Jadwal Festival Balon Udara Wonosobo, Cek 8 Lokasi dan Rundown Lengkapnya

JATENG.AKURAT.CO, Langit Wonosobo kembali berwarna warni dengan hadirnya tradisi menerbangkan balon udara raksasa khas Wonosobo.
Tradisi tersebut kini menjadi magnet utama bagi pemudik dan pelancong yang berkunjung ke Jawa Tengah.
Sesuai agenda resmi dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo, festival ini berlangsung secara maraton mulai 22 hingga 28 Maret 2026, dan akan ditutup dengan kemegahan Puncak Festival di Alun-Alun Wonosobo pada 29 Maret 2026.
Lokasi Penerbangan Balon Udara Wonosobo
Bagi anda yang berencana berburu foto estetik pagi ini, pastikan sudah berada di lokasi sebelum pukul 06.00 WIB. Kondisi angin pagi yang stabil menjadi kunci balon-balon ini dapat mengangkasa dengan sempurna.
Berikut adalah 8 titik lokasi yang menggelar penerbangan balon udara di Wonosobo.
1. Sumberdalem, Kertek (23 Maret)
2. Bumireso, Wonosobo (23–24 Maret)
3. Karangluhur, Kertek (23–24 Maret)
4. Semayu, Selomerto (23–24 Maret)
5. Simbang, Kalikajar (23–26 Maret)
6. Butuh, Kalikajar (Hari terakhir di lokasi ini)
7. Tanjungsari, Sapuran (Berlangsung hingga 25 Maret)
8. Kembaran, Kalikajar (Berlangsung hingga 25 Maret)
Rangkaian Acara: Tak Hanya Balon Udara
Mengusung tema “Tradition in The Sky and Celebration on The Ground”, festival tahun ini menawarkan pengalaman wisata yang komplit.
Selain menyaksikan balon warna-warni di angkasa, pengunjung juga bisa menikmati:
- Bazar Kuliner: Menikmati sajian khas seperti Mie Ongklok dan Tempe Kemul hangat di sekitar area penerbangan.
- Lapak UMKM: Kesempatan membeli produk kerajinan lokal langsung dari pengrajinnya.
- Panggung Budaya: Penampilan seni tradisional dan musik lokal yang memeriahkan suasana di daratan.
Tips Berkunjung ke Festival Balon Udara
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, perhatikan beberapa hal berikut:
- Datang Lebih Awal: Proses penambatan balon dimulai sejak subuh. Pukul 06.00 hingga 08.00 WIB adalah waktu terbaik (golden hour).
- Siapkan Kendaraan: Mengingat lokasi tersebar di pedesaan, pastikan kendaraan dalam kondisi prima karena medan yang menanjak.
- Jaga Kebersihan: Panitia mengimbau wisatawan untuk tetap menjaga keasrian lokasi festival dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Dampak Ekonomi bagi Warga Lokal
Festival ini bukan sekadar hiburan, Pemkab Wonosobo memproyeksikan acara ini sebagai penggerak ekonomi kreatif.
Dengan ribuan wisatawan yang hadir, sektor perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM merasakan dampak ekonomi yang signifikan.
"Kami ingin tradisi ini terus lestari sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat Wonosobo," ungkap perwakilan panitia dalam rapat koordinasi lalu.
Jangan lewatkan kemeriahan hari ini dan siapkan diri untuk menyambut puncak acara di akhir pekan nanti. Jadikan momen mudik tahun ini tak terlupakan di Bumi Awan, Wonosobo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Tanda Bansos Kamu Sudah Diterima dan Siap Diambil! Lakukan Cek dengan 3 Cara Mudah Ini
- 5Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 6Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 7Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 8Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 9Gagal Move On, Manchester United Siap Bajak Elliot Anderson dari Bawah Hidung City
- 10Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'






