Starbucks (SBUX) Alami Rekor Kerugian: Menggali Penyebab dan Dampaknya, Salah Satunya Karena Aksi Boikot

AKURAT.CO, Perusahaan kopi raksasa, Starbucks atau SBUX, baru-baru ini mencatatkan rekor kerugian yang signifikan dengan merosotnya kapitalisasi pasarnya hampir mencapai US$ 12 miliar pada Senin (4/12) lalu.
Penurunan ini juga menandai penurunan saham selama 11 sesi berturut-turut, menjadi yang terpanjang sejak debut publik Starbucks di Bursa AS pada tahun 1992.
Penyebab Utama
Kondisi ini dipicu oleh serangkaian faktor yang memengaruhi citra dan kinerja Starbucks.
Pertama-tama, aksi boikot terhadap merek-merek yang dianggap pro-Israel memainkan peran penting dalam penurunan ini.
Masyarakat dan pelanggan mulai mengambil sikap terhadap perusahaan yang dianggap memiliki afiliasi atau dukungan terhadap kebijakan kontroversial.
Selain itu, kekhawatiran terkait tren penjualan Starbucks yang menurun selama beberapa tahun terakhir menjadi faktor krusial.
Analis JPMorgan Chase & Co, John Ivankoe, mencatat adanya "perlambatan yang signifikan" dalam performa penjualan Starbucks pada bulan November.
Meskipun perusahaan berhasil mencatat pertumbuhan penjualan yang kuat selama kuartal keempat fiskal, data pihak ketiga menunjukkan adanya penurunan yang cukup mencolok.
Analisis dan Proyeksi
Ivankoe memproyeksikan pertumbuhan penjualan kuartal pertama di AS menjadi 4%, turun dari proyeksi sebelumnya.
Hasil promosi liburan Natal juga dinilai kurang sukses dibandingkan dengan keberhasilan acara Pumpkin Spice Latte pada musim gugur sebelumnya.
Pada awal November, saham Starbucks menguat setelah laporan keuangan melampaui perkiraan, memberikan optimisme untuk penjualan tahun fiskal 2024.
Namun, dua minggu terakhir telah melihat penurunan saham yang signifikan, seiring kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi Cina yang melambat dan tren penjualan yang memberikan peringkat overweight pada saham Starbucks.
Baca Juga: 9 Tempat Ngopi Alternatif Selain Starbucks yang Diboikot Netizen Akibat Pro Israel
Persepsi Investor dan Kekhawatiran
Investor, termasuk Analis Wedbush Securities Inc, Nick Setyan, mulai khawatir bahwa penjualan di AS mungkin tidak memenuhi ekspektasi konsensus untuk kuartal ini.
Data dari kartu kredit menunjukkan perlambatan dalam tiga minggu terakhir, membuat Setyan memberikan peringkat netral untuk Starbucks.
Dia juga menyebut saham ini sebagai salah satu yang paling responsif terhadap tanda-tanda melemahnya konsumen.
Perusahaan riset M Science menyampaikan bahwa tren penjualan di industri makanan ringan dan kopi melambat dari minggu ke minggu hingga 19 November.
Perlambatan ini terutama disebabkan oleh tren yang lebih lembut di Starbucks, menunjukkan penurunan aktivitas yang berlangsung terus-menerus selama tiga minggu terakhir, termasuk dampak dari boikot dan mogok kerja.
Dampak Hari Piala Merah dan Tren Penjualan
Hari Piala Merah pada 16 November menciptakan peristiwa yang berdampak pada sekitar 200 lokasi Starbucks di Amerika Serikat.
Sebuah penurunan aktivitas yang berkesinambungan terlihat dalam tren penjualan, menggambarkan pengaruh negatif dari boikot dan aksi mogok.
Dengan demikian, Starbucks saat ini menghadapi tantangan serius dalam merestorasi citra dan meningkatkan kinerjanya di pasar.
Diperlukan strategi yang matang untuk mengatasi dampak dari aksi boikot serta untuk memulihkan kepercayaan pelanggan dan investor.
Masa depan Starbucks, sebuah raksasa kopi global, akan sangat dipengaruhi oleh langkah-langkah yang diambil dalam menghadapi dinamika yang sedang berlangsung.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 8Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 9Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










