Pentingnya Perawatan Oli Transmisi Mobil: Perlukah Menguras Oli Transmisi Setelah Menerjang Banjir?

AKURAT.CO, Musim hujan seringkali membawa dampak banjir di berbagai wilayah di Indonesia.
Selain menimbulkan genangan air di jalan-jalan, banjir juga membawa masalah bagi pengemudi mobil.
Terutama, banjir dapat menyebabkan kontaminasi oli transmisi, yang berpotensi mengganggu kinerja kendaraan.
Banjir sering kali membawa berbagai kotoran dan lumpur yang terbawa air, yang kemudian masuk ke dalam komponen-komponen mobil, termasuk sistem transmisi.
Baca Juga: Muh Zen Mencuat di Polling Bacabup Pati, Kholidul Adib Beberkan Berbagai Tantangan di Bumi Mina Tani
Oleh karena itu, pengemudi perlu waspada saat terpaksa menerjang banjir. Namun, perlukah penggantian oli transmisi mobil setelah terjang banjir?
Menurut Iwan, Pemilik Iwan Motor Honda Auto Clinic Solo, Jawa Tengah, setelah menerjang banjir yang tinggi, lebih baik untuk menguras oli transmisi.
Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko terjadi kerusakan pada sistem transmisi akibat terkontaminasinya oli dengan air banjir.
Selain itu, dengan menguras oli transmisi, dapat menghilangkan kemungkinan bercampurnya air banjir dan kotoran ke dalam sistem transmisi kendaraan.
Proses pengurasan oli transmisi ini dapat membantu mempertahankan kinerja optimal mobil Anda setelah terkena banjir.
Perlu diingat juga, batas aman mobil melewati banjir adalah setengah diameter ban, jika lebih dari itu, mobil Anda bisa berisiko terkena masalah.
Iwan juga mengingatkan bahwa jika air sampai masuk ke dalam mesin, dapat mengakibatkan kerusakan serius seperti jebolnya mesin karena terjadi fenomena yang disebut water hammer.
Baca Juga: Indosat Rayakan Ramadan Lewat Pemberdayaan Ekonomi Lokal dengan Penyerahan 57 Grobak Berkah
Oleh karena itu, pengemudi perlu berhati-hati dan memperhatikan kondisi mobil mereka setelah terkena banjir.
Perawatan yang tepat, termasuk penggantian atau pengurasan oli transmisi, dapat membantu meminimalisir risiko kerusakan dan memastikan kinerja kendaraan yang optimal.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?









