Jateng

Harga Beras dan Bawang Putih Naik, Pemprov Jateng Siapkan Strategi Ini Cegah Inflasi

Theo Adi Pratama | 11 September 2023, 21:44 WIB
Harga Beras dan Bawang Putih Naik, Pemprov Jateng Siapkan Strategi Ini Cegah Inflasi

AKURAT.CO SEMARANG - Seiring naiknya harga beras dan bawang putih di pasaran, membuat Pemprov Jateng mengambil sejumlah strategi untuk menekan inflasi.

Selain operasi pasar, Pemprov Jateng juga menggelar Gerakan Pangan Murah, fasilitasi distribusi pangan, hingga bantuan pangan untuk cegah inflasi.

Termasuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) bersama stake holder terkait, seiiring dengan kenaikan harga sejumlah bahan pangan seperti beras dan bawang putih.

Baca Juga: 32 Wilayah di Jateng Terdampak Kemarau, BPBD Jateng Sudah Distribusikan 2 Juta Liter Air Bersih 

Tercatat, hingga Agustus 2023, inflasi tahunan Jateng berada pada urutan ketiga terendah se-Pulau Jawa.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, seusai rapat koordinasi Pengendalian Inflasi, Senin 11 September 2023.

Meski inflasi di Jateng cukup rendah, dia tetap meminta agar kenaikan harga barang dan jasa ditekan, agar masyarakat tidak terbebani.

Baca Juga: IDN Score 808 Yalla Shoot TV LIVE STREAMING Persiraja Banda Aceh vs PSPS Riau Liga 2 Ilegal, Klik Link Resmi

“Jateng sendiri, kami masih menempati urutan ketiga setelah DKI Jakarta dan Banten. Kita rerata di 3,29 persen (YoY),” tuturnya.

Adapun, inflasi tahunan di DKI Jakarta pada Agustus 2023 adalah 2,93 persen, Banten 2,96 persen, Jawa Tengah 3,29 persen, Jawa Barat 3,47 persen, DI Yogyakarta 4,08 persen dan Jawa Timur 4,13 persen.

Nana mengatakan, adanya peningkatan harga beras dan bawang putih.

Baca Juga: FULL TIME Hasil Akhir Liga 2 Senin 11 September 2023 Lengkap, PSCS Cilacap vs Deltras - Persikab vs Nusantara

Oleh karena itu pihaknya menempuh sejumlah langkah. Di antaranya operasi pasar dan gerakan pangan murah (GPM).

“Langkah yang dilakukan akan melaksanakan pengecekan Satgas Pangan. Untuk mengecek stabilisasi harga pangan. Agar distributor dan pedagang tak seenaknya menaikkan harga di luar aturan yang ada. Sampai saat ini stok masih aman di Jateng,” ujarnya.

Hal tersebut diamini Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah Ahmad Kholisun. Hingga kini, cadangan pangan terutama beras di Jawa Tengah, mencapai 224.000 ton.

Baca Juga: Jadwal RCTI Hari Ini Senin 11 September 2023, Cinta Tanpa Karena Jangan Bercerai Bunda Tayang Jam Berapa?

Sementara itu jumlah sediaan minyak goreng mencapai 124.529 liter, dan sediaan gula pasir sebanyak 443.730 kilogram.

“Stok (beras) di Bulog Kanwil Jawa Tengah sangat cukup,” jelasnya.

Kholisun menjelaskan, stok beras sejumlah 224.000 ton terdiri dari stok operasional dan persediaan dalam perjalanan (PDP).

Baca Juga: Sisihkan 240 Sekolah, SMAN 11 Semarang Raih Tiket Grand Final Turnamen Futsal Pelajar AXIS Nation Cup 2023

Stok tersebut akan digunakan untuk bantuan pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), cadangan bencana alam, dan cadangan stok akhir tahun.

Dia menyebut, untuk langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), hingga medio 2023 telah tersalurkan sebanyak 62.600 ton.

Selain itu, mulai September ini diberikan bantuan pangan kepada 3.574.712 Kepala Keluarga (KK) di Jateng, yang akan menerima bantuan pangan berupa beras.

Baca Juga: BULOG Mulai Gelontor Bantuan Pangan Beras, Target Salurkan 22.353.780 Kg di Jateng

Dari jumlah tersebut, yang akan dilayani Bulog Kanwil sejumlah 2.358.970 penerima manfaat, sementara sisanya akan dilayani Bulog Kanwil DI Yogyakarta.

Dia menyebut, bantuan pangan berupa beras itu untuk membantu masyarakat dan menekan inflasi.

“Penerima bantuan manfaat atau KK tersebut mendapatkan bantuan 10 kilogram, mulai hari ini disalurkan serentak," terangnya.

Baca Juga: Berikut Jadwal Siaran RCTI, SCTV dan Indosiar Senin 11 September 2023

Tahap awal peluncuran bantuan pangan ini ada di Demak, Rembang, Sukoharjo, Klaten, Kota Tegal dan Batang.

"Bantuan ini akan berlangsung tiga bulan ke depan. Harapannya permintaan beras ke pasaran berkurang, sehingga harga turun dan menurunkan inflasi,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah Dyah Lukisari mengatakan, kenaikan harga beras disebabkan beberapa hal.

Diantaranya produksi yang turun akibat kondisi kekeringan.

Oleh karena itu pihaknya melakukan beberapa langkah, di antarnya Gerakan Pangan Murah (GPM) dan fasilitasi distribusi pangan.

Tercatat, hingga Juli 2023, fasilitasi distribusi pangan telah mencapai 183.047 kilogram untuk komoditas beras, telur, cabai, dan bawang merah.

Melalui fasilitasi distribusi, pihaknya juga akan memberikan pembiayaan distribusi (transportasi, bongkar muat dan kemasan) kepada produsen (petani, peternak, gapoktan), yang menyalurkan ke pasar atau mitra. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.