Jateng

Hitam Manis yang Menggoda! 5 Rekomendasi Tempat Makan Rawon Legendaris di Surabaya, Mana Favoritmu?

Theo Adi Pratama | 19 Desember 2025, 06:00 WIB
Hitam Manis yang Menggoda! 5 Rekomendasi Tempat Makan Rawon Legendaris di Surabaya, Mana Favoritmu?

JATENG.AKURAT.CO, Berbicara soal kuliner di Surabaya, rasanya mustahil untuk tidak membahas Rawon. Kuliner dengan ciri khas kuah hitam pekat dari buah kluwek ini bukan sekadar makanan, melainkan identitas bagi warga Jawa Timur, khususnya Surabaya.

Dari warung pinggir jalan hingga resto legendaris, setiap tempat punya resep rahasia yang membuat penikmatnya sulit untuk move on.

Jika Anda sedang berada di Kota Pahlawan dan ingin mencicipi rawon dengan cita rasa paling otentik, berikut adalah 5 rekomendasi rawon legendaris yang wajib masuk daftar kulineran Anda:

1. Rawon Kalkulator: Makan Enak Sambil Lihat Atraksi Hitung Cepat

Terletak di area Taman Bungkul, tempat ini tidak pernah sepi pengunjung. Namanya memang unik, namun bukan karena menu yang berhubungan dengan angka.

  • Keunikan: Nama ini diberikan oleh pelanggan karena para pelayannya memiliki kemampuan menghitung total harga pesanan dengan sangat kilat tanpa menggunakan alat bantu kalkulator.
  • Rasa: Kuahnya gurih mantap dengan daging empal yang sangat empuk. Sambal terasinya yang khas memberikan sensasi pedas yang pas. Tambahan paru atau babat goreng di sini sangat direkomendasikan!
  • Lokasi: Sentra PKL Taman Bungkul, Jl. Raya Darmo.
  • Jam Buka: 09.00 – 03.00 WIB (Cocok untuk kuliner malam).

2. Warung Pojok Moro Seneng: Perpaduan Unik Pecel Rawon

Bosan dengan rawon yang itu-itu saja? Anda harus mencoba sensasi "Pecel Rawon" di sini. Meski terdengar tidak biasa, kombinasi ini adalah favorit warga lokal.

  • Sensasi Rasa: Nasi pecel yang lengkap dengan sayuran dan bumbu kacang disiram dengan kuah rawon yang panas. Rasa manis-gurih pecel bertemu dengan rempah kluwek yang kuat ternyata menciptakan harmoni rasa yang luar biasa.
  • Lokasi: Jl. Pucang Anom No.17, Gubeng.
  • Jam Buka: 21.00 – 03.30 WIB (Pilihan tepat bagi pemburu sahur atau makan tengah malam).

3. Rawon Setan: Sang Pelopor Kuliner Pedas Malam Hari

Disebut "Setan" karena dulunya warung ini hanya buka pada malam hari (jam operasional hantu) dan memiliki rasa yang pedas menggigit.

  • Keunggulan: Dagingnya dipotong besar-besar namun tetap juicy dan lembut. Kuahnya sangat pekat, menunjukkan penggunaan bumbu rempah yang berani. Sejak tahun 90-an, tempat ini menjadi destinasi wajib bagi pelancong dari luar kota.
  • Lokasi: Jl. Embong Malang No.78/I (Depan JW Marriott).
  • Jam Buka: Buka sejak pukul 08.00 pagi hingga dini hari (tergantung hari).

4. Rawon Nguling: Cita Rasa Konsisten Sejak Tahun 40-an

Berasal dari perbatasan Probolinggo-Pasuruan, Rawon Nguling sukses menancapkan taringnya di Surabaya dengan kualitas yang tak berubah selama puluhan tahun.

  • Varian Menu: Selain rawon daging biasa, menu andalan di sini adalah Rawon Iga dan Rawon Dengkul. Kuahnya cenderung lebih ringan namun tetap kaya rasa, sangat pas dinikmati dengan taburan tauge pendek mentah yang segar.
  • Lokasi: Jl. Kendang Sari Industri No.41B.
  • Jam Buka: 08.00 – 20.30 WIB.

5. Rawon Pak Pangat: Jagonya Rawon Krengsengan

Bagi Anda yang menyukai tekstur daging yang berbeda, Rawon Pak Pangat menawarkan variasi yang sangat menarik.

  • Menu Juara: Rawon Krengsengan-nya adalah primadona. Dagingnya disajikan dalam bentuk suwiran empal dan krengsengan yang manis-gurih, lalu dipadukan dengan kuah rawon hitam yang kental. Perpaduan tekstur daging suwir dan kuahnya benar-benar bikin nagih.
  • Lokasi: Lotus Regency, Jl. Ketintang Baru Selatan.
  • Jam Buka: 06.30 – 20.00 WIB.

Tips Kulineran: Menikmati rawon paling mantap jika ditemani dengan telur asin, kerupuk udang, dan kucuran jeruk nipis yang banyak agar rasa kuahnya semakin "terangkat" dan segar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.