ETH MELESAT, BTC LEWAT! Ini 5 Alasan Kenapa Ethereum Jadi Incaran Investor Besar di Agustus 2025!

JATENG.AKURAT.CO, Selama ini, Bitcoin selalu jadi primadona. Tapi, di bulan Agustus 2025 ini, ceritanya beda.
Ethereum (ETH) tiba-tiba jadi magnet bagi investor institusional dan bahkan mengalahkan Bitcoin dalam banyak hal.
Ini bukan lagi soal fluktuasi biasa, melainkan pergeseran besar yang patut kamu perhatikan.
Penasaran kenapa Ethereum tiba-tiba jadi sorotan? Yuk, kita bedah 5 alasan kenapa ETH jadi incaran utama investor besar di bulan ini!
Baca Juga: Kripto Gak Bakal Tembus ke Massa? Ini 5 Tantangan Besar yang Dihadapi Ethereum Saat Ini!
1. Dana Besar-besaran Mengalir ke ETF Ethereum
Dalam satu minggu terakhir, investasi senilai $2,9 miliar mengalir ke Ethereum ETF. Angka ini luar biasa, karena menyumbang hampir 80% dari total investasi kripto global.
Sebagai perbandingan, Bitcoin hanya menerima $552 juta, meskipun harganya sempat mencetak rekor tertinggi.
Ini sinyal jelas, investor institusional kini lebih tertarik dengan potensi jangka panjang Ethereum.
2. Volume Transaksi ETF ETH Melonjak Drastis
Volume mingguan ETF spot Ethereum mencapai angka fantastis: $17 miliar. Ini adalah bukti nyata rotasi likuiditas besar-besaran dari Bitcoin ke Ethereum.
Investor kelas kakap mulai melihat ETH sebagai aset yang bisa memberikan pertumbuhan lebih tinggi, dan mereka memindahkan modalnya dari BTC ke ETH.
3. Dominasi Pasar ETH Meningkat Sejak Mei
Sejak Mei lalu, harga Ethereum sudah melonjak lebih dari 100%, sementara Bitcoin hanya naik sekitar 20%.
Performa ini menunjukkan dominasi makro Ethereum di pasar. Tren harga ETH/BTC juga naik lebih dari 70% sejak Mei.
Investor tampaknya menganggap Ethereum sebagai aset dengan potensi lebih besar di tengah kondisi pasar bullish.
4. Aktivitas Derivatif di ETH Sangat Ramai
Dalam dua minggu pertama Agustus, Ethereum menarik hampir $10 miliar dari investor leverage, jauh melampaui Bitcoin yang hanya mencatat $1 miliar.
Open interest ETH sekarang mencapai rekor $65 miliar, yang menunjukkan optimisme tinggi dari para trader profesional.
Ini adalah sinyal kuat bahwa bukan hanya investor biasa, tapi juga pelaku pasar derivatif semakin condong ke Ethereum.
Baca Juga: JANGAN KETINGGALAN! Ini 5 Aplikasi Keren di Ethereum yang Bikin Transaksi Kripto Makin Gampang!
5. Koreksi 4% Adalah Kesempatan Emas
Meskipun harga Ethereum baru-baru ini turun 4%, banyak analis melihatnya sebagai koreksi sementara, bukan sinyal bearish.
Dengan momentum aliran dana dan partisipasi pasar yang solid, penurunan ini bisa jadi titik masuk ideal bagi investor yang ingin mengambil posisi.
Jika tren ini terus berlanjut, Ethereum berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar dari Bitcoin di siklus pasar berikutnya.
Dengan semua data ini, tidak heran jika Ethereum kini menjadi incaran utama. Akankah dominasi ini terus berlanjut? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










