Jateng

USB dan STEKOM Serahkan Teknologi Biosekuriti dan Sistem Informasi untuk Peternak Ayam di Boyolali

Arixc Ardana | 10 Agustus 2026, 18:43 WIB
USB dan STEKOM Serahkan Teknologi Biosekuriti dan Sistem Informasi untuk Peternak Ayam di Boyolali

Teknologi Tepat Guna Diharapkan Perkuat Kandang Sehat dan Manajemen Peternakan Berbasis Data

JATENG.AKURAT.CO, Upaya meningkatkan kesehatan kandang sekaligus memperkuat manajemen peternakan ayam petelur di Boyolali memasuki tahap penerapan teknologi.

Universitas Setia Budi (USB) bersama Universitas Sains dan Teknologi Komputer (STEKOM) menyerahkan teknologi tepat guna (TTG) biosekuriti kandang dan aplikasi sistem informasi manajemen inventori kepada Berkah Tigan Farm, Minggu (9/8).

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Optimalisasi Produksi Telur Ayam Petelur melalui Kandang Sehat dan Manajemen Inventori” yang memperoleh pendanaan hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.

Dengan kontrak induk Nomor: 209/C3/DT.05.00/2026 serta Kontrak Turunan Nomor: 016/LL6/AL.04.03/PM/2026 dan Nomor: 00179/H4-07/15.04.2026

Tim pengabdi terdiri atas apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D. sebagai ketua dari Universitas Setia Budi, bersama Haryo Kusumo, S.Kom., M.Si., M.Kom. dari Universitas Sains dan Teknologi Komputer serta Destik Wulandari, S.Pd., M.Si. dari Universitas Setia Budi sebagai anggota.

Penyerahan teknologi ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sebelumnya telah dilakukan bersama mitra.

Pada 25 Juli 2026, Berkah Tigan Farm mengikuti pelatihan sistem informasi manajemen inventori. Selanjutnya, pada 1 Agustus 2026, peternak mendapatkan pelatihan biosekuriti kandang.

Dengan rangkaian tersebut, penyerahan teknologi pada 9 Agustus menjadi tahap penting untuk memastikan perangkat dan sistem yang telah diperkenalkan serta dilatihkan dapat terus dimanfaatkan dalam aktivitas peternakan sehari-hari.

Teknologi Biosekuriti Dukung Kandang Lebih Sehat

Teknologi tepat guna yang diserahkan mencakup sistem biosekuriti kandang berupa bilik desinfeksi kendaraan serta instalasi penyemprotan atau mist sanitizer.

Perangkat tersebut ditujukan untuk mendukung pengendalian akses sekaligus proses sanitasi di lingkungan peternakan.

Dalam rancangan program, instalasi biosekuriti menjadi salah satu perangkat utama untuk memperkuat pengendalian biosekuriti internal dan eksternal kandang.

Salah satu perhatian dalam penerapan teknologi tersebut adalah pengendalian kendaraan. Kendaraan yang berasal dari luar area peternakan berpotensi membawa kontaminan sehingga proses sanitasi sebelum memasuki lingkungan kandang menjadi bagian penting dalam pengendalian risiko.

Selain teknologi biosekuriti, tim USB dan STEKOM juga menyerahkan aplikasi sistem informasi manajemen inventori.

Aplikasi tersebut digunakan untuk membantu mitra melakukan pencatatan sekaligus pengelolaan data peternakan. Sistem tersebut mencakup pencatatan populasi ayam, produksi telur, dan stok pakan.

Ketua tim pengabdian, apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa penyerahan teknologi merupakan bagian dari upaya memastikan hasil program dapat terus dimanfaatkan oleh mitra setelah kegiatan pengabdian berakhir.

Teknologi yang diberikan tidak hanya berupa perangkat fisik, tetapi juga dilengkapi dengan pelatihan dan pendampingan. Pendekatan tersebut dilakukan agar mitra memiliki kemampuan menggunakan teknologi sekaligus memahami tujuan penerapannya dalam pengelolaan peternakan.

Peternak Diperkuat dengan Pelatihan dan Pendampingan

Dari sisi biosekuriti, mitra telah mendapatkan pelatihan mengenai sanitasi, pengendalian akses, penggunaan APD, dan desinfeksi.

Sementara dari sisi manajemen, mitra telah mendapatkan pelatihan penggunaan sistem informasi untuk mendukung pencatatan dan pengelolaan data peternakan.

Haryo Kusumo, S.Kom., M.Si., M.Kom., yang menangani aspek manajemen inventori dalam tim, memberikan pendampingan agar sistem informasi dapat digunakan sesuai kebutuhan mitra.

Sistem tersebut diharapkan membantu peternak membangun pencatatan yang lebih terstruktur sehingga informasi produksi dan persediaan dapat dipantau secara lebih mudah.

Sementara itu, Destik Wulandari, S.Pd., M.Si., berperan dalam aspek kesehatan ayam dan lingkungan kandang, termasuk mendukung penerapan biosekuriti dari aspek biologis serta melakukan monitoring kondisi kesehatan ayam dalam rangkaian program.

Pemilik Berkah Tigan Farm, Sigit Handoko, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh tim.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan perangkat, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan peternakan.

Gabungkan Biosekuriti dan Manajemen Berbasis Data

Program ini memiliki pendekatan integratif dengan menggabungkan sistem kandang sehat berbasis biosekuriti dan manajemen inventori pakan berbasis data.

Integrasi tersebut merupakan bagian dari kebaruan program karena kedua pendekatan sebelumnya belum diterapkan secara terstruktur oleh mitra.

Dengan penerapan kedua teknologi tersebut, program diarahkan untuk mendukung dua aspek penting dalam usaha peternakan, yaitu kesehatan dan produktivitas ayam serta efisiensi pengelolaan usaha.

Lingkungan kandang yang lebih sehat diharapkan dapat mendukung stabilitas produksi. Sementara itu, pencatatan data yang lebih baik dapat membantu peternak melakukan evaluasi dan mengambil keputusan usaha.

Penyerahan teknologi tepat guna juga menjadi bagian dari tahapan keberlanjutan program. Dalam rancangan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, serah terima teknologi dan keberlanjutan bersama mitra merupakan salah satu tahap akhir.

Melalui hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026, USB dan STEKOM berharap teknologi yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh mitra secara mandiri.

Keberlanjutan penggunaan teknologi diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan manajemen, penerapan kandang sehat berbasis biosekuriti, pengelolaan persediaan pakan, serta keberlanjutan usaha peternakan.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat, khususnya dalam mendukung produksi telur yang lebih stabil, efisiensi usaha peternakan, dan penguatan ketahanan pangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.