Jateng

UPGRIS Kukuhkan Guru Besar ke-12, Prof Efriyani Sumastuti Dorong Penguatan Literasi Keuangan dan UMKM Pariwisata

Arixc Ardana | 22 Mei 2026, 10:06 WIB
UPGRIS Kukuhkan Guru Besar ke-12, Prof Efriyani Sumastuti Dorong Penguatan Literasi Keuangan dan UMKM Pariwisata
Rektor UPGRIS Dr Sri Suciati MHum dalam pengukuhan Guru Besar ke-12, yakni Prof Dr Ir Efriyani Sumastuti MP dalam bidang Ekonomi Pembangunan

JATENG.AKURAT.CO, SEMARANG — Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali menambah jajaran akademisi bergelar profesor melalui pengukuhan Guru Besar ke-12, yakni Prof Dr Ir Efriyani Sumastuti MP dalam bidang Ekonomi Pembangunan.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi UPGRIS dalam memperkuat tradisi akademik, sekaligus memperluas pengembangan keilmuan nonkependidikan di lingkungan kampus.

Rektor UPGRIS, Dr Sri Suciati, menyampaikan bahwa pengukuhan Prof Efriyani menjadi bukti berkembangnya kualitas sumber daya akademik di UPGRIS, tidak hanya pada bidang pendidikan, tetapi juga ilmu-ilmu murni.

“Pengukuhan Guru Besar ke-12 Universitas PGRI Semarang, ini adalah Guru Besar Ekonomi Pembangunan atas nama Ibu Prof Dr Ir Efriyani Sumastuti MP,” ujar Sri Suciati, disela upacara pengukuhan di Kampus 1 UPGRIS Semarang,Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, selama ini UPGRIS memang cukup banyak melahirkan profesor dari bidang kependidikan. Namun kini, perkembangan keilmuan di kampus tersebut semakin beragam.

“Kalau sebelumnya kita sering mengukuhkan guru besar bidang pendidikan, kali ini kita mengukuhkan ilmu murni, ekonomi pembangunan, setelah kemarin juga Pak Tris, Prof Tris itu juga bukan kependidikan. Jadi kita mulai terus menghasilkan profesor-profesor baru, tidak hanya kependidikan, tetapi juga ilmu murni. Kali ini yang ekonomi pembangunan,” katanya.

Menurut Sri Suciati, keberadaan guru besar memiliki peran strategis dalam meningkatkan kekuatan akademik kampus sekaligus kontribusi kepada masyarakat luas.

“Harapannya dengan makin bertambahnya profesor, itu artinya kekuatan UPGRIS ini akan semakin bertambah. Karena profesor itu kan gelar akademik tertinggi, sehingga mereka juga kita harapkan akan berkontribusi lebih banyak terhadap masyarakat. Dan kehadiran mereka akan terus dibutuhkan oleh masyarakat sesuai dengan bidangnya,” ungkapnya.

Ia juga menyebut UPGRIS terus mendorong percepatan lahirnya profesor-profesor baru. Bahkan, dalam rapat senat terbaru telah disetujui pengajuan tiga calon guru besar baru.

“Kemarin kita sudah di rapat senat itu menyetujui untuk mengajukan tiga orang calon guru besar. Mereka adalah yang pertama Pak Dr Joko Siswanto. Kemudian yang kedua adalah Bu Mega Novita dan yang ketiga saya sendiri,” ucapnya sambil tersenyum.

Meski demikian, Sri Suciati menegaskan seluruh proses tetap menunggu keputusan dari kementerian terkait.

“Tidak tahu ya, berproses saja, karena memang yang akan menentukan adalah Kementerian Dikti Saintek. Yang dikukuhkan insya Allah. Jadi kita berharap keluar ya, seperti Prof Efriyani ini,” katanya diselingi tawa.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Suciati juga menyinggung karya ilmiah yang dipresentasikan Prof Efriyani berkaitan dengan literasi keuangan dan pengelolaan tabungan keluarga.

“Literasi keuangan dan tabungan keluarga. Itu memang kalau kita punya literasi keuangan, insya Allah keluarga kita jadi baik-baik saja. Tidak ada lebih besar pasak daripada tiang,” tuturnya.

Ia menambahkan, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi rumah tangga maupun pengembangan usaha kecil.

Sementara itu, Prof Dr Ir Efriyani Sumastuti MP menjelaskan fokus pengembangan riset dan pengabdiannya saat ini berkaitan dengan ekonomi pembangunan, khususnya literasi keuangan, digitalisasi, serta penguatan UMKM sektor kuliner dan pariwisata.

“Penelitian, pengabdian sesuai dengan bidang saya, ekonomi pembangunan. Karena kebetulan juga saya tahun ini Alhamdulillah dapat dana hibah dari Dikti, itu juga tentang literasi keuangan, digitalisasi kemudian UMKM khususnya kuliner,” jelasnya.

Menurut Prof Efriyani, sektor kuliner memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan pariwisata daerah sehingga perlu terus diperkuat melalui inovasi dan pengelolaan usaha yang baik.

“Pariwisata itu kan tidak bisa lepas dari kuliner ya. Jadi kayaknya kalau di Semarang, saya masih khususnya sementara di Jawa Tengah, tapi mungkin ini bisa dikembangkan untuk pilot project di daerah-daerah lain yang sesuai dengan karakteristik atau yang hampir sama,” katanya.

Ia menambahkan, kajian yang awalnya berfokus pada tabungan rumah tangga kini mulai diperluas ke arah pengembangan tabungan usaha bagi pelaku UMKM.

“Intinya saya itu utamanya memang tentang tabungan rumah tangga. Cuman kemudian karena tabungan rumah tangga itu kan relatif lebih sempit, sehingga kemudian saya kembangkan ke tabungan usaha untuk UMKM,” ujarnya.

Pengembangan tersebut diharapkan mampu membantu pelaku UMKM agar lebih cepat berkembang dan naik kelas.

“Ini untuk pengembangannya supaya UMKM kita juga lebih cepat berkembang, lebih cepat naik kelas, dan saya melihat kayaknya pariwisata lebih update, sehingga kemudian saya kaitkan dengan pariwisata juga, UMKM kuliner bidang wisata,” pungkasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.