Idul Adha di UPGRIS: 7 Sapi dan 4 Kambing Dikurbankan, Refleksi Kepemimpinan Nabi Ibrahim di Kehidupan Kampus

JATENG.AKURAT.CO, Suasana khidmat menyelimuti lingkungan Kampus IV Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Jalan Gajah, Semarang, Kamis (28/5/2026).
Di tengah semangat Hari Raya Idul Adha, civitas akademika UPGRIS melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ibadah sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat.
Sebanyak tujuh ekor sapi dan empat ekor kambing disembelih dalam kegiatan tersebut.
Nantinya, daging kurban akan disalurkan kepada rumah yatim piatu, pondok pesantren, hingga warga sekitar yang membutuhkan.
Namun pelaksanaan Iduladha di lingkungan kampus itu tidak hanya dimaknai sebagai prosesi penyembelihan hewan kurban semata.

Momentum tersebut juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai nilai pengorbanan, keikhlasan, komunikasi, hingga kepemimpinan yang diwariskan Nabi Ibrahim AS.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPGRIS Dr Sri Suciati MHum, menyampaikan pandangan mengenai relevansi nilai-nilai Iduladha dalam kehidupan modern, terutama dalam dunia pendidikan, organisasi, dan kehidupan sosial masyarakat.
Dirinya menuturkan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS sesungguhnya menghadirkan teladan kepemimpinan yang sangat maju dan relevan hingga saat ini.
“Kalau saya memaknai kisah Nabi Ibrahim, kepemimpinan beliau beratus-ratus tahun yang lalu itu sesungguhnya sudah menunjukkan kepemimpinan transformasional. Bahkan beliau juga telah menerapkan collaborative leadership,” ujarnya.
Menurut Sri Suciati, Nabi Ibrahim memiliki keyakinan penuh bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail merupakan ketetapan Allah SWT yang harus dijalankan.
Namun dalam prosesnya, Nabi Ibrahim tidak menggunakan kekuasaan sebagai seorang ayah untuk memaksakan kehendak kepada putranya.
Sebaliknya, Nabi Ibrahim justru membangun komunikasi dan kesadaran bersama dengan Nabi Ismail.
“Beliau tahu persis bahwa itu adalah perintah Allah. Tetapi beliau tetap mengomunikasikan kepada putra tercintanya, Nabi Ismail. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu menggunakan kekuasaan untuk memaksa anak buah, tim, atau anggota. Kepemimpinan justru membangun kesadaran bersama,” jelasnya.
Sri Suciati menilai, nilai tersebut sangat penting diterapkan dalam kehidupan organisasi dan dunia pendidikan saat ini.
Sebab keputusan besar akan lebih mudah dijalankan ketika lahir dari kesadaran dan komitmen bersama, bukan keterpaksaan.
“Ketika sebuah keputusan dijalankan dengan kesadaran dan komitmen bersama, maka pelaksanaannya akan dilakukan tanpa keterpaksaan. Ada keikhlasan di dalamnya. Saya kira itu pelajaran besar yang bisa kita ambil dari Iduladha,” katanya.
Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Tengah Dr Muhdi SH MHum melihat semangat Iduladha juga menghadirkan inspirasi besar dalam kehidupan sosial masyarakat.
Ia menyoroti budaya menabung masyarakat demi bisa berkurban maupun menunaikan ibadah haji sebagai bentuk kesungguhan dalam merencanakan ibadah.
“Saya melihat di masyarakat Jawa Tengah ada praktik-praktik baik yang luar biasa. Banyak warga yang sejak jauh-jauh hari menabung untuk kurban. Itu menunjukkan keikhlasan dan kesiapan masyarakat dalam merencanakan ibadah,” ujarnya.
Menurut Muhdi, kebiasaan menabung sedikit demi sedikit tersebut menunjukkan bahwa setiap orang sebenarnya memiliki kesempatan mewujudkan cita-cita selama dijalani dengan niat yang baik dan konsisten.
“Sekarang kita melihat banyak masyarakat biasa, pedagang di pasar, yang bisa berangkat haji karena mereka menabung sedikit demi sedikit setiap hari. Artinya apa? Kalau seseorang punya mimpi, insyaallah bisa diwujudkan dengan perencanaan yang baik dan konsisten,” katanya.
Selain soal pengorbanan dan keikhlasan, Muhdi juga menyoroti pentingnya komunikasi dalam kepemimpinan.
Ia menilai Nabi Ibrahim memberikan contoh luar biasa tentang bagaimana menyampaikan keputusan yang sangat berat dengan cara yang membangun pemahaman dan kesadaran.
“Pemimpin itu harus punya kemampuan komunikasi. Dan komunikasi itu bukan sekadar bahasa lisan atau tulisan yang baik. Tapi juga soal diksi, pilihan kata. Kata-kata yang tepat itu bisa membangun kesadaran,” jelasnya.
Menurut Muhdi, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menunjukkan bahwa komunikasi yang baik mampu menghadirkan keikhlasan meski menghadapi situasi yang sangat berat.
“Ini perintah yang luar biasa berat, bahkan sangat ekstrem. Tapi karena dikomunikasikan dengan baik, Nabi Ismail bisa menerima dengan penuh kesadaran. Kalau spirit seperti ini hadir dalam kepemimpinan kita, baik dalam lembaga maupun kehidupan bernegara, saya yakin masyarakat akan tumbuh dengan rasa ikhlas untuk menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya,” tutur Muhdi.
Ia berharap masyarakat tidak hanya memaknai Iduladha dari jumlah hewan kurban yang disembelih, tetapi juga dari hikmah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Harapan saya kurban tidak hanya dilihat dari jumlah sapi atau kambing yang disembelih. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengambil hikmah dan inspirasi dari peristiwa itu. Mudah-mudahan menginspirasi kita semua,” katanya.
Pelaksanaan Iduladha di lingkungan UPGRIS pun diharapkan membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Selain memperkuat spiritualitas civitas akademika, momentum kurban juga menjadi bentuk kepedulian sosial di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
Semangat pengorbanan, keikhlasan, dan kepemimpinan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS diharapkan terus hidup di lingkungan kampus dan menjadi inspirasi dalam membangun pendidikan, organisasi, serta kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Tanda Bansos Kamu Sudah Diterima dan Siap Diambil! Lakukan Cek dengan 3 Cara Mudah Ini
- 5Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 6Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 7Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 8Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 9Gagal Move On, Manchester United Siap Bajak Elliot Anderson dari Bawah Hidung City
- 10Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'





