu strategi yang akan diintensifkan adalah pasar murah keliling. Program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Kota Semarang untuk menyediakan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau di sejumlah titik permukiman warga.

“Pasar murah keliling kita lakukan dengan berbagai stakeholder yang ada di Kota Semarang. Tujuannya adalah untuk menekan lonjakan harga dan memberikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang terjangkau bagi masyarakat. Siap-siap ya dengan panggilan pasar murah dan intervensi,” pungkas Agustina.

Dengan langkah proaktif tersebut, Pemkot Semarang berharap gejolak harga menjelang Lebaran dapat terkendali, distribusi bahan pokok tetap lancar, dan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan sehari-hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.