Jateng

Mengenal Lebih Dekat Masjid Sunan Kalijaga di Kadilangu: Saksi Perjalanan Sejarah Islam di Jawa Tengah

Theo Adi Pratama | 4 Februari 2024, 10:00 WIB
Mengenal Lebih Dekat Masjid Sunan Kalijaga di Kadilangu: Saksi Perjalanan Sejarah Islam di Jawa Tengah

AKURAT.CO Sejarah, Nyaris terlupakan dari sorotan sejarah masjid-masjid bersejarah di Indonesia, Masjid Sunan Kalijaga di Kadilangu, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, memiliki peran yang sangat penting dalam penyebaran dan pengembangan agama Islam di Tanah Air.

Meskipun namanya sering tenggelam di bawah bayang-bayang Masjid Agung Demak, tetapi peran dan sejarahnya tetap patut dihargai.

Baca Juga: Eksplorasi Sejarah serta Keunikan Masjid Al Irsyad: Perpaduan Desain Megah dan Makna Filosofis

Lokasi dan Kehadiran

Masjid Sunan Kalijaga terletak di Desa Kadilangu, hanya beberapa meter di sebelah timur Kompleks Makam Sunan Kalijaga dan keluarganya.

Di tempat inilah makam istri dan ayahnya (Raden Wilotikto) juga bersemayam.

Meskipun tanggal dan tahun pendirian masjid ini tidak diketahui secara pasti, namun prasasti yang ada menunjukkan bahwa masjid ini direnovasi pertama kali pada tahun 1564 M oleh Pangeran Wijil.

Sejarah dan Renovasi Pertama

Meski identitas Pangeran Wijil yang dimaksud masih menjadi misteri, namun dari catatan sejarah diketahui bahwa Masjid Sunan Kalijaga direnovasi pada tahun tersebut.

Menariknya, masyarakat setempat percaya bahwa masjid ini awalnya merupakan langgar (surau/mushala) yang dibangun oleh Sunan Kalijaga sebelum mendirikan Masjid Agung Demak.

Legenda ini menjadi sumber inspirasi untuk bangunan Masjid Agung Demak.

Baca Juga: Eksplorasi Keindahan Sejarah dan Keagungan Arsitektur Masjid Agung An Nur di Pekanbaru

Keberlanjutan Sejarah dan Pemugaran

Masjid Sunan Kalijaga, berukuran 10 x 16 meter, merupakan saksi hidup sejarah perkembangan Islam di Kadilangu dan sekitarnya.

Bangunan asli dengan empat tiang penyangga utama yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat telah bertahan sejak masa pembangunannya.

Meskipun telah mengalami beberapa kali perbaikan dan pemugaran, bangunan asli tetap dipertahankan keasliannya.

Pada tahun 1970, perbaikan besar dilakukan dengan menambahkan bangunan serambi yang luas sebagai respons terhadap peningkatan jumlah jamaah.

Keempat sokoguru, tiang penyangga utama bangunan, tetap berdiri kokoh dan dikeramatkan oleh masyarakat setempat.

Pembangunan Fisik dan Pendidikan

Pada tahun 1990, pengurus Masjid Sunan Kalijaga melanjutkan tradisi pemugaran dengan membangun kembali beberapa bagian fisik, termasuk tempat shalat dan tempat wudhu yang terpisah untuk pria dan wanita.

Masjid ini menjadi pusat kegiatan masyarakat santri, di mana pengajian dan pendidikan Madrasah Diniyah serta TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an) menjadi bagian yang tak terpisahkan dari syiar masjid.

Baca Juga: Masjid Raya Sumatera Barat: Jejak Sejarah, Kebesaran Arsitektur, hingga Perjalanan Saat Ini

Kebermaknaan Masjid Sunan Kalijaga

Masjid Sunan Kalijaga di Kadilangu, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, bukan hanya sekadar bangunan bersejarah.

Ia adalah saksi hidup perkembangan Islam di kawasan tersebut.

Dengan keindahan arsitektur dan keaslian bangunan, masjid ini tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan.

Kehadirannya yang meresap dalam masyarakat setempat membuktikan bahwa sejarah Islam di Indonesia tidak hanya ditandai oleh bangunan megah, tetapi juga oleh nilai-nilai kebersamaan dan pendidikan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.