Jateng

Ratusan Guru PAUD Jateng Dibekali Coding dan Robotik, Siapkan Generasi Adaptif di Era Digital

Muhammad Husni Mushonifi | 3 Juni 2026, 17:28 WIB
Ratusan Guru PAUD Jateng Dibekali Coding dan Robotik, Siapkan Generasi Adaptif di Era Digital

JATENG.AKURAT.CO, Transformasi pendidikan anak usia dini di Jawa Tengah terus didorong agar selaras dengan perkembangan teknologi. 

Salah satunya melalui pelatihan coding dan robotik yang diikuti lebih dari 400 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai daerah di Jawa Tengah di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan bertajuk Praktik Pembelajaran Mendalam, Coding, dan Robotic Berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) tersebut digagas oleh Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Tengah dan Rumah Edukasi.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital. 

Program tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan pendidikan yang diusung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa pengenalan coding dan robotik sejak usia dini kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan oleh dunia pendidikan.

“Targetnya pendidikan di Jawa Tengah harus beradaptasi, terintegrasi dengan teknologi. Tentunya implementasi ini bukan hanya sebuah pilihan, tapi merupakan kebutuhan,” kata Nawal usai membuka kegiatan.

Menurutnya, pembelajaran berbasis teknologi mampu membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis. Selain itu, metode tersebut juga mendorong kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta keterampilan bekerja sama dalam tim.

Nawal menjelaskan, aktivitas coding dan robotik yang dikemas melalui permainan edukatif tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik sejak dini.

“Pada kegiatan hari ini kita tadi memiliki empat tagar, satu kerja sama, tidak dengan gawai, kemudian juga antiperundungan, dan bijak digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 yang mengatur pengintegrasian mata pelajaran Koding dan Artificial Intelligence (AI) dalam kurikulum pendidikan mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.

“Jadi harapannya nanti di setiap PAUD yang ada setelah kepala sekolah dan gurunya dilatih, ini bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing,” lanjutnya.

Lebih jauh, Nawal berharap pembelajaran coding dan robotik mampu membentuk karakter anak yang bijak dalam memanfaatkan teknologi sekaligus memperkuat pola pikir yang kreatif dan terstruktur.

“Di era digital pada saat ini, anak-anak harus adaptif, dan dia juga harus menjadikan teknologi sebagai sesuatu yang positif,” tegasnya.

Dalam pelatihan tersebut, para guru mendapatkan berbagai materi mulai dari unplugged coding atau pemrograman dasar tanpa komputer, penerapan coding dalam matematika, pemecahan masalah berbasis logika, hingga praktik merakit robot sederhana.

Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, mengatakan bahwa pengenalan konsep berpikir komputasional perlu dilakukan sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan anak.

Menurutnya, pembelajaran coding dan robotik dapat menjadi media efektif untuk mengenalkan logika, pola pikir sistematis, kreativitas, serta kemampuan sosial dan emosional anak melalui aktivitas bermain sambil belajar.

“Melalui pendekatan STEAM, kegiatan robotik dan coding tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan unsur sains, rekayasa, seni, dan matematika ke dalam pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini,” jelas Sunarto.

Sementara itu, Guru TK Negeri Pembina Kabupaten Batang, Alim Sri Mardiyani, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari pelatihan tersebut. Ia menilai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran mampu meningkatkan minat belajar anak.

“Kami sendiri sudah menggunakan teknologi, papan interaktif digital yang besar itu. Anak-anak jadi lebih tertarik kalau kami mengajak dengan video maupun games,” ungkap Alim.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap para guru PAUD dapat menjadi motor penggerak penerapan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah masing-masing, sehingga anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dan memanfaatkannya secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.