Tim Pengabmas Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang Hilirisasikan Hasil Riset untuk Cegah Penyakit Gusi pada Lansia

JATENG.AKURAT.CO, Penyakit periodontal atau penyakit gusi masih menjadi salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak dialami kelompok lanjut usia (lansia). Apabila tidak ditangani sejak dini, penyakit ini dapat menyebabkan peradangan gusi, kerusakan jaringan penyangga gigi, hingga kehilangan gigi yang berdampak pada kemampuan mengunyah, status gizi, serta kualitas hidup lansia.
Sebagai bentuk komitmen dalam mengimplementasikan hasil penelitian kepada masyarakat, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang melaksanakan kegiatan Penerapan Hasil Penelitian melalui Intervensi Scaling dan Penggunaan Obat Kumur Herbal Berbasis Rosella (Hibiscus sabdariffa) dan Teh Hijau (Camellia sinensis). Kegiatan yang berlangsung di RW 01 Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang tersebut diikuti oleh 93 peserta lansia.
Program ini merupakan bagian dari hilirisasi hasil penelitian dosen yang bertujuan agar inovasi di bidang kesehatan gigi dan mulut tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Tim Pengabmas dipimpin oleh Yodong, S.ST., M.H.Kes. selaku ketua, dengan anggota Sulur Joyo Sukendro, S.Si.T., M.Kes. dan Kiat Irma Fakhriatul, S.Tr.Kes.. Dalam pelaksanaannya, tim memberikan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, tindakan scaling atau pembersihan karang gigi, edukasi mengenai pemeliharaan kesehatan rongga mulut, serta pendampingan penggunaan obat kumur herbal yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian.
Ketua Tim Pengabmas, Yodong, S.ST., M.H.Kes., mengatakan bahwa kesehatan gigi dan mulut sering kali belum menjadi perhatian utama pada kelompok lansia, padahal penyakit periodontal memiliki dampak yang luas terhadap kesehatan secara keseluruhan.
"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi hasil penelitian dosen Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang. Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan melalui penelitian dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya bersifat kuratif melalui tindakan scaling, tetapi juga promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan serta pemanfaatan obat kumur herbal berbahan rosella dan teh hijau yang memiliki potensi sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi. Harapannya, masyarakat, khususnya lansia, semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari upaya mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik," ungkapnya.
Selain pelayanan kesehatan, para peserta juga memperoleh penyuluhan mengenai teknik menyikat gigi yang benar, pentingnya pemeriksaan gigi secara berkala, serta cara menjaga kebersihan rongga mulut untuk mencegah terjadinya penyakit periodontal. Edukasi diberikan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami sekaligus mempraktikkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dalam kehidupan sehari-hari.
Salah seorang peserta, Ibu Siti Fatimah (70 tahun), mengaku sangat terbantu dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelayanan yang diberikan tidak hanya membuat kondisi giginya menjadi lebih nyaman, tetapi juga menambah pengetahuan mengenai cara merawat kesehatan gusi.
"Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Setelah dilakukan scaling, gigi terasa lebih bersih dan nyaman. Saya juga baru mengetahui pentingnya menjaga kesehatan gusi serta cara menggunakan obat kumur herbal dengan benar. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena sangat bermanfaat bagi kami para lansia," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Tim Pengabmas Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang berharap hasil penelitian yang telah dikembangkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat budaya hidup sehat, khususnya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut. Kegiatan ini juga menjadi wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
Ke depan, model pengabdian berbasis hilirisasi hasil penelitian seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai wilayah sehingga inovasi yang lahir dari perguruan tinggi mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan kesehatan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Dikabarkan Sakit Mendadak, Ini Fakta Meninggalnya Putri Juficha Tepat di Hari Ulang Tahunnya yang ke-26
- 2Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 3Jadwal dan Prediksi Skor Persib vs Sabah FC Malam Ini: Maung Bandung Tampil Pincang, Mampukah Tetap Menang? Siaran Langsung Indosiar
- 4Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 5Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 6Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 7Prediksi Skor Persebaya vs Penang FC: Bajul Ijo Incar Kemenangan di Hadapan Bonek dan Bonita
- 8Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 9Diburu Tiga Raksasa Liga Inggris! Victor Osimhen Jadi Rebutan Manchester United, Arsenal dan Tottenham
- 10Jadwal Sepak Bola Hari Ini, Sabtu 15 Agustus 2026: Persebaya, Persib, Chelsea hingga Manchester United Tampil



