Jateng

BIKIN PENASARAN! Kue Tradisional Bali Ini Ternyata Wajib Ada di Upacara Suci dan Cocok Banget Buat Teman Ngopi, Tapi Kenapa Nggak Bisa Tahan Lama?

Theo Adi Pratama | 28 Juli 2025, 10:00 WIB
BIKIN PENASARAN! Kue Tradisional Bali Ini Ternyata Wajib Ada di Upacara Suci dan Cocok Banget Buat Teman Ngopi, Tapi Kenapa Nggak Bisa Tahan Lama?

JATENG.AKURAT.CO, Kalau kamu pernah berkunjung ke Jembrana, Bali, atau setidaknya tahu sedikit tentang kuliner khasnya, pasti familiar dong dengan nama Jaja Bendu? Kue tradisional yang satu ini memang ikonik banget di Bumi Makepung!

Jaja Bendu bukan sekadar camilan biasa, tapi punya makna mendalam dan sering banget hadir dalam berbagai acara penting di Jembrana.

Lebih dari Sekadar Kue: Makna Spiritual di Balik Jaja Bendu

Jaja Bendu adalah kue tradisional khas Jembrana yang dibungkus dengan daun pisang. Tapi, yang bikin kue ini istimewa adalah perannya dalam keperluan agama.

Jaja Bendu sering dihadirkan sebagai suguhan dalam upacara-upacara adat atau disajikan saat menggelar sebuah acara penting.

Salah satu upacara keagamaan yang sering menyertakan Jaja Bendu adalah Guru Piduka atau Bendu Piduka.

Upacara ini dilakukan untuk memohon keselamatan bagi umat manusia di bumi, sekaligus sebagai usaha untuk memohon ampun pada leluhur atas kesedihan atau kemarahan. Wah, ternyata Jaja Bendu punya makna spiritual yang dalam banget ya!

Manisnya Jaja Bendu: Ketan, Kelapa, dan Gula Bali yang Bikin Nagih!

Soal rasa, Jaja Bendu ini punya cita rasa manis yang khas. Kue ini terbuat dari ketan yang pulen, diisi dengan campuran kelapa parut yang gurih dan gula Bali yang legit.

Perpaduan bahan-bahan alami ini menciptakan harmoni rasa yang bikin siapa saja ketagihan!

Makanya, nggak heran kalau Jaja Bendu ini sering juga dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh khas Jembrana.

Membawa pulang Jaja Bendu pasti akan mengingatkanmu pada keunikan dan kelezatan kuliner kota ini.

Rahasia di Balik Daun Pisang: Kenapa Jaja Bendu Nggak Tahan Lama?

Meski bisa dijadikan oleh-oleh, ada satu hal penting yang perlu kamu tahu: Jaja Bendu ini tidak bisa bertahan lama hingga berhari-hari!

Daun pisang yang membungkusnya memang punya peran penting. Pembungkus alami ini digunakan agar tekstur kue tetap kering dan tidak lembek.

Namun, fungsi daun pisang ini tidak bisa membuat Jaja Bendu awet berhari-hari.

Jadi, kalau kamu beli, langsung saja disantap atau berikan pada kerabat terdekat agar bisa dinikmati selagi segar!

Jaja Bendu yang manis ini sangat cocok jika dipadukan dengan kopi hangat atau teh pahit sebagai teman bersantai.

Perpaduan rasa manis dan pahit ini akan menciptakan sensasi kenikmatan yang sempurna, apalagi ditemani suasana khas Jembrana.

Jadi, kalau kamu berkesempatan mampir ke Jembrana, jangan lupa cicipi Jaja Bendu ya! Rasakan langsung kelezatan dan makna di balik kue tradisional ini.

Sudah pernah coba Jaja Bendu? Atau punya kue tradisional Bali favorit lainnya? Yuk, share di kolom komentar!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.