Sebelum Merekrut Generasi Z Dalam Perusahaan, Pertimbangkan 4 Hal Ini

AKURAT.CO - Dalam beberapa tahun mendatang, bukan generasi millennial yang mendominasi dunia kerja melainkan generasi Z yang merupakan generasi yang lahir antara tahun 1995-2010.
Melihat kondisi ini, perusahaan sebaiknya membuat pertimbangan khusus tentang metode perekrutan dan cara kerja terbaru.
Sebab, cara kerja generasi Z pasti berbeda dibandingkan generasi pendahulunya.
Tetapi sebelumnya, lebih baik Anda sebagai perekrut mulai mempertimbangkan beberapa hal ini sebelum memang melakukan perekrutan terutama bagi generasi Z:
Baca Juga: Mengenal Financial Planner Serta 5 Fungsinya Dalam Mengatur Keuangan
Menawarkan jabatan menarik
Metode mencari kerja antara generasi millennial dan Z sebenarnya tidak jauh berbeda.
Keduanya masih sama-sama mengandalkan portal mencari kerja, situs resmi perusahaan, sosial media, job fair, dan referensi dari orang lain.
Namun, yang unik adalah generasi Z cenderung melihat jabatan yang ditawarkan.
Disarankan untuk tidak menawarkan jabatan yang basic, melainkan lebih spesifik.
Jika jabatan di bagian keuangan umumnya accounting and finance, coba buat lebih spesifik seperti budget controller.
Baca Juga: Tertarik dengan Dunia Kesehatan Hewan? Cobalah Menelisik Profesi Dokter Hewan dan Peluang Karirnya
Menjelaskan deskripsi pekerjaan secara rinci
Selain jabatan, generasi Z juga berharap agar perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja mau menjelaskan deskripsi pekerjaan di situs atau web lowongan kerja secara detail.
Tujuannya agar para generasi Z tahu gambaran aktivitasnya di dalam suatu perusahaan.
Ketika deskripsi kerja tidak sesuai dengan kapabilitas, mereka dengan senang hati mundur dan melamar di perusahaan lain.
Sebab, kebanyakan generasi Z mencari kerja yang memberikan kenyamanan.
Baca Juga: Melihat Sekilas Managmenet Training Dari Tugas dan Manfaatnya Terutama Buat Fresh Graduate
Menerapkan budaya kerja yang baru
Budaya kerja tradisional sudah pasti ketinggalan zaman, terutama bagi generasi Z.
Perusahaan punya PR besar untuk memperbaharui atau mengganti budaya kerja menjadi lebih asyik dan fleksibel.
Misalnya, membebaskan karyawan untuk makan siang dimana saja sewaktu jam istirahat.
Jadi, tempat persinggahannya bukan hanya di kantor terus. Dengan catatan harus disiplin waktu.
Baca Juga: Jala Lintas Media Membuka Lowongan Pekerjaan Penempatan Jakarta Timur
Jumlah gaji yang pantas
Istilah take and give berlaku dalam dunia kerja generasi Z.
Artinya apa yang mereka berikan harus sesuai dengan yang didapatkan, yaitu gaji.
Perusahaan harus memikirkan jumlah gaji sebaik mungkin untuk menghindari terjadinya “bola salju” atau resign saat akhir tahun tiba.
Apalagi saat ini, peluang untuk mencari pundi-pundi uang sangat besar.
Menjadi karyawan di perusahaan bukan satu-satunya jalan untuk mencari uang, tapi generasi Z bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi dan sosial media.
Itu dia empat pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk melakukan perekrutan buat generasi Z.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 2Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 3Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 4Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 5Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 6Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 7Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 8Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 9Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta
- 10Bukan Batal! Fabrizio Romano: Barcola ke Liverpool Masih Hidup dan Kian Menggembirakan









