Jateng

Dampingi UMKM Banyakprodo, Mahasiswa Undip Gelar Program Multidisiplin "Bertumbuh, Berkembang, Berdaya Saing"

Theo Adi Pratama | 14 Agustus 2026, 15:30 WIB
Dampingi UMKM Banyakprodo, Mahasiswa Undip Gelar Program Multidisiplin "Bertumbuh, Berkembang, Berdaya Saing"
Berkunjung ke UMKM batik di Dusun Mujing.

JATENG.AKURAT.CO, Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Kelompok 4 Desa Banyakprodo dari Universitas Diponegoro (Undip) melalui program kerja multidisiplin bertajuk “Mewujudkan UMKM Banyakprodo 3B: Bertumbuh, Berkembang, Berdaya Saing” mendorong UMKM di Desa Banyakprodo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, naik kelas.

Program ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Ketua Kelompok KKN Tim II Kelompok 4, Dusseldorf Daffa Priansyah menyampaikan bahwa, kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap sejumlah persoalan, mulai dari minimnya strategi pemasaran digital, belum kuatnya identitas merek, legalitas usaha yang belum lengkap, hingga terbatasnya diversifikasi produk.

Dengan menyasar pelaku UMKM se-Desa Banyakprodo, mahasiswa memberikan edukasi dan pendampingan praktis agar usaha masyarakat semakin siap menghadapi pasar yang kompetitif dan berorientasi digital.

“Kami melihat potensi UMKM di Desa Banyakprodo sangat besar, mulai dari batik hingga produk olahan pangan, namun sebagian besar pelaku usaha masih terkendala pemasaran dan legalitas,” ujarnya Jumat (14/8/2026).

“Melalui program 3B ini, kami berharap dapat mendampingi warga agar UMKM desa semakin siap bersaing, baik secara digital maupun kelembagaan,” lanjut Dusseldorf.

Menurutnya, penguatan kapasitas pelaku usaha perlu dilakukan secara menyeluruh agar potensi produk lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi desa.

Pada aspek pemasaran, Dusseldorf dari Program Studi Manajemen membekali pelaku UMKM dengan strategi pemasaran dan pemasaran digital.

Materi yang diberikan mencakup konsep Segmenting, Targeting, Positioning (STP), pengelolaan WhatsApp Business, hingga pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.

Sementara penguatan dari sisi legalitas dilakukan oleh Anindhya Rahma Bachtiar dari bidang Hukum melalui pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Sementara itu, Faza Tafaul Faiyah dari Administrasi Publik menyusun rekomendasi kebijakan pembinaan UMKM sebagai salah satu acuan bagi pemerintah desa dalam mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.

Upaya memperkuat identitas produk dilakukan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan karakter dan cerita di balik usaha masyarakat.

Revanada Arimartha dari Sastra Indonesia menggali sejarah lisan dan menyusun narasi brand storytelling, sedangkan Soca Priyambada dari Informasi dan Humas membantu membangun identitas visual melalui penyusunan graphic standard manual yang mencakup panduan logo, palet warna, dan tipografi.

Pendekatan tersebut kemudian diperkuat oleh Hanifa Aqila Shofa dari Psikologi melalui psikoedukasi mengenai perilaku konsumen dan psikologi branding.

Pelaku UMKM diajak memahami bagaimana persepsi, kebutuhan, dan kepercayaan konsumen dapat menjadi bagian penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pasar.

Tidak berhenti pada pemasaran dan identitas usaha, mahasiswa juga mendorong pelaku UMKM untuk mengembangkan produk baru dari potensi yang tersedia di desa.

Dwi Maharani dari Gizi mendampingi pengolahan jagung lokal menjadi susu jagung bernilai gizi yang diarahkan untuk dipasarkan ke toko-toko makanan ringan di sekitar desa.

Sementara itu, Nur Azizah Tsalatsa dari Manajemen Sumber Daya Perairan memperkenalkan program BUDIDAMBER atau budidaya ikan dalam ember.

Metode ini menjadi alternatif peluang usaha baru yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan secara sederhana.

Seluruh inisiatif tersebut kemudian diintegrasikan melalui pemanfaatan teknologi digital untuk membangun basis informasi UMKM Desa Banyakprodo.

Tsuraya Safa Zerlina dari Statistika menyusun basis data dan klasifikasi UMKM berdasarkan jenis usaha serta lokasi dusun, yang selanjutnya menjadi konten utama Website UMKM Desa Banyakprodo yang dikembangkan oleh Muhammad Naufal Syahrial dari Teknik Elektro.

Website tersebut diharapkan dapat menjadi etalase digital yang memperkenalkan potensi UMKM Banyakprodo kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan adanya basis data dan kanal digital tersebut, informasi mengenai produk dan pelaku usaha dapat lebih mudah ditemukan sekaligus membuka peluang terbentuknya jaringan pasar baru.

Pelaksanaan program dilakukan secara interaktif dengan menggabungkan pemaparan materi dan praktik langsung bersama pelaku UMKM.

Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai konsep pemasaran, legalitas, dan pengembangan produk, tetapi juga mempraktikkan pemasaran digital, budidaya ikan lele, serta pengolahan produk pangan.

Kepala Desa Banyakprodo, Pujiyono menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pengembangan UMKM desa.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa KKN, karena program ini membuka wawasan baru bagi pelaku UMKM kami, terutama soal pemasaran digital dan pentingnya legalitas usaha,” ujarnya.

“Kami berharap apa yang sudah didampingi bisa terus diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh warga,” lanjut Pujiyono.

Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi tambahan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperkuat usaha yang telah berjalan.

Melalui kolaborasi sepuluh disiplin ilmu, program 3B diharapkan dapat membangun ekosistem UMKM yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan, tetapi juga memiliki fondasi usaha yang lebih kuat.

Mulai dari legalitas, pemasaran, identitas merek, pemanfaatan teknologi, hingga diversifikasi produk menjadi bagian yang saling melengkapi dalam mendorong UMKM Banyakprodo naik kelas.

Rangkaian kegiatan ini turut mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn., apt. Almira Rahmayani, M.Pharm. Sci., dan Wildan Namora Ichsan Setiawan, S.I.Kom., M.Sc.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara mahasiswa KKN, pelaku UMKM, serta perangkat Desa Banyakprodo sebagai penutup rangkaian pendampingan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.