Jateng

Dinas Pendidikan Kota Semarang Terus Sosialisasikan Aplikasi Libas Untuk Kurangi Kekerasan di Lingkungan Pendidikan

Theo Adi Pratama | 26 Januari 2024, 18:06 WIB
Dinas Pendidikan Kota Semarang Terus Sosialisasikan Aplikasi Libas Untuk Kurangi Kekerasan di Lingkungan Pendidikan

AKURAT.CO, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramushinto menyampaikan beberapa capaian pelaksanaan Ngobrol Pendidikan Bersama Stakholder Kota Semarang (Ngopi Bareng) yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali.

Setidaknya ada dua yang sudah terlaksana, yaitu sosialisasi aplikasi Libas dan launching Karya Literasi Multimodal.

Aplikasi Libas adalah sebuah system laporan digital yang dikelola oleh Polrestabes Semarang. Aplikasi ini berfungsi untuk melaporkan secara cepat ketika terjadi kasus kekerasan atau kejahatan.

“Ada hasil implementasi dari Ngopi Bareng, yang pertama ada sosialisasi libas. Ini masukan dari Polrestabes dan didorong oleh Walikota,” ujar Bambang saat diwawancara pada Jum’at (26/1/2024).

Baca Juga: Sejarah Alat Musik Tradisional: Aramba, Keajaiban Alat Musik Nusantara yang Terlupakan

Bambang menghibau agar semua guru, orang tua, bahkan siswa-siswi mendownload aplikasi ini agar jika terjadi kekerasan di lingkungan pendidikan dapat teratasi.

“Kita mengharapkan para guru, orang tua, dan siswa di Kota Semarang semuanya mendownload aplikasi Libas dalam pengurangan angka kekerasan di satuan pendidikan,” tuturnya.

Kemudian dalam misi meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Semarang, Dinas Pendidikan ikut melaunching Karya Literasi Multimodal yang diinisiasi oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

“Terus kemarin kan kita telah melaunching Karya Literasi Multimodal untk tingkat SMP. Nah kedepan kita akan melakukan kegiatan serupa untuk anak-anak SD agar mereka terlecut untuk berinovasi supaya lebih peka terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga: Kesepakatan Besar Telah Tercapai! Port FC Umumkan Perekrutan Asnawi, Kapten Tim Nasional Indonesia

Bambang mengatakan karya-karya literasi yang ditampilkan bisa banyak rupa sesuai dengan imajinasi kreatif siswa.

“Bentuk karyanya bisa macem-macem seperti puisi, pantun, tulisan karangan, curahan hati, gambar, atau bahkan video pendek,” ungkapnya.

Bambang bahkan menegaskna program-program literasi menjadi cukup penting unt7uk pengembangan kualitas pendidikan, terutama dari sisi kreatifitas, inovasi, dan penguatan mental siswa.

“Program ini cukup penting ya bagi kami untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kota Semarang. Harapan saya kegiatan-kegiatan literasi seperti ini bisa mendorong kreatifitas siswa,” tandasnya.

Baca Juga: Kepala LLDikti VI Dorong Dosen USM Bersertifikasi

Kemudian untuk meningkatkan kualitas system serta memperkuat kurikulum yang sudah berjalan, Dinas Pendidikan bersama Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Semarang akan melakukan peningkatan kualitas perpustakaan.

Bahkan Bambang mengatakan pihaknya siap melakukan up-grade dengan mengkonversi system digital di setiap perpustakaan sekolah.

“Selain itu, kami bersama Dinas Arpus (Arsip dan Perpustakaan) Kota Semarang sedang mendorong peningkatan kualitas perpustakaan di sekolah, termasuk mendigitalisasi koleksi buku yang ada,” tuturnya.

Pasalnya menurut Bambang, keberadaan perpustakaan bersifat wajib. Perpustakaan , lenjut Bambang, adalah standard oprasional pelaksanaan (SOP) kurikulum pendidikan.

“Peningkatan kualitas perpustakaan ini perlu karena ini selain kewajiban pelayanan kami terhadap siswa, keberadaannya juga menjadi SOP kurikulum pendidikan. Jadi wajib kami kembangkan kualitasnya,” ujarnya.

“Nah ini setiap kepala sekolah harus peka supaya bisa meningkatkan literasi. Karena literasi ini kan menjadi indikator capaian pendidikan,” tutupnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.