Malam Mencekam di Sekaran! Dugaan Chat Mesum Driver Ojol Picu Amuk Massa di Kawasan UNNES

JATENG.AKURAT.CO, Suasana di kawasan Universitas Negeri Semarang (UNNES), tepatnya di Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, mendadak mencekam sejak Rabu malam (17/6/2026) hingga Kamis dini hari (18/6/2026).
Kericuhan pecah setelah seorang pria berinisial VT alias Vito, yang dikenal berprofesi sebagai jasa titipan (jastip) sekaligus driver ojek online, diduga melakukan percakapan tidak senonoh kepada sejumlah pelanggannya.
Peristiwa itu bermula dari unggahan sejumlah akun media sosial yang memperlihatkan tangkapan layar percakapan antara pelaku dan salah satu korban.
Dalam chat yang beredar, Vito diduga melontarkan kalimat berbau seksual hingga ajakan melakukan hubungan terlarang.
Unggahan tersebut dengan cepat viral di platform X dan Threads, memicu gelombang kemarahan publik.
Informasi yang dihimpun dari berbagai postingan warga menyebutkan, percakapan pertama terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.09 WIB.
Korban yang merasa dilecehkan kemudian membagikan bukti chat tersebut ke media sosial. Tak butuh waktu lama, sejumlah korban lain disebut ikut angkat bicara dan mengaku pernah menerima pesan serupa dari pelaku.
Kemunculan pengakuan-pengakuan baru itu membuat situasi memanas. Menjelang malam, korban bersama beberapa rekannya disebut mengatur pertemuan dengan pelaku untuk meminta klarifikasi.
Namun, pertemuan yang awalnya dimaksudkan untuk konfirmasi berubah menjadi titik ledak kemarahan massa.
Sekitar pukul 00.28 WIB, Kamis dini hari, ratusan warga sekitar dan mahasiswa UNNES mulai berdatangan ke lokasi.
Massa yang terus membengkak mengepung pelaku. Sorak-sorai, teriakan tuntutan pertanggungjawaban, hingga aksi dorong-dorongan sempat mewarnai suasana yang terekam dalam sejumlah siaran langsung TikTok.
Kondisi semakin tidak terkendali ketika amarah massa memuncak.
Aparat dari Polrestabes Semarang bersama jajaran kepolisian sektor setempat langsung turun tangan untuk mengamankan lokasi dan mengevakuasi pelaku dari kepungan warga.
Berdasarkan informasi yang beredar, Vito disebut berasal dari Kabupaten Jepara dan berstatus mahasiswa di lingkungan UNNES.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kampus maupun kepolisian terkait dugaan pelecehan verbal tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan luas di media sosial dan memantik perdebatan soal batas komunikasi antara penyedia jasa dan pelanggan, sekaligus pentingnya penanganan dugaan pelecehan secara hukum agar tidak berujung pada aksi main hakim sendiri.
Situasi di kawasan Sekaran sendiri dilaporkan mulai kondusif setelah aparat membubarkan kerumunan menjelang subuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 2Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 3Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 4Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 5Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 6Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 7Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 8Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta
- 9Bukan Batal! Fabrizio Romano: Barcola ke Liverpool Masih Hidup dan Kian Menggembirakan
- 10Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain




