Jateng

Tak Minder Meski Tuna Rungu, Madina Salma Tsuroya Tembus Komunitas Fashion Desain Internasional dan Pasar Global

Arixc Ardana | 6 Maret 2025, 20:34 WIB
Tak Minder Meski Tuna Rungu, Madina Salma Tsuroya Tembus Komunitas Fashion Desain Internasional dan Pasar Global

JATENG.AKURAT.CO, Seorang gadis membukakan pintu gerbang sebuah rumah, dengan kemampuan komunikasi yang terbatas, gadis itu berusaha menjamu para tamu dengan ramah.

Tak bisa ditutupi bahwa tamu-tamu itu tampak ‘bekerja keras’ untuk memahami gaya komunikasi gadis tuna rungu yang bernama Madina Salma.

Meski sulit memahami setiap arti ekspresi tubuh Madina Salma, para tamu tetap antusias meskipun harus secara perlahan-lahan memberi feedback.

Sekejap kemudian, Pradipta Rahmawati yang merupakan rekan bisnis Madina Salma hadir dan membantu alur komunikasi Madina Salma dan para tamu.

Terlihat betul semangat Madina Salma yang tidak ingin terkekang oleh keterbatasan fisiknya.

Dia tidak mau membatasi kreatifitas meski harus bekerja dua atau tiga kali lebih keras dari orang-orang di sekitarnya.

Itulah yang dilakukan oleh Madina Salma Tsuraya yang saat ini dikenal sebagai fashion desainer berkebutuhan khusus karena memiliki kondisi tuna rungu.

 

Madina berhasil mengembangkan brand butik miliknya sendiri dan memenangkan banyak kejuaraan fashion desain serta berhasil melakukan ekspor ke berbagai negara melalui komunitas fashion desain yang difasilitasi UNESCO

Pradipta Rahmawati yang tulus mendampingi Madina Salma mengatakan bahwa pasar yang sudah dikelola oleh Madina Salma antara lain ada di Semarang, Jakarta, Bali, Singapura, Prancis, Jepang, dan beberpaa negara Eropa.

“Kami juga mengikuti komunitas fashion dari UNESCO yang membantu kami mendapat klien-klien dari luar negeri,” ujar wanita yang akrab disapa Dita kepada para jurnalis dan tamu yang hadir, Kamis (6/3/2025).

Peran BRI

Pencapaian Madina Salma tak lepas dari peran Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang memberikan bantuan permodalan, pelatihan, pameran, hingga kompetisi.

“Sebelum mendapat bantuan dari BRI kami bekerja sendiri, sulit mendapat komunitas, sulit mengikuti ekspo dan lain-lain,” tutur Dita.

“Setelah BRI hadir dalam usaha kami, bisa mengikuti ekspo-ekspo level nasional dan mendapatkan klien yang lebih besar,” sambungnya.

Dita yang menjelaskan maksud ucapan Madina Salma mengatakan bahwa dalam setiap ekspo dirinya pasti mendapat permodalan, mesin ADC serta Qris untruk kemudahan transaksi.

“Saat ekspo, kami juga dipinjami mesin ADC untuk pembayaran, kami juga memakai qris untuk mempermudah pembayaran dengan BRI,” ujarnya.

Madina yang saat ini berusia 28 tahun sudah memiliki minat di dunia menjahit sejak SMP. Bahkan usai lulus dari SMA Islam Sultan Agung Jurusan IPA, Madina makin giat melatih kemampuan menjahitnya secara otodidak.

“Mbak Madina usianya sekarang 28 tahun. Awalnya sejak SMP suka main mesin jahit dari tante, kemudian pas lulus SMA mulai belajar menjahit dari youtube,” tuturnya.

Prestasi Madina

Dari dunia yang digelutinya, Madina sudah memperoleh juara 2 kompetisi fashion desain di Jateng Desain Competition 2024.

Di lemari yang dipajang di ruang tamu juga nampak beberapa piala dan piagam kejuaraan dari berbagai kompetisi dan event.

“Di situ juga ada beberapa piala lainnya di mana Madina mengikuti kejuaraan-kejuaraan dengan meraih juara satu, juara harapan dua, semuanya juga fashion desain untuk kompetisinya. Jadi Madina ini suka ikut pameran dan kompetisi,” beber Dita yang merupakan sahabat karib Madina.

Terkait penjualan produk Madina Salma, Dita menjelaskan pemesanan paling banyak di ready to day dan beberapa ready to wear. Dita mengatakan pemasaran produknya melalui media sosial dan dibantu melalui ekspo serta galery BRI.

“Pemasarannya lewat instagram, kalau yang ekspo-ekspo biasanya dari BRI, yang terakhir di BRI UMKM Eksport yang di SBSD,” tuturnya.

Madina Salma menjelaskan dengan bantuan Dita bahwa dia mulai mengembangkan kemampuan menjahitnya menjadi bisnis fashion desain sejak tahun 2022. Madina berani tampil beda meskipun keahliannya belajar secara otodidak.

Madina mampu membuat Bradsmaid dengan pemesanan serta pengukuran ukuran tubuh pelanggan secara online.

“Yang dikerjakan biasanya pemesanan yang braidsmaid, kalau yang ready to wear masih sendiri untuk mendesain. Nah kalau braidsmaid ini kan biasanya desain dan pengukurannya request dari konsumen. Pengukurannya bisa dikirim online,” bebernya.

 

Madina Salma sendiri saat ini memiliki empat karyawan yang mana salah satunyta memiliki disibalitas tuna rungu. Untuk ciri khas desain, Madina Salma kerap memakai batik, perca, dan kolaborasi dengan seni lukis

“Kami kolaborasi dengan setitik culture wear yang motifnya dari bangunan Belanda yang ada di Kota Lama Semarang. Pelukisnya dari Bali namanya Idayu,” tutur Dita.

Walaupun Madina Salma memiliki disabilitas tuna rungu, dia tidak minder untuk berekspresi sehingga bisa terus berkreasi. Meski begitu, sebagai UMKM, terdapat satu masalah yakni permodalan.

“Masalah terberat UMKM tentu saja adalah permodalan. Terutama saat fashion show itu cukup sulit permodalannya, apalagi jika eventnya di luar kota,” beber Dita.

Di saat sulit itulah kemudian BRI hadir memberikan bantuan permodalan serta fasilitasi ke berbagai pameran dan kompetisi hingga mendapatkan klien baru.

“Kami kemudian mendapatkan bantuan modal dari BRI pada tahun 2024, hasilnya kami bisa lebih ekspresif dalam pemasaran dan bisa mengikuti berbagai ekspo. Salah satunya saat kami mengikuti ekspo Bhayangkari, kami mendapat klien baru dari ibu-ibu Bhayangkari Polda Jateng. Bahkan kami mendapat pesanan batik custom dari Ibu Kapolri,” ungkapnya.

Kondisi Madina yang tuna rungu ini tentu saja menyulitkannya dalam bekerja, dia butuh pendamping untuk berkomunikasi dengan konsumen.

“Nah yang mendampingi kadang-kadang saya, kadang mamahnya, saudara atau temen-temen yang lain. Tapi kalau orderan aman selama menggunakan teks atau online. Kalau omset per bulan sekitar 20 jutaan rupiah,” tutup Dita.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.