Jateng

Target Investasi Jateng Capai Rp 65,7 Triliun, CJIBF 2023 Hasilkan Potensi Kepeminatan Rp 18,5 triliun

Theo Adi Pratama | 22 Agustus 2023, 11:53 WIB
Target Investasi Jateng Capai Rp 65,7 Triliun, CJIBF 2023 Hasilkan Potensi Kepeminatan Rp 18,5 triliun

AKURAT.CO MAGELANG – Target penanaman modal Jawa Tengah pada 2023 mencapai Rp 65,7 triliun, dengan raihan pada semester pertama 2023 realisasi investasi mencapai Rp27,07 triliun atau 41,22 persen dari target penanaman modal.

Dengan adanya Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2023, target investasi yang ditetapkan oleh BKPM/Kementerian Investasi RI diharapkan bisa digapai.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Pemprov Jateng Sumarno, dalam ajang pertemuan bisnis CJIBF 2023 yang digelar di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur Senin (21/8/2023) petang.

Baca Juga: 4 Cara Meningkatkan Soft Skill Terutama Dalam Dunia Kerja

"Pemerintah Provinsi Jawa menggelar karpet merah kepada para investor, melalui ajang CJIBF 2023. Kita tawarkan beragam proyek-proyek ramah lingkungan yang ada. Hal ini sesuai dengan tema CJIBF kali ini yang mengangkat Circular Economy for Central Java Sustainable Growth," terangnya.

Beragam proyek ramah lingkungan tersebut, diantaranya Instalasi Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Medis Kota Surakarta, Transformasi TKL Ecopark Kota Magelang, pembangunan industri Penyulingan melati di Pemalang, Pengembangan industri kelapa terpadu di Cilacap," paparnya.

Selain itu, ada proyek sentra industri perikanan di Pati, pengolahan limbah B3 medis di Kota Tegal, Industri Udang Terpadu di Cilacap, Pengembangan Aqua Edu Culture Park di Pulau Panjang Jepara, Pengembangan Pembenihan Ikan Nila Salin Tilapia di Pati.

Baca Juga: 4 Manfaat Adanya Forecasting Dalam Sebuah Bisnis Perusahaan

“Jadi kalau kita bicara circular ekonomi dan green ekonomi menjadi PR kita karena kita bicara sustainable, kelestarian lingkungan keberlanjutan, itulah yang jadi kunci utama. Bicara masalah pertumbuhan tidak sekadar tumbuh tapi yang jadi perhatian soal kelestarian jadi program kita, kita arahkan ke sana,” tutur Sumarno.

"Bicara Investasi hijau, banyak masuk kawasan Industri Kendal adalah kendaraan listrik. Adapula investor yang mau masuk dengan energi terbarukan yakni bayu (angin) dan geothermal,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra.

Baca Juga: Mengenal Profesi Drafter dari Tugas Hingga Skill yang Wajib Dikuasai

"Sudah banyak upaya yang telah dilakukan Bank Indonesia dan Pemprov Jateng untuk mewujudkan Circular Economy. Di antaranya, melalui program nasional, yakni mendorong Economy Net Zero Emission dengan melalui Prudential Hijau Green Loan To Value (LTV) dan Green Syariah. Selain itu pihaknya juga membina sejumlah UMKM untuk menerapkan ekonomi hijau," ungkapnya.

“Melalui penerapan UMKM sudah menggunakan pewarna alam, kita ajak dalam aplikasi Keris Jateng. Dengan Pemprov kita ajak kabupaten dalam studi pengolahan sampah di Banyumas, reuse refuse derive fuel itu sudah gunakan di pabrik semen di Cilacap ,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari mengatakan, hingga pagi ini sudah ada peminatan terhadap sejumlah tempat investasi. Ia berharap, potensi penanaman modal tersebut akan diikuti realisasi nyata.

Baca Juga: Telkomsel Luncurkan Paket YouTube Premium dan Kuota Nonton 2 GB, Cek Keunggulannya

“CJIBF diawali dengan one on one meeting, kami siang tadi sudah lakukan one on one dengan investor dalam dan luar negeri tercatat kepeminatan ada di Rp18,5 triliun. Dengan ini kami intensif lakukan pendampingan sehingga betul-betul terjadi realisasi investasi,” tandasnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.