Jateng

Rupiah Wajib Waspada! Dollar Menguat, Ancaman Resesi Global Semakin Nyata!

Theo Adi Pratama | 5 Agustus 2025, 17:37 WIB
Rupiah Wajib Waspada! Dollar Menguat, Ancaman Resesi Global Semakin Nyata!

JATENG.AKURAT.CO, Gejolak di pasar keuangan global kembali memanas, dan kali ini sentimen negatif datang dari Amerika Serikat.

Dollar AS, yang sempat melemah, kini kembali menguat terhadap euro dan yen.

Kondisi ini dipicu oleh data pekerjaan AS yang jauh di bawah ekspektasi, memicu spekulasi bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga.

Menurut laporan dari Reuters, indeks dolar yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik ke level 98,816 setelah menyentuh level terendah satu minggu di 98,609. Ini menjadi pertanda bahwa badai ekonomi belum benar-benar berlalu.

The Fed Siap Pangkas Suku Bunga Tiga Kali Berturut-turut?

Lemahnya data pekerjaan di AS pada hari Jumat pekan lalu, mendorong analis dari Goldman Sachs memprediksi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga hingga tiga kali berturut-turut, dimulai pada September nanti.

Langkah ini dilakukan untuk menopang ekonomi AS yang dinilai berada di "jalur stagnasi".

Bahkan, pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin bisa saja terjadi jika laporan pekerjaan berikutnya menunjukkan kenaikan pengangguran yang lebih parah.

Spekulasi ini diperkuat oleh money market yang kini memperkirakan 92% kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan September.

Angka ini melonjak tajam dari 63% di minggu sebelumnya, menunjukkan keyakinan pasar yang sangat kuat.

Gejolak Politik di Tubuh The Fed dan Kebijakan Trump

Selain masalah ekonomi, ada juga drama politik yang memicu kekhawatiran.

Pemecatan Kepala Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) pada hari Jumat dan pengunduran diri Gubernur The Fed, Adriana Kugler, bisa memperkuat tekad Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk melindungi independensinya.

"Para pelaku pasar kemungkinan besar menyimpulkan bahwa laporan (pekerjaan AS) memberikan Presiden Donald Trump lebih banyak alasan untuk 'memecat' Jay Powell," ujar Thierry Wizman, ahli strategi valuta asing global dari Macquarie Group.

Ancaman ini menambah ketidakpastian di tengah kebijakan tarif baru yang diberlakukan Trump pada impor dari puluhan negara, yang memicu kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi global.

Hal ini membuat banyak negara, termasuk Swiss, berusaha keras melakukan negosiasi perdagangan untuk menghindari tarif impor AS yang mengancam ekonominya.

Lantas, bagaimana nasib mata uang lain? Euro terpantau melemah 0,12% terhadap dolar, sementara yen Jepang juga turun 0,14%.

Sementara itu, dolar Australia dan dolar Selandia Baru juga ikut tertekan, masing-masing melemah 0,05% dan 0,1%.

Semua indikator ini menunjukkan bahwa ekonomi global sedang berada di persimpangan jalan yang penuh ketidakpastian.

Dengan suku bunga The Fed yang kemungkinan akan segera dipangkas dan kebijakan Trump yang menimbulkan kekacauan, apakah Rupiah kita akan sanggup bertahan?

Bagaimana menurutmu? Siapkah ekonomi Indonesia menghadapi badai global ini?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.