Jateng

PNM Mekaar Menuju Transformasi Modern: Kartika Wirjoatmodjo Apresiasi Peran PNM dalam Pemberdayaan Ibu-Ibu Prasejahtera

Theo Adi Pratama | 7 Oktober 2024, 20:52 WIB
PNM Mekaar Menuju Transformasi Modern: Kartika Wirjoatmodjo Apresiasi Peran PNM dalam Pemberdayaan Ibu-Ibu Prasejahtera

JATENG.AKURAT.CO, Wakil Menteri BUMN RI, Kartika Wirjoatmodjo, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kinerja PT Permodalan Nasional Madani (PNM), khususnya melalui program PNM Mekaar yang berfokus pada pemberdayaan ibu-ibu prasejahtera.

Dalam kunjungannya ke Kantor Pusat PNM pada Senin, 7 Oktober 2024, Kartika—yang akrab disapa Tiko—menyoroti pencapaian luar biasa PNM dalam memperluas dampak sosialnya.

Sejak tahun 2016, program PNM Mekaar telah menunjukkan perkembangan signifikan, dari hanya melayani 432 ribu nasabah ibu-ibu menjadi 21 juta nasabah di seluruh Indonesia pada tahun 2024.

"PNM mampu menjalankan kombinasi antara program sosial dan korporasi modern," ujar Tiko, memuji bagaimana PNM mampu menggabungkan misi sosial dengan pengelolaan perusahaan yang profesional.

Modernisasi dan Optimalisasi Keuangan

Tiko menekankan pentingnya modernisasi yang dilakukan PNM dalam delapan tahun terakhir, terutama dalam hal sistem manajemen dan pengelolaan keuangan.

Modernisasi ini menjadi fondasi keberhasilan PNM dalam mencapai hasil optimal, sekaligus membuktikan bahwa korporasi bisa menjalankan program sosial secara efektif tanpa mengabaikan profesionalisme bisnis.

Lebih lanjut, Tiko berharap agar PNM terus memajukan konsep pemberdayaan berkelompok, yang telah menjadi ciri khas PNM Mekaar dalam membantu ibu-ibu prasejahtera naik kelas.

"Program pemberdayaan seperti ini harus terus dipertahankan dan diperkuat, terutama dengan adanya optimalisasi proses bisnis serta inovasi digital yang sejalan dengan budaya perusahaan," tuturnya.

Visi Besar Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Sebagai ujung tombak pemberdayaan ekonomi kerakyatan, PNM memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat prasejahtera.

Tiko menyatakan bahwa pengelolaan modern yang diterapkan PNM telah membuktikan bahwa program sosial bisa berjalan secara efisien dan berdampak luas jika diiringi oleh manajemen yang baik dan dukungan teknologi.

"Ke depan, kami berharap PNM dapat terus mendorong ibu-ibu prasejahtera untuk naik kelas, menjadi wirausaha yang lebih baik dan mandiri. Ini penting agar program ini bisa memberi dampak yang lebih berkelanjutan dan optimal bagi ekonomi masyarakat," ungkap Tiko.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan PNM tidak hanya terletak pada dukungan finansial, tetapi juga pada pembinaan dan pendampingan yang konsisten.

PNM Mekaar: Mengubah Nasib Jutaan Ibu Prasejahtera

PNM Mekaar, sejak pertama kali diluncurkan, telah memberikan harapan bagi jutaan perempuan di berbagai daerah terpencil di Indonesia.

Dengan metode pemberdayaan berkelompok, program ini memberikan akses pembiayaan sekaligus pendampingan kepada para ibu rumah tangga yang ingin membuka usaha mikro.

Banyak dari mereka kini telah berhasil meningkatkan taraf hidup mereka dan mampu menjadi penggerak ekonomi di komunitasnya.

"Semoga transformasi modernisasi PNM dapat terus berkembang sehingga dapat menghasilkan banyak ibu prasejahtera yang bisa naik kelas," tambah Tiko, menggambarkan optimisme terhadap keberlanjutan program ini di masa mendatang.

Peningkatan Kapasitas Insan PNM: Kunci Keberhasilan

Di hadapan para karyawan PNM, Tiko juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kualitas diri dalam rangka mendukung visi besar PNM.

"Tingkatkan kapasitas pribadi masing-masing baik di kantor pusat maupun di wilayah, karena BUMN ini menjadi ujung tombak Indonesia untuk pemberdayaan," pesannya.

Tiko menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat prasejahtera melalui PNM Mekaar tidak akan terwujud tanpa komitmen tinggi dari seluruh insan PNM.

Mereka diharapkan terus belajar dan berinovasi agar program ini tetap relevan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.

Masa Depan PNM: Mengoptimalkan Potensi Lokal

Dengan langkah-langkah modernisasi yang telah dijalankan dan visi pemberdayaan berkelanjutan, PNM Mekaar akan terus berupaya menggali dan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.

Hal ini diharapkan tidak hanya membantu ibu-ibu prasejahtera naik kelas, tetapi juga berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Peran PNM sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di Indonesia kini semakin kuat, dengan semangat gotong royong dan pembinaan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kelompok.

Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan keyakinannya bahwa dengan dukungan seluruh pihak, PNM Mekaar akan terus memberikan dampak positif bagi jutaan rakyat Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.