Jateng

Mahasiswa UNNES Bangun Kemandirian Warga Podorejo, Lansia hingga Usia Produktif Belajar Keterampilan Bernilai Ekonomi

Muhammad Husni Mushonifi | 3 Agustus 2026, 09:05 WIB
Mahasiswa UNNES Bangun Kemandirian Warga Podorejo, Lansia hingga Usia Produktif Belajar Keterampilan Bernilai Ekonomi

JATENG.AKURAT.CO, Semangat belajar ternyata tidak mengenal usia. Di Balai RT 6 RW 12 Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, puluhan warga dari berbagai generasi berkumpul untuk menambah keterampilan yang tidak hanya bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi keluarga.

Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), mahasiswa SGL PGSD Universitas Negeri Semarang (UNNES) menghadirkan NGREMBAKA AKSARA, sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis literasi dan keterampilan yang menghubungkan anak-anak, remaja, masyarakat usia produktif, hingga lansia dalam satu ekosistem belajar.

Pada Minggu (2/8/2026), program difokuskan pada Pojok Literasi Cakra Ngrembaka untuk masyarakat usia produktif dan Pojok Literasi Kersa Ngrembaka bagi para lansia. 

Sebanyak 30 peserta mengikuti berbagai pelatihan yang dirancang untuk memperkuat keterampilan hidup (life skills), jiwa kewirausahaan (edupreneur skills), serta ketahanan keluarga.

Kegiatan diawali dengan senam demensia yang menghidupkan suasana pagi. Para lansia tampak antusias mengikuti setiap gerakan sebagai upaya menjaga kebugaran fisik sekaligus mempertahankan fungsi kognitif agar tetap aktif dan produktif. Momen kebersamaan itu menjadi bukti bahwa semangat untuk hidup sehat dan terus belajar tetap menyala di usia senja.

Usai berolahraga, para lansia diajak mengasah kreativitas melalui pelatihan membuat ecoprint pada taplak meja menggunakan daun dan pewarna alami. Selain menghasilkan karya yang indah, teknik ramah lingkungan tersebut juga membuka peluang usaha rumahan dengan nilai jual yang menjanjikan.

Sementara itu, masyarakat usia produktif memperoleh pembekalan mengenai ketahanan keluarga dari narasumber Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya komunikasi yang sehat, pembagian peran dalam keluarga, serta membangun rumah tangga yang harmonis sebagai fondasi masyarakat yang tangguh.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pelatihan sablon manual. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi langsung mempraktikkan proses penyablonan mulai dari mengenal alat dan bahan hingga menghasilkan karya pada media kain. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal membuka usaha kreatif dan meningkatkan kemandirian ekonomi warga.

Ketua Pelaksana PPK Ormawa SGL PGSD UNNES, Farid Fikri Khoirul Rasyid, mengatakan seluruh rangkaian program NGREMBAKA AKSARA dirancang agar masyarakat memperoleh manfaat nyata melalui perpaduan literasi dan keterampilan praktis.

"Melalui Pojok Literasi NGREMBAKA AKSARA, kami tidak hanya menghadirkan pembelajaran, tetapi juga membangun life skills, edupreneur skills, dan literasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, keterampilan yang diperoleh masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, memperkuat ketahanan keluarga, serta menjadi langkah nyata mewujudkan Kelurahan Podorejo sebagai Kelurahan Cerdas Berkelanjutan," ujar Farid.

Apresiasi juga datang dari Ketua RW 12 Kelurahan Podorejo, Umi, yang menilai kehadiran mahasiswa UNNES telah membawa dampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya memperkaya pengetahuan warga, tetapi juga memberikan keterampilan yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut karena mampu mendorong warga menjadi lebih kreatif, produktif, dan mandiri.

Melalui NGREMBAKA AKSARA, mahasiswa UNNES menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada transfer ilmu. Mereka menghadirkan ruang belajar yang mempertemukan lintas generasi, menumbuhkan kreativitas, memperkuat ketahanan keluarga, sekaligus membuka peluang ekonomi baru. 

Langkah kecil yang dilakukan di Kelurahan Podorejo ini menjadi bukti bahwa literasi, keterampilan, dan kolaborasi dapat menjadi fondasi lahirnya masyarakat yang cerdas, mandiri, serta berdaya saing.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.