8 Nostalgia Suasana Mudik Lebaran Pada Tahun 2000an Awal di Indonesia

AKURAT.CO JATENG - 8 Nostalgia Suasana Mudik Lebaran Pada Tahun 2000an Awal di Indonesia.
Mudik lebaran adalah tradisi hampir wajib bagi masyarakat Indonesia. Lebaran memang tak lengkap rasanya jika tak berkumpul dengan sanak famili di kampung halaman.
Momen mudik pada tahun 2000an tentunya masih sangat berkesan bagi kebanyakan orang. Saat itu mudik masih banyak keterbatasan namun terasa menyenangkan.
Inilah 8 Nostalgia Suasana Mudik Lebaran Pada Tahun 2000an Awal di Indonesia
- Pesen Tiket Harus Datang Langsung
Pada masa awal tahun 2000an, masyarat yang hendak mudik ke kampung halaman harus datang langsung ke statiun kereta atau terminal untuk memesan tiket.
Sering kali mereka harus antri panjang untuk bisa mendapatkan tiket menuju kampung halaman.
- Masih Rebutan Kursi Penumpang
Pada masa itu, kondisi Kereta Api dan Bus belum tertata seperti sekarang. Saat itu kursi penumpang belum terdapat nomor, jadi penumpang harus berebut untuk mendapatkan tempat duduk.
Berbeda dengan saat ini yang sudah tertata dengan nomor kursi penumpang yang sudah tertera di tiket pada saat memesan.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Tempat Bukber All You Can Eat di Kota Semarang yang Ada Promonya
- Masih Ada Pedagang Asongan Masuk Kereta
Pada awal tahun 2000an, suasana terminal bus dan stasiun kereta masih banyak pedagang asongan yang berkeliling.
Bahkan para pedagang asongan ini bisa leluasa berjualan masuk ke dalam kereta atau bus. Di satu sisi memang membantu menumpang jika ingin membeli makanan ringan atau minuman, tapi di satu sisi juga menyebabkan kondisi sumpek dan tidak nyaman.
- Jarang Ada yang Mudik dengan Pesawat
Awal tahun 2000an masyarakat Indonesia jarang ada yang mudik dengan pesawat terbang, biasanya hanya dilakukan oleh orang kaya saja. Harga tiket saat itu juga masih mahal.
Kalangan menengah ke bawah lebih memilih naik kapal penumpang jika ingin mudik ke luar Pulau Jawa.
- Banyak Warung Dadakan di Sepanjang Jalur Pantura
Saat momen mudik lebaran sepanjang Jalur Pantura Jawa diramaikan dengan adanya warung dadakan.
Mereka bisanya menyediakan makanan khas lokal atau oleh-oleh. Hal ini juga sangat membantu para pemudik karena bisa jadi rest area dadakan, mengingat saat itu belum banyak rest area seperti sekarang.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga JBT Bagikan Ribuan Paket Takjil di 9 Titik pada Hari ke-17 Ramadhan
- Terjebak Kemacetan Panjang dj Jalur Mudik
Yang paling menyebalkan adalah terjebak kemacetan panjang di jalur mudik. Apalagi mendekati hari H lebaran.
Bahkan beberapa titik jalur favorit mudik masih terjadi kemacetan hingga sekarang, salah satunya di Simpang Jomin, Karawang.
- Masih Banyak Calo Tiket
Pada awal tahun 2000an juga masih banyak prakter calo tiket. Ini tentu merugikan pemudik apalagi yang uangnya pas-pasan.
Untunglah sekarang ini semua pemesanan tiket bisa lewat aplikasi dan online jadi sangat mengurangi adanya calo.
Itulah 7 Nostalgia Suasana Mudik Lebaran Pada Tahun 2000an Awal di Indonesia. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat









