Jateng

Wisuda ke-83, UPGRIS Lepas 703 Lulusan Siap Kerja, Rektor: Jangan Sekadar Bersinar, Tapi Harus Bermanfaat

Arixc Ardana | 21 Mei 2026, 12:50 WIB
Wisuda ke-83, UPGRIS Lepas 703 Lulusan Siap Kerja, Rektor: Jangan Sekadar Bersinar, Tapi Harus Bermanfaat

JATENG.AKURAT.CO, Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Balairung Kampus 1 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) saat ratusan mahasiswa resmi diwisuda dalam prosesi wisuda ke-83, Kamis (21/5/2026).

Sebanyak 703 wisudawan dan wisudawati dikukuhkan sebagai lulusan baru yang siap memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat.

Rektor UPGRIS menegaskan bahwa jumlah lulusan pada periode kali ini menjadi capaian yang membanggakan.

Jika biasanya jumlah wisudawan berkisar 500 orang, pada periode Mei 2026 jumlahnya melonjak hingga mencapai 703 lulusan.

“Alhamdulillah, ini luar biasa. Biasanya di bulan Mei sekitar 500-an, sekarang sampai angka 703 wisudawan,” ujarnya.

Tidak hanya dari sisi jumlah, UPGRIS juga menyoroti kualitas lulusan yang dinilai semakin kompetitif.

Dari total wisudawan tersebut, sebanyak 245 mahasiswa berhasil menyelesaikan tugas akhir melalui skema non-skripsi atau karya ilmiah berbasis luaran akademik dan inovasi.

Selain itu, terdapat 279 lulusan yang telah mengantongi sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Menurut rektor, capaian tersebut menjadi bentuk nyata komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan yang benar-benar siap bersaing di dunia kerja.

“Saya kira ini adalah wujud kepedulian kami kepada para lulusan agar mereka memang betul-betul diterima di dunia kerja. Mereka yang mendapatkan sertifikat BNSP artinya memiliki kompetensi sesuai dengan keunggulan program studinya,” katanya.

Lulusan Tidak Harus Kuliah Terlalu Lama

Rektor juga menilai tren mahasiswa yang mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UPGRIS mampu belajar secara efektif tanpa harus terlalu lama berada di bangku kuliah.

“Yang lulus melalui karya tulis ilmiah ini makin banyak setiap tahun. Ini menunjukkan betapa lulusan UPGRIS tidak harus lama-lama kuliahnya. Cepat, tepat waktu,” ujarnya.

Dalam pidatonya, rektor memberikan pesan khusus kepada para wisudawan agar tidak memandang wisuda sebagai akhir perjalanan pendidikan.

Justru setelah menyandang gelar sarjana, mereka diminta terus belajar menghadapi kehidupan nyata yang penuh tantangan.

“Wisuda itu bukan akhir dari perjalanan belajar mereka, tetapi justru mereka baru memulai untuk belajar cara belajar yang baru karena mereka akan berada dalam kehidupan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Karena itu, lulusan diminta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.

“Kalau jatuh, kalau gagal, itu bukan sesuatu yang harus ditangisi. Kalau kita punya pengalaman jatuh delapan kali, ya bangkit sembilan kali. Mudah-mudahan mereka makin tangguh menghadapi kehidupan ini,” katanya.

Pesan Menjadi “Air Putih” yang Bermanfaat

Salah satu pesan menarik yang disampaikan rektor dalam wisuda kali ini adalah ajakan kepada para lulusan untuk menjadi pribadi yang sederhana namun memberi manfaat besar bagi lingkungan sekitar.

Ia mengibaratkan lulusan UPGRIS seperti air putih yang sederhana, tetapi sangat penting bagi kehidupan.

“Jadilah orang yang punya manfaat seperti air putih. Bisa membuat kita sehat, membuat orang lain segar lagi di saat layu. Walaupun sederhana, tetapi memberi makna luar biasa bagi kehidupan,” ungkapnya.

Menurutnya, seseorang tidak perlu terlalu sibuk membangun pencitraan agar terlihat hebat seperti permata yang berkilau. Sebab, hal terpenting adalah manfaat nyata yang dapat diberikan kepada masyarakat.

“Tidak perlu menghabiskan waktu untuk memoles agar seperti permata. Kadang-kadang yang menarik perhatian seperti permata justru tidak menyelamatkan. Yang sederhana tetapi memberi makna luar biasa bagi kehidupan,” tambahnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.