Jateng

Peningkatan Volume Transaksi QRIS Melampaui Target BI: Kontribusi Signifikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Theo Adi Pratama | 11 Desember 2023, 08:37 WIB
Peningkatan Volume Transaksi QRIS Melampaui Target BI: Kontribusi Signifikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

AKURAT.CO, Volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Indonesia mengalami pertumbuhan yang mengesankan, melampaui target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) pada Oktober 2023.

Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adopsi yang pesat dari pelaku usaha, khususnya dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Fitria Irmi Triswati, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, mengungkapkan bahwa selama periode Januari hingga Oktober 2023, volume transaksi QRIS mencapai 1,6 miliar, jauh melampaui target BI yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 1 miliar transaksi pada tahun 2023.

"Volume transaksi QRIS Januari-Oktober 2023 sudah mencapai 1,6 miliar transaksi atau melampaui target 1 miliar transaksi pada 2023. Ini sudah tercapai lebih cepat dari perkiraan kita," ujar Fitria.

Baca Juga: Rally Indeks Bursa Amerika Serikat (AS): Optimisme Ekonomi dan Stabilnya Inflasi Mendorong Kenaikan

Pencapaian ini dianggap sebagai kontribusi nyata BI terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

BI juga mencatat bahwa jumlah pengguna QRIS mencapai 43,44 juta atau 90% dari target sebesar 45 juta pengguna.

"Jadi tinggal sedikit lagi sampai nanti di akhir Desember insya Allah akan tercapai target QRIS yang 45 juta," tambah Fitria.

Fitria juga menyampaikan bahwa sebanyak 29,63 juta pedagang atau merchant menggunakan QRIS, di mana 92% di antaranya merupakan pelaku UMKM.

Baca Juga: Terobosan Karantina Jawa Tengah Dongkrak Nilai Ekspor SBW ke Rp 1,6 Triliun

Dengan terus meluasnya ekosistem QRIS, ini didukung oleh peningkatan interkoneksi antar penyelenggara, termasuk 110 Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) QRIS dan 4 Penyelenggara Infrastruktur Pembayaran (PIP).

Arya Rangga Yogasati, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, menekankan bahwa QRIS juga memiliki dampak positif terhadap inklusi keuangan, terutama bagi pelaku UMKM.

Sebanyak 55% dari pelaku UMKM yang menggunakan QRIS merupakan pelaku usaha mikro.

"Dengan karakteristik Indonesia yang memang mayoritas ekonomi kita dimotori UMKM, QRIS ini menjadi sangat penting," kata Arya.

Baca Juga: Jelang Nataru, Satgas Pangan Polri Pantau Kestabilan Harga di Pasar Semarang

Namun, untuk menjadi agen QRIS Tuntas, pedagang QRIS harus memenuhi persyaratan tertentu guna menjaga keamanan masyarakat.

Arya menjelaskan bahwa mereka harus memenuhi persyaratan menjadi agen Layanan Keuangan Digital (LKD) BI atau agen Laku Pandai Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami ingin pastikan keamanan masyarakat. Merchant yang ingin menjadi agen QRIS Tuntas paling tidak sudah memenuhi persyaratan menjadi agen Layanan Keuangan Digital (LKD) BI ataupun agen Laku Pandai Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ucap Arya.

Selain itu, penyelenggara jasa pembayaran juga diingatkan untuk memastikan bahwa agen QRIS Tuntas yang terkoneksi dengan mereka telah memenuhi persyaratan BI, sehingga dapat dipercaya dan kredibel.

Baca Juga: Jemput Bola, Mbak Ita Tawarkan Investasi Kota Semarang Melalui Sembiz di Jakarta

"Kita nggak ingin masyarakat di pelosok, menggunakan QRIS Tuntas yang kita ga ketahui keamanan, tidak tahu kinerja atau performance merchant tadi sehingga dana masyarakat disalahgunakan," tambah Arya.

Pentingnya keamanan dan kredibilitas dalam pengembangan QRIS menjadi landasan untuk memastikan bahwa inovasi dalam sistem pembayaran ini terus memberikan manfaat positif bagi masyarakat Indonesia.

Dengan pertumbuhan yang pesat dan kontribusi terhadap inklusi keuangan, QRIS muncul sebagai tonggak penting dalam evolusi sistem pembayaran di Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.