Viral Driver Gocar Marahi Penumpang, Gojek Langsung Putus Hubungan Mitra

AKURAT.CO SEMARANG - Pihak Gojek menyesalkan aksi supir Gocar yang memarahi penumpang ibu dan anak yang akan melakukan kontrol ke RSUP Karyadi.
Video aksi arogan supir Gocar tersebut viral pada Hari ini, Sabtu (16/9/2023) melalui akun instagram @portalsemarang.
Alasan supir Gocar memarahi penumpang karena supir tersebut tidak diperkenankan mengantar cucian ke laoundry sebelum mengantarkan penumpang ke RSUP Karyadi untuk pemeriksaan.
Sutan Mulawarman selaku Head of Regional Corporate Affairs Gojek Central, West Java & DIY menyatakan bahwa perbuatan supir Gocar yang diduga oknum ASN pada Selasa 12 September lalu itu tidak mencerminkan semangat pelayanan keluarga besar Gojek.
"Kami menyesalkan kejadian yang terjadi di Semarang 12 September lalu. Hal ini tidak mencerminkan perlakuan baik jutaan mitra driver Gojek lainnya," ujar Mulawarman pada Sabtu (16/9/2023).
Mulawarman menyatakan bahwa semua mitra Gojek harus mengutamakan kenyamanan pelanggan, bukan malah membuat mereka risih.
Baca Juga: BCA Expo Hadir di Semarang, Suguhkan Bunga Spesial KPR dan KKB
"Keamanan dan kenyamanan pelanggan merupakan salah satu prioritas kami," tegas Mulawarman.
Dua orang penumpang Gocar yang merupakan ibu dan anak itu juga sudah melaporkan si driver ke pihak Gojek.
Kemudian Mulawarman memastikan bahwa Gojek telah menjatuhkan sanksi berupa pemutusan hubungan kemitraan.
Baca Juga: Awas Sindikat TPPO Online Scam, Ini Ciri-ciri Penipuan Kerja di Luar Negeri: Tawarkan Gaji Selangit
"Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan investigasi internal termasuk mendengarkan pernyataan dari mitra driver terkait hal tersebut. Kami langsung memberikan sanksi kepada mitra driver sesuai Tata Tertib Gojek (Tartibjek) berupa putus mitra," beber Mulawarman.
Saat ini, pihak penumpang dan driver Gocar telah melakukan mediasi.
Bahkan sang driver telah meminta maaf dan video permintaan maaf itu kembali viral melalui akun instagram @portalsemarang.
"Kedua belah pihak juga telah setuju untuk melakukan mediasi pada waktu yang telah ditentukan," tutup Mulawarman.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional








