Jateng

Bosan dengan Suasana Kota? 5 Kafe di Nganjuk Ini Sajikan Pemandangan Gunung Wilis dan Sawah Asri

Theo Adi Pratama | 10 Juni 2026, 15:54 WIB
Bosan dengan Suasana Kota? 5 Kafe di Nganjuk Ini Sajikan Pemandangan Gunung Wilis dan Sawah Asri

JATENG.AKURAT.CO, Kabupaten di Jawa Timur yang sebagian wilayahnya berada di lereng Gunung Wilis ini memang tak pernah kehabisan pesona.

Udara sejuk khas pegunungan serta bentang alam perbukitan hijau menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang ingin melepas penat dari rutinitas kota.

Jika biasanya orang berbondong-bondong ke Malang atau Batu untuk mencari ketenangan, kini Nganjuk perlahan naik daun sebagai destinasi "healing" alternatif yang tak kalah menarik.

Yang menarik, sensasi bersantai sambil menikmati alam terbuka kini bisa didapatkan hanya dengan duduk di kafe.

Tak perlu repot-repot hiking atau berkemah, pengunjung cukup memesan secangkir kopi lalu membiarkan mata dimanjakan oleh hamparan sawah, rimbunan pohon pinus, atau megahnya Gunung Wilis yang menjulang.

Beberapa media lokal bahkan sudah mulai meliput tren kafe alam terbuka yang menjamur di kawasan Sawahan dan sekitarnya.

Ada yang berlokasi di tepi tebing dengan kursi bean bag santai, ada pula yang menyuguhkan nuansa hutan asri dengan fasilitas glamping.

Penasaran lokasi mana saja yang wajib dikunjungi? Berikut ulasan lengkapnya.

Definisi Kafe Alam: Lebih dari Sekadar Tempat Ngopi

Apa yang membedakan kafe alam dengan kedai kopi biasa? Secara sederhana, kafe alam adalah tempat usaha kuliner yang mengutamakan keterpaduan antara sajian makanan-minuman dengan pemandangan lingkungan alami di sekitarnya.

Tidak seperti kafe urban yang mengandalkan desain interior industrial atau minimalis, kafe alam justru memanfaatkan lanskap pegunungan, persawahan, hutan, atau aliran sungai sebagai nilai jual utamanya.

Manfaat yang didapat pengunjung pun berlipat: selain menyegarkan tenggorokan dengan kopi atau jus, mata juga ikut "disegarkan" oleh warna hijau pepohonan dan udara bersih yang bebas polusi.

Risiko yang perlu diwaspadai hanya satu: terkadang akses jalan menuju kafe alam kurang mulus karena berada di daerah perbukitan.

Kesalahan umum yang sering dilakukan wisatawan adalah datang di akhir pekan tanpa reservasi, sehingga kehabisan spot duduk terbaik. Baiklah, langsung saja kita simak lima rekomendasinya.

1. Wilis View Cafe – Sensasi Nongkrong di Tepi Tebing dengan Panorama Gunung Wilis

Sesuai dengan namanya, Wilis View Cafe memang sengaja dibangun untuk menyuguhkan pemandangan langsung ke arah Gunung Wilis yang megah.

Lokasinya di kawasan Bulurejo, Kecamatan Sawahan, membuat kafe ini selalu diselimuti udara sejuk khas dataran tinggi.

Yang unik, bangunannya memanjang menyerupai panggung dan berada di tepi tebing, sehingga dari kursi pengunjung sudah bisa menikmati hamparan perbukitan hijau tanpa halangan.

Tempat duduknya pun beragam. Ada kursi pantai lengkap dengan payung, kursi tinggi ala bar, hingga bean bag yang sedang tren.

Soal harga, tergolong sangat ramah di kantong. Kopi dibanderol mulai dari Rp5.000, sementara makanan berat seperti nasi ayam geprek, bakso, hingga soto ayam tersedia dengan kisaran Rp8.000 hingga Rp20.000.

Kafe ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00, cocok untuk menikmati sunrise maupun sunset.

2. Kopi Yunge – Ngopi di Tengah Hamparan Sawah yang Menghijau

Mau merasakan sensasi benar-benar duduk di tengah persawahan? Kopi Yunge adalah jawabannya.

Berlokasi di Jalan Nganjuk-Rejoso, Kecamatan Rejoso, kafe ini didirikan tepat di area persawahan aktif.

Pengunjung bisa merasakan angin sepoi-sepoi yang membawa aroma padi sambil menikmati aneka sajian.

Keunggulan lain dari Kopi Yunge adalah pilihan menunya yang sangat lengkap. Ada 41 macam minuman, mulai dari kopi tradisional hingga kekinian.

Untuk makanan, tersedia masakan tradisional, chinese food, ikan gurame bakar, hingga aneka jajanan pasar.

Harga pun bersahabat, mulai dari Rp4.000 hingga Rp40.000. Lokasi ini buka dari pukul 09.00 hingga 21.00, cocok untuk bersantai di sore hari.

3. Ganter Eco Park – Wisata Kuliner di Dalam Hutan Pinus dengan Fasilitas Glamping

Berbeda dari dua kafe sebelumnya, Ganter Eco Park menghadirkan konsep yang lebih terintegrasi dengan wisata alam.

Berlokasi di Hutan Ngliman, Kecamatan Sawahan, tempat ini berada tepat di dalam kawasan hutan pinus yang asri.

Bahkan, Perhutani KPH Kediri secara resmi telah menandatangani kerja sama pengembangan wisata Ganter Valley dengan PT Wilis Ecopark Sawahan pada Februari 2026.

Suasana di Ganter Eco Park benar-benar berbeda dari kafe kebanyakan.

Pepohonan pinus yang menjulang tinggi menciptakan teduhan alami, sementara udara dingin dan segar membuat pengunjung betah berlama-lama.

Untuk fasilitas, tersedia sewa tenda dome dan homestay bagi yang ingin menginap.

Bagi yang sekadar ingin ngopi, tersedia area outdoor dengan bean bag dan gazebo, lengkap dengan spot foto instagramable seperti ayunan kayu.

Harga mulai dari Rp15.000, dengan jam operasional 10.00 hingga 22.00.

4. Plaza Bukit Surga – Kolam Renang, Gazebo, dan Pemandangan Gunung dalam Satu Tempat

Plaza Bukit Surga mungkin adalah kafe dengan fasilitas paling lengkap dalam daftar ini.

Bukan sekadar tempat makan, lokasi di Desa Bareng, Kecamatan Sawahan ini sebenarnya adalah destinasi wisata yang di dalamnya terdapat area kuliner.

Yang membuatnya istimewa adalah adanya kolam renang, gazebo, hingga area lesehan di tepi aliran sungai.

Pengunjung bisa berenang segar setelah berpanas-panas, lalu bersantai menikmati makanan dengan latar Gunung Wilis di kejauhan.

Bagi yang ingin menginap, tersedia camping ground. Tiket masuknya hanya Rp5.000–Rp10.000, lalu pengunjung bebas menambah pesanan makanan dan minuman sesuai selera.

Jam operasional dari pukul 08.00 hingga 17.00, waktu terbaik untuk menikmati sinar matahari pagi atau sore.

5. Cafe Merdeka – Konsep Vintage yang Asri di Tengah Tanaman Rindang

Berbeda dari empat kafe sebelumnya yang mengandalkan view pegunungan, Cafe Merdeka memilih konsep berbeda.

Berlokasi di Jabon, Bareng, Sawahan, kafe ini justru menghadirkan alam ke dalam desain bangunannya.

Area outdoor dipenuhi dengan berbagai macam tanaman hias dan pohon rindang, menciptakan nuansa seperti sedang berada di taman pribadi yang asri.

Sementara itu, area indoor-nya mengusung gaya vintage dengan ornamen-ornamen klasik, furnitur kayu, dan pencahayaan hangat.

Perpaduan antara alam dan retro ini menciptakan suasana yang sangat nyaman untuk nongkrong santai atau sekadar membaca buku sambil menikmati kopi.

Harga menunya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp65.000, cukup variatif untuk berbagai kalangan. Buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00.

Saatnya Melepas Penat di Alam Nganjuk

Berkunjung ke kafe-kafe di Nganjuk bukan sekadar tentang memuaskan lidah, melainkan tentang menyembuhkan mata dan pikiran yang lelah.

Dari sensasi duduk di tepi tebing Wilis View Cafe, ngopi di tengah sawah Kopi Yunge, hingga bernapas lega di hutan pinus Ganter Eco Park, semuanya menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di kafe-kafe kota besar.

Jadi, sudah siapkah Anda dan teman-teman untuk menjelajahi keindahan tersembunyi di lereng Gunung Wilis ini?

Jangan lupa siapkan kamera, karena setiap sudut di kafe-kafe ini adalah latar foto yang instagramable.

Bagikan artikel ini ke grup keluarga atau sahabat agar mereka juga tahu bahwa Nganjuk punya surga kecil yang sayang untuk dilewatkan. Selamat berwisata!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.