Jateng

Jatuh Cinta dengan Pesona Kuliner Khas Suku Pakpak: 5 Hidangan yang Akan Memikat Hati serta Lidah Anda, Selamat Mencoba!

Theo Adi Pratama | 29 April 2024, 11:15 WIB
Jatuh Cinta dengan Pesona Kuliner Khas Suku Pakpak: 5 Hidangan yang Akan Memikat Hati serta Lidah Anda, Selamat Mencoba!

JATENG.AKURAT.CO, Suku Pakpak, yang mendiami wilayah Sumatera Utara, merupakan pemeluk kebudayaan yang kaya dan unik.

Salah satu aspek menarik dari budaya Pakpak adalah sajian kuliner khas mereka yang tidak hanya lezat tetapi juga memancarkan citra rasa yang menggoyangkan lidah.

Dari Barus di Kabupaten Tapanuli Tengah hingga Kabupaten Pakpak Bharat, serta tersebar di Kabupaten Singkil dan Kota Subulussalam, Aceh, kekayaan kuliner suku ini telah merambah berbagai wilayah dengan kekhasan rasanya.

Berikut adalah beberapa rekomendasi kuliner tradisional asli suku Pakpak di Sumatera Utara:

Baca Juga: Bersiaplah untuk Mengalami Ledakan Rasa di Banjarmasin: 6 Kuliner Khas yang Akan Mengguncang Lidah Anda, Berani Coba?

1. Pelleng

Pelleng adalah hidangan khas masyarakat Pakpak yang terdiri dari nasi kuning disertai lauk ayam kampung yang telah digulai.

Biasanya disajikan pada upacara adat atau hari-hari istimewa, Pelleng memiliki makna simbolis yang dalam bagi masyarakat Pakpak.

Bumbu rempah yang digunakan dalam pembuatan Pelleng menciptakan rasa yang gurih dan pedas, dengan tambahan topping seperti cabai hijau atau merah serta arbuk, yang merupakan beras yang digongseng, ditumbuk, dan dimasak dengan kuah gulai ayam hingga kental.

Pelleng memiliki beragam jenis dengan variasi rasa yang menggugah selera, seperti yairu pelleng boang, kelasen, simsim, dan pegagan.

2. Ginaru

Ginaru merupakan bubur yang dibuat dari sisa-sisa beras dan biasanya disajikan saat musim paceklik, terutama ketika beras sulit didapatkan.

Bubur ini diolah dengan berbagai rempah, awalnya berasal dari beras yang ditampah saat hendak menanak nasi.

Proses ini, yang disebut monis, membuatnya bisa bertahan lama dan dimasak saat diperlukan.

Baca Juga: Hanya 30 Menit dari Kabupaten Jepara, Ada Pusat Kuliner dengan Menu Andalan Soto Kerbau

3. Lappet

Lappet adalah hidangan yang dibungkus dengan daun pisang, mirip dengan hidangan lepet di daerah lain.

Menggunakan beras sebagai bahan dasar, lappet dimasak dengan cara dikukus dan dicampur dengan gula merah sebelum dibungkus dengan daun pisang.

4. Nakan Ngersing

Nakan ngersing merupakan nasi kuning dengan tambahan kunyit, seringkali disajikan dalam upacara adat sebagai simbol penolak bala.

Pertanian memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat Pakpak, dan nakan ngersing seringkali dihidangkan dalam acara-adat yang berkaitan dengan sektor pertanian.

5. Ikan Batang Lae

Ikan Batang Lae merupakan hidangan tradisional yang sangat dicari oleh masyarakat Pakpak sebagai oleh-oleh atau hidangan utama pada acara sakral.

Dianggap memiliki filosofi yang kuat bagi kehidupan suku Pakpak, ikan Batang Lae, juga dikenal sebagai ikan jurung atau ikan hampala, menjadi simbol keberanian dan ketangguhan.

Baca Juga: Menjelajahi Surga Kuliner Bakso di Kota Batu, Malang: 9 Rekomendasi Warung Bakso Terbaik dan Terlezat untuk Pecinta Kuliner!

Keberagaman dan keunikan kuliner khas Suku Pakpak tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menggambarkan warisan budaya yang kaya dan berharga.

Dengan cita rasa yang autentik dan khas, kuliner Pakpak menjadi cerminan dari kehidupan dan kearifan lokal yang patut dijaga dan dihargai.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.