Jateng

12 Mahasiswa UIN Walisongo Tembus Taiwan, Raih Double Degree Sekaligus Karier di Industri Konstruksi Global

Muhammad Husni Mushonifi | 4 Juni 2026, 19:09 WIB
12 Mahasiswa UIN Walisongo Tembus Taiwan, Raih Double Degree Sekaligus Karier di Industri Konstruksi Global

JATENG.AKURAT.CO, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional. Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), resmi diterima untuk melanjutkan studi di Minghsin University of Science and Technology (MUST), Taiwan, melalui Program Double Degree BCP 3+1 dan BCP 3+1+i.

Capaian ini menjadi lebih istimewa karena para mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan belajar di luar negeri, tetapi juga langsung mendapatkan akses magang dan bekerja di sejumlah perusahaan konstruksi dan rekayasa teknik ternama di Taiwan. Program tersebut membuka jalan bagi mahasiswa untuk meraih gelar akademik sekaligus pengalaman profesional di lingkungan industri internasional.

Berdasarkan rilis yang diterima pada 3 Juni 2026, skema BCP 3+1 dan BCP 3+1+i dirancang sebagai program percepatan yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana sambil membangun kompetensi kerja global. Melalui program ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik lintas negara, tetapi juga berkesempatan memperoleh penghasilan dengan standar industri internasional.

Adapun 12 mahasiswa ISAI UIN Walisongo yang berhasil lolos dan perusahaan tempat mereka berkarier di Taiwan adalah:

  • Dessy Della Syafitri – BES Engineering Corp.

  • Maghfiroh Choirunnisa – Lijou Engineering Consultants Co., Ltd.

  • Muh Tajulhaq Hakim Tiro – Xu-Yuan Construction Co., Ltd.

  • Muhamad Adzkia – Xu-Yuan Construction Co., Ltd.

  • Fatino Wahyu Baskoro – Chien Kuo Construction Co., Ltd.

  • Trisna Muhamad Ridwan – Chien Kuo Construction Co., Ltd.

  • Ami Anggraeni – Dentian Construction Co., Ltd.

  • Komala Sari – BES Engineering Corp.

  • Atikah Nur Rochmah – BES Engineering Corp.

  • Nailatul Khusna – BES Engineering Corp.

  • Mohammad Hamdan Amrulloh – Chien Kuo Construction Co., Ltd.

  • Risma Nahva Firdausy – I-Jia Construction Co., Ltd.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa lulusan dari rumpun keilmuan keagamaan dan kebudayaan memiliki peluang besar untuk bersaing di dunia industri global. Kompetensi yang dibangun melalui pendekatan multidisiplin terbukti mampu menjawab kebutuhan sektor konstruksi dan teknologi modern.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Musahadi, menyampaikan apresiasi atas pencapaian para mahasiswa tersebut. Menurutnya, program ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat internasionalisasi kampus sekaligus menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri global.

“Ini adalah lompatan besar bagi institusi. Mahasiswa kami tidak hanya belajar teori arsitektur Islam di kelas, tetapi kini mereka terjun langsung ke ekosistem arsitektur, teknik sipil, dan konstruksi modern berskala global di Taiwan. Program ini mematangkan visi Unity of Sciences, di mana ilmu agama dan ilmu sains-teknologi terapan membaur untuk memberikan kemanfaatan yang nyata,” ujar Prof. Musahadi.

Program Double Degree BCP juga diharapkan menjadi sarana transfer teknologi dan budaya kerja industri maju kepada mahasiswa. Selain memperkaya wawasan akademik, pengalaman tersebut akan membentuk generasi muda yang adaptif, berdaya saing internasional, dan mampu membawa inovasi global untuk pembangunan di Indonesia.

Keberangkatan 12 mahasiswa ISAI ke Taiwan menjadi inspirasi bahwa batas geografis bukan lagi penghalang bagi mahasiswa Indonesia untuk meraih mimpi. Dari ruang kuliah di Semarang menuju perusahaan-perusahaan konstruksi modern di Taiwan, mereka membuktikan bahwa perpaduan ilmu, keberanian, dan kerja keras mampu membuka pintu masa depan di panggung dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.