VIRAL! Orderan Fiktif Tiga Ambulans di Semarang Barat, Pelaku Diduga DC Pinjol

JATENG.AKURAT.CO, Peristiwa memprihatinkan terjadi di Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang pada Selasa (3/2/2026). Tiga unit ambulans dari layanan berbeda menerima orderan penjemputan pasien yang ternyata fiktif.
Belakangan diketahui, aksi tersebut bukan sekadar prank, melainkan upaya teror penagihan oleh debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) terhadap warga.
Kejadian bermula saat admin Ambulans Antasena, Aldy, menerima pesan melalui WhatsApp dari seseorang yang mengaku membutuhkan ambulans darurat.
"Pemesan mengirimkan data yang tampak meyakinkan, mulai dari nama pasien, nama pemilik rumah, hingga penanggung jawab," ujar Aldy pada Rabu (4/2/2026).
Tak hanya itu, lokasi penjemputan juga dikirim melalui fitur berbagi lokasi.
Mengira situasi benar-benar darurat, pihak ambulans langsung mengerahkan armada dan meluncur ke alamat yang dimaksud.
Namun, setibanya di lokasi, kru ambulans dibuat terkejut.
Pemilik rumah menyatakan tidak pernah memesan ambulans dan tidak ada pasien yang perlu dijemput. Situasi ini pun dipastikan sebagai orderan palsu.
Tak berhenti di satu tempat, kejadian serupa juga dialami dua ambulans lain di Semarang pada hari yang sama.
Ketiganya ternyata menerima pola pemesanan yang hampir identik, data lengkap, narasi kondisi darurat, dan lokasi yang valid, namun berujung fiktif.
Setelah ditelusuri, terungkap bahwa pemesan sebenarnya sedang meminta pertolongan karena sedang melakukan penagihan pinjol.
Nomor telepon dan alamat korban digunakan oleh DC sebagai sasaran intimidasi dengan cara memesan ambulans palsu agar pemilik rumah merasa tertekan dan malu di lingkungan sekitar.
Aldy menyesalkan aksi tersebut. Menurutnya, layanan ambulans seharusnya digunakan untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat, bukan sebagai alat teror.
"Selain membuang waktu dan sumber daya, orderan fiktif juga berpotensi menghambat penanganan pasien yang benar-benar membutuhkan pertolongan," ungkap Aldy.
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat tentang bahaya praktik penagihan pinjol yang tidak beretika.
Selain melanggar hukum, cara-cara intimidatif seperti ini juga merugikan layanan kemanusiaan yang seharusnya netral dan siap siaga menyelamatkan nyawa.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat








