Rupiah Wajib Waspada! Dollar Menguat, Ancaman Resesi Global Semakin Nyata!

JATENG.AKURAT.CO, Gejolak di pasar keuangan global kembali memanas, dan kali ini sentimen negatif datang dari Amerika Serikat.
Dollar AS, yang sempat melemah, kini kembali menguat terhadap euro dan yen.
Kondisi ini dipicu oleh data pekerjaan AS yang jauh di bawah ekspektasi, memicu spekulasi bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga.
Menurut laporan dari Reuters, indeks dolar yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik ke level 98,816 setelah menyentuh level terendah satu minggu di 98,609. Ini menjadi pertanda bahwa badai ekonomi belum benar-benar berlalu.
The Fed Siap Pangkas Suku Bunga Tiga Kali Berturut-turut?
Lemahnya data pekerjaan di AS pada hari Jumat pekan lalu, mendorong analis dari Goldman Sachs memprediksi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga hingga tiga kali berturut-turut, dimulai pada September nanti.
Langkah ini dilakukan untuk menopang ekonomi AS yang dinilai berada di "jalur stagnasi".
Bahkan, pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin bisa saja terjadi jika laporan pekerjaan berikutnya menunjukkan kenaikan pengangguran yang lebih parah.
Spekulasi ini diperkuat oleh money market yang kini memperkirakan 92% kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan September.
Angka ini melonjak tajam dari 63% di minggu sebelumnya, menunjukkan keyakinan pasar yang sangat kuat.
Gejolak Politik di Tubuh The Fed dan Kebijakan Trump
Selain masalah ekonomi, ada juga drama politik yang memicu kekhawatiran.
Pemecatan Kepala Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) pada hari Jumat dan pengunduran diri Gubernur The Fed, Adriana Kugler, bisa memperkuat tekad Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk melindungi independensinya.
"Para pelaku pasar kemungkinan besar menyimpulkan bahwa laporan (pekerjaan AS) memberikan Presiden Donald Trump lebih banyak alasan untuk 'memecat' Jay Powell," ujar Thierry Wizman, ahli strategi valuta asing global dari Macquarie Group.
Ancaman ini menambah ketidakpastian di tengah kebijakan tarif baru yang diberlakukan Trump pada impor dari puluhan negara, yang memicu kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi global.
Hal ini membuat banyak negara, termasuk Swiss, berusaha keras melakukan negosiasi perdagangan untuk menghindari tarif impor AS yang mengancam ekonominya.
Lantas, bagaimana nasib mata uang lain? Euro terpantau melemah 0,12% terhadap dolar, sementara yen Jepang juga turun 0,14%.
Sementara itu, dolar Australia dan dolar Selandia Baru juga ikut tertekan, masing-masing melemah 0,05% dan 0,1%.
Semua indikator ini menunjukkan bahwa ekonomi global sedang berada di persimpangan jalan yang penuh ketidakpastian.
Dengan suku bunga The Fed yang kemungkinan akan segera dipangkas dan kebijakan Trump yang menimbulkan kekacauan, apakah Rupiah kita akan sanggup bertahan?
Bagaimana menurutmu? Siapkah ekonomi Indonesia menghadapi badai global ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 5Tanda Bansos Kamu Sudah Diterima dan Siap Diambil! Lakukan Cek dengan 3 Cara Mudah Ini
- 6Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 7Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 8Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 9Gagal Move On, Manchester United Siap Bajak Elliot Anderson dari Bawah Hidung City
- 10Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'





