Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Mengungkap Keberadaan dan Sejarah Misterius di Situs Candi Genjahan, Gunungkidul

AKURAT.CO Sejarah, Situs Candi Genjahan, sebuah lokasi yang tersembunyi di lereng Gunungkidul, menjadi saksi bisu dari masa lalu yang kaya sejarah.
Reruntuhan batu candi dan Yoni yang ditemukan di tempat ini telah memberikan petunjuk tentang pengaruh Hindu di daerah tersebut, meski banyak misteri dan pertanyaan yang belum terjawab.
Pencarian Awal dan Pengenalan Situs
Sejarah Situs Candi Genjahan mulai terungkap pada tahun 1986 saat Kator Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala DIY mengadakan Sosialisasi Kepurbakalaan di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.
Temuan reruntuhan batu candi dan Yoni di padukuhan Susukan 2, Desa Genjahan, menjadi sorotan arkeolog dan peminat sejarah.
Eksplorasi dan Inventarisasi
Pada tahun 1987, Kecamatan Ponjong menjadi fokus kegiatan Inventarisasi Kepurbakalaan.
Situs Candi Genjahan mendapat perhatian khusus, dan pembersihan lokasi dilakukan untuk menginventarisasi semua temuan purbakala.
Yoni diberi nomor inventaris D140, sedangkan reruntuhan batu candi mendapatkan nomor inventaris D141.
Lebih jauh, ditemukan pula batu candi berukuran 28 cm x 28 cm x 11 cm, mendapat nomor inventaris D142.
Pemberian Arti dan Kepercayaan Lokal
Masyarakat Padukuhan Susukan 2 menganggap lokasi tempat ditemukannya batu candi D142 sebagai Pundung, tempat petilasan pelarian dari Majapahit.
Meskipun arti pasti istilah "Pundung" tidak diketahui, kepercayaan lokal ini menjadi bagian dari warisan budaya dan mitos yang dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Kondisi Situs Saat Ini
Sayangnya, kondisi reruntuhan batu candi dan Yoni D140 di Situs Candi Genjahan saat ini menunjukkan bahwa area tersebut digunakan untuk kegiatan pertanian.
Seorang perangkat desa di Desa Genjahan, Bapak Retanto Edi Wibowo, bertanggung jawab atas lahan tersebut.
Meskipun menjadi lahan terbuka yang subur, pelestarian dan perlindungan terhadap benda-benda cagar budaya di situs ini menjadi kebutuhan mendesak.
Keberlanjutan Penelitian dan Pelestarian
Meskipun belum ada kegiatan penelitian lebih lanjut atau ekskavasi di Situs Candi Genjahan, penting untuk melanjutkan penelitian dan pelestarian.
Temuan-temuan ini adalah peninggalan berharga dari masa Klasik, di mana benda-benda cagar budaya pada periode ini sangatlah langka.
Dengan keberlanjutan penelitian, mungkin akan terungkap lebih banyak misteri dan cerita dari masa lalu Gunungkidul.
Situs Candi Genjahan bukan hanya sekadar reruntuhan batu candi dan Yoni; ini adalah pintu gerbang menuju pengetahuan lebih dalam tentang sejarah Gunungkidul.
Keberadaan dan pelestarian situs ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa warisan berharga ini dapat diteruskan kepada generasi mendatang.
Dengan mengungkap lebih banyak misteri di sekitar Situs Candi Genjahan, kita dapat memahami dan menghargai akar budaya yang melandasi wilayah ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










