Mahasiswa KKN Undip Dorong Digitalisasi dan Penguatan Lembaga bagi UMKM di Desa Banyakprodo

JATENG.AKURAT.CO, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Banyakprodo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, mendorong pertumbuhan UMKM lokal melalui program “Mewujudkan UMKM Banyakprodo 3B: Bertumbuh, Berkembang, dan Berdaya Saing” baru-baru ini.
Program multidisiplin ini menggabungkan pemanfaatan teknologi dengan penguatan kelembagaan untuk membantu pelaku UMKM memperluas promosi, menjangkau pasar, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Program tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan dengan keahlian yang saling melengkapi.
Salah satunya Anindhya Rahma Bachtiar, mahasiswi Fakultas Hukum Undip, yang berkontribusi dalam penguatan aspek kelembagaan dan legalitas bagi pelaku UMKM di Desa Banyakprodo.
Anindhya, pada Selasa (11/8/2026) mengungkapkan, salah satu hasil program ini adalah pengembangan website desa yang memuat profil dan katalog UMKM lokal.
Kehadiran platform digital tersebut diharapkan dapat menjadi sarana promosi bagi produk-produk lokal sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi Desa Banyakprodo kepada masyarakat yang lebih luas.
"Pengembangan website dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan. Kolaborasi tersebut mencakup aspek teknis, pengelolaan konten, pemetaan potensi UMKM, hingga penyusunan informasi produk agar platform yang dibangun dapat digunakan secara optimal," ujarnya.
Di sisi lain, tambah Anindhya, tim KKN juga melihat bahwa penguatan digital perlu berjalan bersama dengan penguatan kelembagaan.
Para pelaku UMKM di Desa Banyakprodo selama ini masih menjalankan usaha secara mandiri sehingga belum memiliki wadah bersama untuk mendukung kegiatan pelatihan, pendampingan, promosi, maupun pengembangan usaha.
Kondisi tersebut mendorong Anindhya menyusun draft Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Paguyuban UMKM Desa Banyakprodo.
Dokumen tersebut disiapkan sebagai landasan awal pembentukan paguyuban yang mengatur keanggotaan, struktur kepengurusan, hak dan kewajiban anggota, serta mekanisme kegiatan bersama.
“Kami melihat para pelaku UMKM selama ini masih berjalan sendiri-sendiri tanpa wadah yang menaungi kepentingan bersama. Melalui draft AD/ART ini, kami berharap paguyuban UMKM dapat segera terbentuk sehingga pelaku usaha memiliki ruang untuk saling mendukung, mendapatkan pendampingan, dan mengembangkan promosi secara bersama,” ujar Anindhya.
Menurutnya, digitalisasi akan lebih optimal jika didukung dengan kolaborasi antarpelaku usaha.
Dengan adanya wadah bersama, pelaku UMKM diharapkan dapat saling bertukar informasi, memperluas jejaring, dan mengembangkan potensi usaha secara lebih terarah.
"Program ini menjadi contoh penerapan pendekatan multidisiplin dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Perpaduan keahlian di bidang teknologi, komunikasi, manajemen, ekonomi, dan hukum memungkinkan tim KKN menghadirkan penguatan UMKM yang tidak hanya berfokus pada pemasaran digital, tetapi juga memperhatikan aspek kelembagaan dan keberlanjutan usaha," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Banyakprodo, Pujiono, menyambut baik program KKN Undip yang mendorong digitalisasi sekaligus penguatan kelembagaan UMKM di desanya.
Menurutnya, keberadaan website desa yang memuat katalog UMKM dapat menjadi sarana promosi baru bagi produk lokal, sementara pembentukan paguyuban diharapkan mampu memperkuat kerja sama antarpelaku usaha.
“Kami mengapresiasi program mahasiswa KKN Undip yang membantu UMKM Desa Banyakprodo tidak hanya dari sisi promosi melalui digitalisasi, tetapi juga dari sisi kelembagaan. Adanya website dan rencana pembentukan paguyuban UMKM menjadi langkah yang baik agar produk masyarakat semakin dikenal dan para pelaku usaha memiliki wadah untuk berkembang bersama,” ujar Pujiono.
Pujiono berharap program tersebut dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat setelah mahasiswa KKN menyelesaikan tugasnya di Desa Banyakprodo.
“Kami berharap website yang sudah dikembangkan dapat terus diperbarui dan dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Begitu juga dengan paguyuban UMKM, semoga dapat segera terbentuk dan menjadi wadah bersama untuk meningkatkan kemampuan, memperluas pemasaran, serta mendorong kemajuan usaha masyarakat Desa Banyakprodo,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dikabarkan Sakit Mendadak, Ini Fakta Meninggalnya Putri Juficha Tepat di Hari Ulang Tahunnya yang ke-26
- 2Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 3Jadwal dan Prediksi Skor Persib vs Sabah FC Malam Ini: Maung Bandung Tampil Pincang, Mampukah Tetap Menang? Siaran Langsung Indosiar
- 4Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 5Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 6Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 7Prediksi Skor Persebaya vs Penang FC: Bajul Ijo Incar Kemenangan di Hadapan Bonek dan Bonita
- 8Diburu Tiga Raksasa Liga Inggris! Victor Osimhen Jadi Rebutan Manchester United, Arsenal dan Tottenham
- 9Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 10Jadwal Sepak Bola Hari Ini, Sabtu 15 Agustus 2026: Persebaya, Persib, Chelsea hingga Manchester United Tampil




