UNNES Kembali Angkat Guru Besar, Bukti Konkret Akselerasi Kualitas Pendidikan

AKURAT.CO, Mengawali tahun 2024, Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menambah jumlah profesor, Rabu (7/2/2024). Mereka adalah dosen-dosen berdedikasi yang telah berkontribusi mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang masing-masing.
Pertamabahan jumlah profesor juga bukti konkret akselerasi kualitas pendidikan yang dilakukan UNNES.
Rektor UNNES Prof Dr S Martono MSi menyampaikan selamat dan bangga atas pencapaian tersebut.
Baca Juga: Undip Speak Up! Civitas Akademika Nyatain Sikap Jelang Pemilu 2024
“UNNES terus bertransformasi sehingga terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.
Terdapat enam profesor yang dikukuhkan yaitu, Prof Dr Ali Masyhar, Prof Dr Djoko Adi Widodo, Prof Dr Edy Purwanto, Prof Dr Widiyanto, Prof Dr Tommy Yuniawan, dan Prof Dr Widya Hary Cahyati.
Prof Dr. Ali Masyhar Mursyid SH MH.
(Profesor Bidang Politik Hukum Pidana, Kajian Khusus Radikalisme-Terorisme)
Sebagai ahli hukum, Prof Ali Masyhar telah menekuni kajian radikalisme dan teorisme sejak lama. Ia merupakan Direktur Pusat Studi Radikalisme dan Terorisme (Pusara Teror) UNNES.
Baca Juga: Menelusuri Keindahandan Sejarah Masjid al-Wustho Mangkunegan: Peninggalan dari Keraton Mangkunegaran
Pemikirannya sebagai peneliti radikalisme dan teorisme dipublikasikan dalam berbagai jurnal internasional dan nasional. Sepanjang kariernya, pria yang kini menjabat Dekan Fakultas Hukum (FH) UNNES telah menerbitkan sebanyak 10 buku dan puluhan artikel.
Pemikirannya tentang hukum juga terpublikasi di media massa nasional. Salah satu bukunya, Pergulatan Kebijakan Hukum Pidana dalam Ranah Tatanan Sosial, menjadi rujukan nasional kajian hukum pidana di Indonesia.
Buku lainnya yang juga menjadi rujukan nasional adalah Gaya Indonesia Menghadang Terorisme yang terbit 2009 lalu.
Baca Juga: Ahmad Riyadh Puas dengan Hasil Liga 3 Jatim
Prof Dr Djoko Adi Widodo MT
(Profesor Bidang Ilmu Energi Surya)
Kepakaran Prof. Djoko Adi Widodo sebagai ahli dalam ilmu energi surya telah diakui luas. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya publikasi mengenai topik tersebut.
Tercatat, sebanyak 15 artikel di jurnal internasional terindeks Scopus telah dipublikasikannya. Salah satu artikelnya dipublikasikan International Journal of Renewable Energy Research, salah satu jurnal ilmiah bergengsi di dunia.
Salah satu inovasinya adalah “Sistem Kontrol Otomatis Berbasis Iot Pada Integrasi Suplai Energi Listrik Untuk Smart Home Micro Grid” yang telah diperoleh hak intelektualnya.
Baca Juga: Resmikan RS Cepoko, Wali Kota Semarang: Bentuk Kolaborasi Pemerintah Dalam Pelayanan Kesehatan
Prof Dr Edy Purwanto MSi
(Profesor Bidang Psikologi Pendidikan)
Prof Edy Purwanto merupakan profesor bidang pskologi pendidikan yang kiprah dan pemikirannya telah mewarnai perkembangan ilmu psikologi di Indonesia.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNNES ini telah menerbitkan puluhan artikel, baik di jurnal internasional bereputasi maupun jurnal nasional terakreditasi. Dalam pergaulan internasional namanya juga dikenal luas.
Ia beberapa kali memberikan kuliah tamu, antara lain di University Brunei Darussalam (2017), University Sain Islam Malaysia (USIM), Malaysia (2019), dan Monash University, Australia (2023).
Dengan keahlian itulah ia terlibat dalam sejumlah kegiatan profesional seperti penyusun soal TPA SBMPTN (2011-2014), anggota Tim Adhoc Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) 2013-2014, dan reviewer LPDP 2015-2018.
Baca Juga: RS Cepoko Sudah Berporasi, Warga Gunungpati Tak Perlu Bingung Lagi
Prof Dr Tommy Yuniawan MHum
(Profesor Bidang Ekolinguistik)
Sebagai peneliti bahasa, Prof Dr Tommi Yuniawan menyadari bahwa pemakaian bahasa dan terminologi tertentu dapat mencerminkan nilai-nilai budaya terkait lingkungan, serta memengaruhi perilaku dan persepsi terhadap alam.
Kesadaran itulah yang memotivasinya terus mengembangkan ekolinguistik menjadi cabang linguistik yang berkontribusi besar dalam pelestarian lingkungan. Hasilnya, sebanyak 9 artikel internasional terindeks Scopus dan 47 artikel terindeks Sinta telah dipublikasikan.
Selama kariernya, pria yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) ini juga telah menerbitkan 16 judul buku.
Selain memberikan perkuliahan Ekolinguistik, Etnolinguistik, Sosiolingiustik, Filsafat Bahasa, Menulis Karya Imiah, serta Retorika, ia juga aktif di berbagai penelitian, pengabdian kepada masyarakat ia juga berpengalaman menjadi narasumber dalam seminar dan pelatihan nasional maupun internasional, serta meraih berbagai Hak Kekayaan Intelektual.
Baca Juga: Polres Purbalingga Ringkus Tiga Pelaku Pencurian di PT Sung Chang
Prof Dr Widiyanto MM MBA
(Profesor Bidang Ilmu Pendidikan Kewirausahaan)
Profesor Widiyanto adalah pakar ilmu pendidikan kewirausahaan yang telah melahirkan banyak publikasi dan temuan.
Ia telah menerbitkan sejumlah buku yang menjadi rujukan luas, antara lain Inovasi Pembelajaran Ekonomi, Wirausaha Pilihanku, dan Mengenal Dunia Usaha (Pengantar Bisnis).
Pemikirannya terpublikasi dalam jurnal ilmiah bergengsi seperti, Journal Women's Entrepreneurship and Education (2023) dan Corporate Governance and Organizational Behavior Review (2023).
Keahliannya diaktualisasikan dengan menjadi narasumber dan membina UMKM bersama Dinas Perikanan dan Kelautan, serta pernah magang kewirausahan di Jepang selama 3 bulan juga menjadi dosen tamu di Atteneo de Davao University Philippines. Selain itu, sebanyak 4 hak kekayaan intelektual telah dimiliki.
Prof Dr Widya Hary Cahyati S KM M Kes
(Profesor Bidang Epidemologi)
Sejak mengawali karer sebagai dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat UNNES pada tahun 2005, Prof Widya menunjukkan performa akademik yang produktif.
Hal itu dibuktikan dengan belasan publikasi dan 16 hak kekayaan intelektual yang diraihnya. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan tri dharma dengan menjadi pemakalah dalam forum-forum ilmiah nasional dan internasional.
Keprihatinan terhadap masalah kesehatan di Indonesia mendorongnya untuk mengatasi tingginya kasus resistensi vektor penyakit. Ia menemukan solusi masalah tersebut melalui insektisida nabati untuk mengendalikan vector penyakit menular.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










