SPMB 2026 Semarang: Sejumlah SD Negeri Sepi Peminat, Kursi Siswa Baru Terancam Kosong

JATENG.AKURAT.CO, Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Semarang menghadapi tantangan tersendiri. Hingga Kamis (11/6) pukul 14.00 WIB, sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) masih mencatat jumlah pendaftar yang jauh di bawah kuota yang tersedia, sehingga berpotensi tidak memenuhi target penerimaan siswa baru tahun ini.
Data pada laman resmi SPMB Kota Semarang menunjukkan beberapa sekolah baru memperoleh belasan hingga kurang dari 10 pendaftar. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena masih banyak kursi yang belum terisi menjelang berakhirnya masa pendaftaran.
SDN Wonodri dan SDN Mangunharjo Tugu misalnya, masing-masing baru menerima sembilan calon peserta didik. Sementara SDN Karangkidul mencatat 10 pendaftar dan SDN Plalangan 2 sebanyak 11 pendaftar.
Ketua SPMB SDN Mangunharjo Tugu, Ali Akbar, mengakui kuota siswa di sekolahnya hingga kini belum terpenuhi.
“Sejauh ini memang belum terpenuhi, hanya sembilan anak dari jumlah kuota siswa yang disediakan,” ujarnya, Kamis (11/6).
Jumlah pendaftar yang masih rendah juga terjadi di sejumlah sekolah lain, seperti SDN Sekayu dan SDN Petompon 3 yang masing-masing memperoleh 15 pendaftar. SDN Bugangan 2 mencatat 16 pendaftar, SDN Tambakrejo 3 sebanyak 18 pendaftar, sedangkan SDN Gabahan dan SDN Randugarut masing-masing menerima 19 pendaftar.
Sementara itu, SDN Gisikdrono 3 yang telah menyiapkan dua rombongan belajar (rombel) baru diisi 33 calon siswa.
Persaingan Sekolah dan Minimnya Lulusan TK
Ali Akbar menjelaskan, rendahnya minat pendaftar bukan fenomena baru. Pada tahun ajaran sebelumnya, sekolahnya juga tidak berhasil memenuhi kuota penerimaan.
Dari kuota 28 siswa yang tersedia saat itu, hanya 23 siswa yang akhirnya diterima.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi terbatasnya jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) di sekitar wilayah sekolah. Selain itu, banyaknya pilihan sekolah dasar dan madrasah yang lokasinya berdekatan membuat calon siswa tersebar ke berbagai lembaga pendidikan.
“Orang tua biasanya memilih sekolah yang paling dekat dengan tempat tinggalnya,” jelas Ali.
Di kawasan Mangunharjo sendiri terdapat sejumlah sekolah dasar negeri dan madrasah ibtidaiyah yang berlokasi dalam radius berdekatan, sehingga masyarakat memiliki banyak alternatif pilihan.
Pendaftaran Gelombang Kedua Jadi Opsi
Untuk mengantisipasi kekurangan siswa, sekolah telah menyiapkan kemungkinan pembukaan pendaftaran tahap kedua apabila hingga hari terakhir kuota belum terpenuhi.
Ali menegaskan, proses belajar mengajar tetap akan berlangsung normal meskipun jumlah siswa yang diterima lebih sedikit dari target.
Bahkan, jumlah peserta didik yang lebih sedikit dinilai dapat memberikan keuntungan karena proses pembelajaran menjadi lebih intensif dan perhatian guru terhadap siswa bisa lebih maksimal.
Disdik Masih Menunggu Perkembangan
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aji Nur Setiawan, mengatakan pihaknya belum mengambil langkah khusus karena proses pendaftaran masih berlangsung.
Menurutnya, masih ada kemungkinan orang tua mengubah pilihan sekolah sehingga distribusi peserta didik dapat berubah hingga penutupan SPMB.
“Orang tua tentu berupaya mencari sekolah negeri yang memungkinkan anaknya diterima. Bisa saja pilihan sekolah berubah,” katanya.
Aji menambahkan, siswa yang belum diterima di sekolah tujuan utama masih memiliki kesempatan berpindah ke sekolah lain yang kuotanya belum terisi penuh.
Fenomena Terjadi di Pusat Kota
Dinas Pendidikan mencatat fenomena kekurangan siswa dalam beberapa tahun terakhir lebih banyak terjadi pada SD negeri yang berada di kawasan tengah Kota Semarang.
Perubahan pola tempat tinggal keluarga muda disebut menjadi salah satu penyebab utama. Banyak keluarga kini memilih menetap di kawasan pinggiran kota karena harga hunian yang lebih terjangkau.
Akibatnya, jumlah anak usia sekolah dasar di wilayah pusat kota semakin berkurang dan berdampak langsung pada rendahnya jumlah pendaftar di sejumlah SD negeri.
Merger Sekolah Masih Dikaji
Meski ada sekolah yang terus mengalami kekurangan siswa, Dinas Pendidikan belum memutuskan langkah penutupan ataupun penggabungan sekolah.
Aji menegaskan, kebijakan tersebut harus mempertimbangkan akses pendidikan masyarakat, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Menurutnya, keberadaan sekolah negeri di berbagai wilayah masih sangat dibutuhkan agar anak-anak tetap dapat mengakses pendidikan dengan mudah tanpa harus menempuh jarak yang terlalu jauh.
Jika hingga penutupan SPMB masih terdapat kursi kosong, Disdik Kota Semarang akan menunggu petunjuk pemerintah pusat terkait kemungkinan pembukaan penerimaan siswa di luar jadwal resmi.
“Sayang kalau kuota yang sudah tersedia tidak dimanfaatkan. Jika diperbolehkan, tentu akan kami upayakan agar kursi-kursi tersebut tetap bisa terisi,” pungkas Aji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1UPDATE Klasemen Runner-up Terbaik Piala AFF U19 2026: Malaysia Tersingkir, Vietnam Tunggu Hasil Grup C
- 2UPDATE Klasemen Piala AFF U19 2026: Pemuncak Grup A B C dan Runnerup Terbaik, Siapa Lolos ke Semifinal?
- 3UPDATE Klasemen Piala AFF U19 2026: Indonesia Lolos Semifinal, HASIL Duel Thailand vs Malaysia Paling Ditunggu
- 44 Tim Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19 2026: Indonesia Ditantang Australia, Thailand Jumpa Kamboja
- 5SKOR AKHIR! Oman vs Mozambik FIFA Matchday 2026: Menang Telak 4-1 di Bekasi, Oman Bangkit Setelah Dibungkam Indonesia
- 6Thailand Lolos, Malaysia Tersingkir! Indonesia Berpeluang Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF U19 2026
- 7Jadwal Semifinal Piala AFF U19 2026: Indonesia vs Australia, Thailand Tantang Kamboja, Kapan dan Jam Berapa? Cek Lengkap
- 8Vietnam Terancam Tersingkir dari Piala AFF U19 2026! Hasil Imbang Malaysia vs Thailand Jadi Mimpi Buruk
- 9LIVE SCORE Thailand U19 vs Malaysia U19: Babak Pertama Berakhir Imbang 2-2, Duel Sengit Penentu Juara Grup B, Cek SKOR AKHIR Full Time
- 10Aturan Syarat Penentuan Runner-up Terbaik Piala AFF U19 2026, HASIL Kemenangan Lawan Peringkat Terakhir Tidak Dihitung!





