Jateng

Menikmati Keindahan dan Manfaat Rosella di Kampung Rosella, Desa Sumberdem yang Berkembang Berkat Pemberdayaan BRI

Theo Adi Pratama | 16 Juni 2024, 12:14 WIB
Menikmati Keindahan dan Manfaat Rosella di Kampung Rosella, Desa Sumberdem yang Berkembang Berkat Pemberdayaan BRI

JATENG.AKURAT.CO, Rosella adalah tanaman tropis yang berasal dari benua Afrika, namun kini tanaman dengan nama latin Hibiscus sabdariffa ini telah dikenal di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Dengan warna merah merona yang cantik, rosella tidak hanya memperindah pekarangan rumah, tetapi juga menambah nilai estetika bagi yang memandangnya.

Pemandangan ini begitu memikat saat kita memasuki Kampung Rosella yang berada di Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Kampung Rosella adalah salah satu dari lima kampung tematik di Desa Sumberdem yang memiliki daya tarik tersendiri.

Biasanya, pengunjung yang datang ke Kampung Rosella adalah anak-anak dari sekolah untuk pendidikan edukasi anak usia dini serta mahasiswa yang datang untuk penelitian tugas akhir.

Tiarsih, Ketua Klaster Rosella, menceritakan bahwa Kampung Rosella didirikan pada tahun 2019, karena kesadaran tinggi penduduk sekitar terhadap banyaknya manfaat yang dimiliki oleh rosella.

Baca Juga: Wajib Kunjungi! Deretan Air Terjun di Wonosobo Ini Memang Bisa Bikin Kamu Susah Move On (Bagian 2)

Selain itu, warga setempat juga memiliki semangat besar untuk berinovasi dalam membudidayakan tanaman ini.

"Tanaman rosella memang punya daya tarik karena warnanya, tetapi juga menjadi komoditas daerah kami karena punya banyak manfaat, sehingga kami membudidayakannya. Kami menanam tanaman rosella ini di pekarangan rumah juga," kata Tiarsih.

Adapun manfaat tanaman rosella, menurut Tiarsih, antara lain untuk menetralisir kadar gula darah, menurunkan tekanan darah tinggi, meningkatkan kekebalan tubuh, dan sebagai antioksidan.

Berdasarkan manfaat tersebut, Kampung Rosella melakukan inovasi dalam pengolahan bunga rosella menjadi berbagai produk olahan yang unik dan menarik, seperti minuman botanikal dan dodol.

Ketertarikan warga dengan tanaman rosella mendapat dukungan penuh dari kepala desa, hingga akhirnya tanaman obat ini menjadi salah satu potensi unggulan daerah.

"Kampung Rosella bekerja sama dengan Pemda dan BUMDes, dimana setiap warga yang punya hajat atau acara lain dapat menggunakan atau membeli produk kami sendiri, bukan dari produk luar. Tujuannya adalah untuk saling membantu dan memberikan nilai tambah untuk produk olahan kami," tambahnya.

Baca Juga: Terkejut, Warga Desa Rembang Purbalingga Dapat Kiriman Sapi Qurban dari Kapolri

Selain itu, Kampung Rosella juga mendapatkan dukungan dari BRI, mulai dari pendanaan usaha, program pemberdayaan usaha, hingga bantuan peralatan.

Melalui program pemberdayaan Klasterkuhidupku, Klaster Kampung Rosella mendapat pendampingan dari BRI untuk mengembangkan produknya. Dari segi pemasaran, BRI terus membantu Kampung Rosella agar produk-produknya semakin dikenal luas.

"Setiap kegiatan pameran atau bazaar yang diadakan BRI, kami selalu dibantu. Produk-produk kami juga sudah ada di Localoka Malang. Kami berharap jangkauan pasar kami lebih luas lagi. Bukan cuma penjualan yang lancar tapi warga kami juga dapat meningkatkan ekonominya," ujar Tiarsih.

Bantuan Peralatan Usaha dan Sertifikasi Halal

Untuk meningkatkan produksi dan penjualan, BRI menyalurkan bantuan peralatan usaha kepada Klaster Kampung Rosella berupa alat pengering bunga dari listrik dan manual serta alat pengaduk dodol.

Alat pengering tersebut sangat dibutuhkan karena wilayah Kampung Rosella berada di area pegunungan dataran tinggi.

"Curah hujan di sini tinggi, makanya kami diberi bantuan alat pengering atau oven untuk mengeringkan rosella. Ada dua oven, listrik dan manual yang menggunakan kompor, apabila daerah kami mati listrik. Jadi dengan oven manual, kami tetap bisa melakukan proses pengolahan," kata Tiarsih.

Baca Juga: Berburu Makanan di Kota Pahlawan: Rekomendasi Kuliner Viral yang Wajib Dicoba di Surabaya (Bagian 1)

Selain membantu mendorong produktivitas usaha, BRI juga membantu Klaster Kampung Rosella mendapatkan perizinan seperti Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), Nomor Izin Berusaha (NIB), dan sertifikasi halal untuk setiap produk dari bahan utama rosella.

Ia menambahkan, saat ini, produk olahan bunga rosella juga sudah dipasarkan hingga ke tingkat nasional.

Keberhasilan ini diraih berkat bantuan dari BRI yang membantu memasarkan produk.

“Setiap ada acara UMKM, Kampung Rosella selalu mendapat undangan untuk hadir dan menjual produk-produknya,” imbuh Tiarsih.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa strategi bisnis mikro BRI di 2024 akan fokus pada pemberdayaan di depan pembiayaan.

“BRI sebagai bank yang berkomitmen kepada pelaku UMKM telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar, integrasi, hingga interkoneksi,” kata Supari.

Hal ini menjadi tulang punggung pelaksanaan program-program pemberdayaan yang digagas BRI, seperti Desa BRILiaN, KlasterkuHidupku, Figur Inspiratif Lokal (FIL), dan LinkUMKM (platform pemberdayaan online).

"Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, BRI berupaya memberikan solusi menyeluruh kepada pelaku usaha mikro, tidak hanya di bidang keuangan tetapi juga non-keuangan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM," tutup Supari.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.