Jangan Langsung Rebahan! Ini yang Harus Dilakukan Setelah Seharian di Bawah Terik Matahari

JATENG.AKURAT.CO, Kesalahan paling umum setelah beraktivitas di bawah terik matahari adalah merasa sudah “selesai” hanya karena sudah minum satu botol air. Padahal, keringat yang keluar seharian bukan cuma air—ada natrium, kalium, dan klorida yang ikut terbuang.
Dokter PPDS Ilmu Penyakit Dalam, dr. Putu Anisya Purnamasari, menjelaskan bahwa dehidrasi akibat panas bisa membuat darah lebih kental, jantung bekerja lebih keras, dan aliran oksigen ke sel tubuh terganggu.
“Heat stroke dapat membuat tekanan darah turun dan aliran darah melambat. Akibatnya asupan oksigen yang dibawa darah ke sel tubuh terganggu, bisa pusing, sakit kepala hingga tidak sadarkan diri,” jelas dr. Putu, dikutip RRI.
Dinas Kesehatan Kota Semarang juga menegaskan hal serupa: jika dehidrasi disertai lemas berat atau banyak berkeringat setelah beraktivitas di bawah terik matahari, konsumsi air kelapa alami atau cairan oralit untuk menggantikan mineral tubuh yang hilang.
Jadi, kalau kamu cuma minum air putih biasa setelah seharian berkeringat, tubuh tetap bisa merasa lemas karena elektrolitnya belum tergantikan.
Makanan yang Membantu Memulihkan, Bukan Menambah Beban
Setelah kepanasan, tubuh butuh asupan yang ringan tapi kaya cairan. Makanan berat dan berlemak justru memaksa sistem pencernaan bekerja ekstra, sementara tubuh masih sibuk menurunkan suhu.
Yang disarankan:
Buah kaya air: semangka, melon, jeruk, dan timun. Kandungan airnya tinggi, plus vitamin dan mineral yang membantu rehidrasi.
Protein ringan: telur rebus, tahu, atau yogurt Yunani. Protein tetap dibutuhkan untuk pemulihan otot, tapi porsinya jangan besar-besar.
Minuman elektrolit alami: air kelapa muda atau air lemon dengan sedikit garam dan gula. Ini membantu mengganti natrium dan kalium yang hilang lewat keringat.
Yang perlu dihindari:
Kopi dan teh pekat: kafein bersifat diuretik, bikin kamu lebih sering buang air kecil dan memperburuk dehidrasi.
Minuman energi dan beralkohol: keduanya bisa mempercepat kehilangan cairan dan membebani jantung yang sudah bekerja keras.
Makanan berat dan berminyak: sulit dicerna dan bisa bikin tubuh makin lemas.
Mandi Air Dingin? Jangan Buru-Buru
Setelah berkeringat seharian, naluri pertama biasanya langsung menyambar shower air dingin. Tapi hati-hati—perubahan suhu yang terlalu mendadak bisa memicu cold shock response, yaitu lonjakan tekanan darah dan detak jantung yang tidak teratur, terutama bagi kamu yang punya riwayat jantung.
Air yang terlalu dingin (di bawah 15 derajat Celsius) bisa membuat pembuluh darah menyempit secara mendadak. Untuk tubuh yang sedang panas, ini bukan “penyelamatan”, tapi beban tambahan bagi sistem kardiovaskular.
Yang lebih aman: mandi dengan air suam-suam kuku (sekitar 25–30 derajat Celsius). Ini membantu menurunkan suhu inti tubuh secara bertahap tanpa memicu syok. Bilas dulu bagian kaki dan tangan, baru lanjut ke seluruh tubuh.
Tidur yang Berkualitas: Kunci Pemulihan yang Sering Diabaikan
Rasa lelah setelah kepanasan bukan cuma soal otot. Suhu tubuh yang tinggi hingga malam hari bisa mengganggu kualitas tidur, sehingga besoknya tubuh tetap terasa “remuk”.
Beberapa hal yang bisa membantu:
Jaga suhu kamar tetap sejuk. Idealnya di kisaran 20–25 derajat Celsius. Kalau pakai AC, atur di 24–26 derajat dengan timer, jangan sampai terlalu dingin semalaman.
Mandi air hangat (bukan dingin) 1–2 jam sebelum tidur. Ini membantu tubuh melepaskan panas secara perlahan dan memicu rasa kantuk.
Hindari olahraga berat menjelang tidur. Tubuh butuh waktu untuk “turun mesin” setelah seharian panas.
Kurangi paparan layar gadget 1 jam sebelum tidur. Cahaya biru bisa menghambat produksi melatonin, hormon yang bikin ngantuk.
Pakai pakaian tidur berbahan katun. Bahan alami lebih mudah menyerap keringat dan menjaga sirkulasi udara.
Yang Perlu Diwaspadai: Kapan Harus ke Dokter?
Kelelahan biasa setelah seharian panas masih wajar. Tapi kalau muncul tanda-tanda ini, jangan dianggap enteng:
Pusing berat hingga sulit berdiri
Mual dan muntah
Jantung berdebar kencang
Kulit terasa panas dan kering, tapi justru tidak berkeringat
Kebingungan atau bicara tidak jelas
Itu bisa jadi tanda heat exhaustion atau bahkan heat stroke, yang merupakan kondisi darurat medis. Segera pindah ke tempat sejuk, longgarkan pakaian, dan cari pertolongan medis jika gejala tidak membaik dalam beberapa menit.
Jadi, Mulai Malam Ini...
Ini bukan ceramah kesehatan. Ini cuma pengingat: tubuh kamu sudah bekerja keras seharian melawan panas. Jangan tambah bebannya dengan kopi kencang, mandi air es, atau makan besar sebelum tidur.
Ganti cairan dengan elektrolit, makan yang ringan, mandi air hangat, dan tidur di ruangan yang sejuk. Besok, tubuh kamu bakal berterima kasih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 7Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat




