5 Bangunan Masjid di Kota Solo dengan Arsitektur Unik, Ada yang Ornamennya Mirip Kulit Salak

AKURAT.CO JATENG - 5 Bangunan Masjid di Kota Solo dengan Arsitektur Unik, Ada yang Ornamennya Mirip Kulit Salak.
Masjid merupakan bangunan suci yang digunakan sebagai tempat peribadatan bagi kaum muslim.
Kota Solo tak hanya dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa, melainkan juga memiliki berbagai masjid dengan arsitektur unik.
Berikut ini beberapa masjid di Solo dengan arsitektur yang unik.
Bahkan ada yang ornamennya mirip dengan kulit buah salak.
Berikut ini 5 Bangunan Masjid di Kota Solo dengan Arsitektur Unik
- Masjid Saminah Sihyadi
Bangunan masjid ini berlokasi di Jalan Tirtonadi No.9, Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.
Masjid Saminah memiliki bentuk bundar atau melingkar. Keunikan dari bangunan masjid ini adalah ornamennya mirip dengan kulit buah salak.
Masjid Saminah tidak terdapat dinding, melainkan hanya jendela kayu yang berukuran besar.
Jendela tersebut mengelilingi hampir setengah dari bangunan masjid. Masjid ini mulai dibuka secara umum sejak tahun 2023, tidak pernah tutup, dan selalu terbuka untuk semua kalangan.
Baca Juga: 6 Masjid di Kota Semarang yang Bisa Jadi Tujuan Wisata Religi, Ada yang Bentuknya Mirip Kapal
- Masjid Laweyan
Terletak di Jalan Liris I, Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Masjid ini dibangun pada tahun 1564, masa Kerajaan Pajang. Keunikan dari bangunan masjid Laweyan yaitu dipengaruhi oleh budaya Hindu.
Masjid Laweyan masih berada satu kompleks dengan pemakaman Ki Ageng Henis, tokoh penting dalam membangun peradaban di Kampung Laweyan.
Sebelum didirikan masjid Laweyan, bangunan tersebut merupakan Pura yang telah diwakafkan untuk dibangun masjid.
- Masjid Agung Surakarta
Masjid peninggalan Kerajaan Mataram ini berlokasi di Jl. Masjid Agung No.1, Kauman, Kecamatan Pasar. Kliwon, Kota Surakarta.
Bangunan masjid ini dipengaruhi gaya arsitektur Jawa Kuno dan Belanda. Masjid Agung Surakarta didominasi oleh penggunaan bahan kayu
Letak yang strategis ini membuat kondisi dari Masjid Agung Surakarta sendiri tidak pernah sepi akan kedatangan umat Islam, baik yang berniat untuk datang beribadah ke Masjid Agung Surakarta ataupun hanya berwisata ke masjid ini saja.
Keberadaan Masjid Agung Surakarta tidak lepas dari perpindahan Keraton Kartasura ke Desa Sala, dimana kemudian tepat di Desa Sala dibangun menjadi Keraton Kasunanan Surakarta.
Baca Juga: Menilik Kembali 37 Tahun USM Berdiri yang Dulu Dapat Julukan Universitas Sebelah Masjid
Proses pembangunan dari Masjid Agung Surakarta dilakukan pada saat Pakubuwono III tahun 1763 hingga selesai tahun 1768. Pada awalnya masjid ini hanya terdiri dari bangunan utama masjid
Akan tetapi seiring berjalannya waktunya dan pergantian pemimpin di Keraton Kasunanan Surakarta terjadi penambahan dan perubahan terhadap masjid ini.
- Masjid Raya Sheikh Zayed
Masjid yang berlokasi di Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta ini merupakan hadiah dari Uni Emirates Arab (UEA) untuk Indonesia. Masjid Sheikh Zayed dibuka untuk umum pada Februari 2023.
Bangunan masjid ini dibuat mirip dengan Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, UEA. Masjid dengan dominasi warna putih ini dapat menampung hingga 10.000 jemaah.
Dengan desain yang memukau, masjid Sheikh Zayed menjadi daya tarik bagi masyarakat muslim.
Baca Juga: 5 Wisata Religi Islami Masjid Bersejarah di Kota Semarang, Salah Satunya Dibangun Sejak Tahun 1802
- Masjid Darussalam
Masjid ini dibangun sejak tahun 1900-an oleh para perantau masyarakat Banjar yang tinggal di Solo.
Bangunan masjid ini berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jayengan, Serengan. Keunikan dari masjid Darussalam adalah gaya arsitekturnya perpaduan Jawa dan Sumatera.
Saat ini, masjid Darussalam menjadi bagian dari wisata religi yang sering dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah.
Keunikan lainnya dari masjid ini yaitu sering memasak hingga ribuan porsi untuk dibagikan ke masyarakat dan jemaah masjid sebagai menu berbuka puasa.
Itulah informasi tentang 5 Bangunan Masjid di Kota Solo dengan Arsitektur Unik. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat









